Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 257


__ADS_3

Mona dan Mamanya sudah berada di dalam rumah dukun itu. Saat iblis yang menyamar sebagai dukun menghampiri keduanya, Mona merasakan merinding di tubuhnya.


"Ma, ma, ayo kita pulang. Aku takut nih Ma, kok dukun itu terlihat berbeda ya," ucap Mona yang menggoyang-goyangkan baju Mamanya.


"Kamu kenapa sih, dari tadi ngomongnya takut terus. Kamu kan sudah pernah tidur sama tuh dukun, kenapa sekarang bilang takut," protes Mamanya dengan suara pelan.


"Tapi dukun itu terlihat berbeda Ma, wajahnya pucat dan matanya serem banget Ma," balas Mona ketakutan.


"Udah kamu gak usah khawatir. Ada Mama di sini," Mamanya mencoba meyakinkannya.


"Saya senang kalian berada di sini. Karena saya sudah menantikan kedatangan kalian," ucap iblis itu dengan senyum menyeringai.


"Iya Ki, kami kesini ingin menemui Ki Sundul. Ada yang ingin kami minta," balas Mamanya Mona.


"Hahahahaha, itu sudah saya tebak. Apakah kalian ingin meminta sesuatu yang menguntungkan?" tebak iblis itu yang masih berada di tubuh dukun Sundul.


"Wah Ki Sundul benar-benar hebat bisa mengetahui niat kedatangan kami."


Mamanya Mona senang karena merasa Ki Sundul perhatian sehingga tau maksud kedatangan nya.


"Katakan, keinginan apa yang kalian minta," ucap iblis itu.


"Begini Ki, saya ingin memasang susuk aura pemikat di tubuh Mona. Sehingga laki-laki yang diinginkannya tertarik dan merangsang ketika mendapat sentuhan Mona," balas Mamanya Mona.


"Hahahaha, itu sangat gampang saya kabulkan. Asalkan kalian bisa memenuhi keinginan saya. Tidak mudah mendapatkan apa yang kalian harapkan," ucap iblis itu dengan tawa mengerikan.


"Ma, apa Mama tidak merasa aneh dengan dukun ini. Dia sepertinya berbeda. Dari tadi matanya terus menatap tubuh Mona, Ma," bisik Mona.


"Udah kamu ikutin aja maunya dia. Kalaupun dia menginginkan tubuh kamu, udah kasihkan saja. Lagian dia juga sudah sering mencicipi tubuh kamu," balas Mamanya yang memang tidak punya perasaan.


Mona bingung dengan sikap Mamanya yang tidak sedikitpun memperlihatkan rasa sayang terhadap dirinya. Tapi di lain sisi, dia memang sangat memerlukan susuk itu.


"Apa kalian sudah selesai diskusinya?" tanya iblis itu.


"Ah, maaf Ki. Kami tidak bermaksud tidak sopan," jawab Mamanya Mona. "Baiklah Ki, apa yang bisa kami berikan?" tanya Mamanya Mona.

__ADS_1


"Heum, saya menginginkan tubuh dia untuk memuaskan hasrat saya. Tapi kali ini, biar saya yang menemuinya di kamarnya. Dia tinggal menunggu saya dengan sesajen dan tanpa busana. Dia harus berbaring di atas tempat tidur dengan mematikan lampu," jawab iblis itu menjelaskan.


"Bagaimana Ki Sundul bisa masuk ke dalam kamar anak saya, jika semua pintu tertutup. Dan bagaimana Mona tau kalau yang datang itu Ki Sundul?" tanya Mamanya Mona.


Mona hanya diam mendengarkan obrolan antara Mamanya dengan Ki Sundul. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Saya bisa menemuinya tanpa harus masuk dari pintu dan jendela. Saya tidak mau penerangan saat saya menginginkan tubuh dia," jawab iblis itu.


"Gimana Mona. Kamu mau kan melayani Ki Sundul?" tanya Mamanya. "Ingat Mona, ini demi mendapatkan Zain," ucapnya lagi.


Mamanya sengaja mencuci pikiran Mona demi keuntungannya. Mamanya ingin merasakan kemewahan dan hidup enak. Karena selama ini suaminya tidak bisa memberikan harta yang berlebihan. Sehingga keinginannya tidak bisa terpenuhi.


"I--iya Ma, Mona akan melakukannya. Ini semua demi mendapatkan Zain. Mona akan melakukan apapun demi mendapatkannya," bjawab Mona tegas.


"Baiklah Ki, dia bersedia melakukannya. Tapi Ki, apa yang harus dilakukan setelah itu?" tanya Mamanya.


"Saya menginginkannya tiga hari tiga malam. Dia harus melayani saya selama itu. Setelah itu kalian boleh datang ke sini untuk melakukan ritualnya," jawab iblis itu.


"Ah baiklah Ki. Kalau hanya itu saja, kami pamit balik," ucap Mamanya Mona.


"Tunggu, kalian melupakan sesuatu. Kalian harus mendapatkan janin yang masih segar untuk melancarkan susuk itu," ucap iblis itu.


"Kalian bisa membawa wanita itu kemari. Dan serahkan tumbal itu ke sini. Setelah itu kalian bisa kembali dan tunggu susuk itu bereaksi," jawab iblis itu.


"Baik Ki, kami akan berusaha dengan baik. Apapun yang Ki Sundul inginkan, kami akan memenuhinya," balas Mamanya Mona.


"Kalian bisa pergi dari sini, sebelum gagak-gagak itu menginginkan tubuh kalian," usir iblis itu.


"B--baik Ki," balas Mamanya Mona ketakutan. "Ayo Mona cepat kita pergi dari sini. Mama gak mau mati konyol di sini," ajak Mamanya.


Mona dan Mamanya pergi buru-buru dari rumah itu. Mereka ketakutan dan tidak ingin lama-lama di rumah dukun cabul itu.


Setelah kepergian Mona dan Mamanya, iblis itu keluar dari tubuh dukun itu. Tubuh dukun itu tergeletak saja di lantai dengan penuh luka akibat mendapatkan serangan dari Khodamnya Meka.


Di tempat lain, Meka masih berbaring di tempat tidurnya. Hingga larut malam, Meka pun tertidur. Di dalam mimpi Meka sedang berada di sebuah istana yang sangat megah, Meka melihat banyak wanita cantik berpakaian putih. Saat Meka terdiam, tiba-tiba, sosok laki-laki tampan menghampirinya.

__ADS_1


"Selamat datang Meka di istanaku," ucap laki-laki itu.


Meka terkejut saat melihat wajahnya. "K--kamu Rudy?" tanya Meka bingung.


"Jangan terkejut Meka. Aku hanya ingin bertemu denganmu di alam mimpi. Ini adalah istanaku. Dan seharusnya kamu tinggal bersamaku di sini," ucap Rudy yang berjalan ke arah danau di dekat mereka.


"Apa maksudmu?" tanya Meka semakin bingung.


"Aku tidak bisa menjelaskannya. Yang berhak memberitahukan itu adalah Khodam yang bersamamu," jawab Rudy.


"Apa hubungannya dengan Khodamku?" tanya Meka lagi.


"Banyak, tentu ada banyak hubungannya," jawab Rudy.


Rudy berdiri menghadap ke arah Meka. Dia menatap sendu wajah Meka.


"Kamu adalah calon istriku yang sudah di takdirkan oleh keadaan. Sebelum kelahiranmu, sebuah perjanjian telah disepakati. Tapi Khodammu melakukan kesalahan. Meka seandainya aku bisa menjelaskan semuanya, itu membuatku legah. Tapi aku tidak bisa, karena melawan Khodammu," bathin Rudy.


"Aku tidak mengerti. Dan kenapa kamu membawaku ke sini?"


"Aku hanya ingin bertemu denganmu dialami mimpi. Karena kalau di duniamu, aku tidak bisa leluasa berbicara denganmu. Dan itu disebabkan adanya laki-laki disampingmu," jelas Rudy.


"Aku ingin kembali," pinta Meka.


"Tunggulah sebentar disini Meka. Karena di sini kau akan aman untuk malam ini," balas Rudy.


"Tapi aku harus kembali ke ragaku! Aku tidak mungkin lama-lama meninggalkannya!" seru Meka tak terima.


"Sabar Meka, kalau kau kembali malam ini ke ragamu, iblis yang saat ini berada di luar akan terus mencoba menembus pagar ghaib yang di buat oleh Khodammu. Dan tidak hanya iblis itu saja, akan tetapi banyak mahluk lain yang sudah menunggu di luar kamarmu," jelas Rudy.


"Bagaimana kamu tau?" tanya Meka curiga.


"Aku tau, karena aku memiliki kemampuan untuk itu. Dan mahluk-mahluk itu tau jika saat ini, jiwamu tidak sedang berada di ragamu. Sehingga mahluk-mahluk itu tidak menginginkan tubuhmu yang tanpa jiwa," jawab Rudy.


"Bagaimana dengan suamiku?" tanya Meka lagi.

__ADS_1


"Dia akan aman Meka. Kamu tidak perlu khawatir tentang dia," jawab Rudy.


Meka pun mencoba menerima ucapan Rudy. Dia ingin menyelamatkan calon bayinya. Sehingga Meka mau berada di istananya Rudy sampai subuh tiba.


__ADS_2