
Keadaan yang membuat kenyataan yang memberikannya dan sekarang kau memintanya lagi!" bentak Mina dengan kesal.
Apa jadinya semua tentang hal itu masuk akal terjadi bagaimanapun kemanapun akan melangkah hal benar.
Le--epaskan aku...! A--aku a--aka memberikanmu tumbal. Tapi aku tidak ingin me--memakannya juga," ucap Mona yang protes karena dia harus melayani dukun Sundul yang jelmaan iblis itu dan memakan sebagian janin itu.
Kesaktian hanya mampu buat iblis meradang dan mengamuk hal yang sangat mengharukan sekali. Lupakan hal yang terjadi itu tadinya.
"Beeriikaan aakuu tuumbaal....," ucap iblis itu dengan mata merahnya.
"Iya, iya aku akan memberikan mu tumbal. Tapi tidak hari ini! Apa yang akan aku dapatkan jika aku memberikan tumbal lagi?!" tanya Mina dengan suara kencangnya.
"Kaauu aakaan meendaapaatkaan laki-laki itu. Beeriikaan aakuu jaaniin yaang seegaar...," jawab iblis itu dengan suara mengerikan.
__ADS_1
Mona sampai harus menutup telinganya mendengar suara iblis itu yang menyakitkan telinganya.
"Apakah kata-kata mu bisa di percaya dan di pegang?" tanya Mina takut-takut.
"Heeii maanuusiiaa.....! Jaangaan meembuuaatkuu beeruubaah piikiiraan....!"
Iblis itu mulai marah lagi, dia tidak suka Mona mempertanyakan tentang kata-katanya. Lalu sebuah tangan memanjang dan langsung mencekik leher Mina dan kembali mengangkatnya ke atas.
"A--ampun, a--aku minta maaf. Aku tidak akan mempertanyakannya lagi," ucap Mina dengan suara terbata-bata.
Mina pun mengangguk, dia percaya kalau iblis itu akan menepati janjinya untuk mengembalikan Zon. Tidak ada yang tau apa yang akan dilakukan iblis itu. Iblis tidak bisa di percaya, tidak bisa menepati janji dan selalu ingkar janji, tetapi Mina karena sudah buta akan Zon, dia mempercayai ucapan iblis tersebut.
"Baik, aku akan memberikan tumbal untukmu. Tapi aku minta waktu sampai besok, karena hari ini aku capek sekali," pinta Mina dengan sangat memohon.
__ADS_1
"Baaiik aakuu meembeeriimu waaktuu saampaai beesook. Kaauu haaruus meembeeriikuu tuumbaal yaang leezaat," balas iblis itu. Lalu tanpa menunggu jawaban Mina dia menghilang dan Mina jatuh tersungkur di lantai kamarnya.
"Awwww, sialan nih iblis...., sepertinya aku harus mencari dukun sakti yang lain untuk menghancurkan iblis itu. Tapi kemana aku harus mencarinya?" bathin Mina yang memegang lehernya karena sakit bekas cekikan iblis itu.
Mina pun bangkit dan duduk ditepi ranjangnya. Dia berpikir keras untuk mencari wanita hamil. Lalu Mina teringat akan Mamanya.
"Ya Allah, ada apa ini Pak?" tanya istrinya Ustadz.
"Apa yang terjadi kek? Kenapa tiba-tiba angin begitu kencang seperti ini. Apa mau hujan?" tanya Ustadz Ahmad.
Kakek tua melihat keluar dari jendela kaca, dia melihat awan begitu gelap dan angin berhembus kencang tapi hanya di sekitar rumah Ustadz saja. Lalu sekelebat, Kakek tua itu melihat bayangan hitam di sekitar rumah itu.
"Iblis itu sudah datang, dia tau keberadaan Zon. Ilmunya semakin kuat karena dia selalu mendapatkan tumbal janin yang sangat segar. Dan sekarang dia mencoba menghalangi kita membawa Zon. Karena kalau sampai kita membawa Zon, maka iblis itu tidak akan mendapatkan apapun dan Mina kemungkinan akan menjadi tumbalnya.
__ADS_1
Katakan saja hal yang terjadi akan membuat suasana ternyata nyaman dan aman. Jadi antara itu adalah milik dari sesuatunya.