Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 276


__ADS_3

"Sabar ya Mbak, kita do'akan bersama agar mereka diberikan ketabahan," ucap Mamanya Zain.


"Padahal itu cucu pertama saya Dek, tapi ternyata mereka belum dikasih rezeki," balas Mamanya Puteri.


"Walaupun ini anak ke duanya Nina, tapi mereka sangat senang dengan kehamilan Nina yang kedua kalinya. Tapi Allah belum mengizinkan mereka memilikinya," sambung Mamanya Nina.


"Sabar ya Tante, mudah-mudahan mereka sabar dan tabah. Dan Allah akan memberikan mereka rezeki lagi untuk memiliki anak," Mona mencoba menghibur kedua orang tuanya Nina dan Puteri.


Mereka hanya mengangguk mendengar ucapan hiburan dari Mona.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Nina dan Puteri keluar bersamaan dari ruang operasi. Mereka di tempatkan di ruangan berbeda. Puteri di tempatkan di ruangan VIP sedangkan Nina di Kelas 1 sesuai dengan kemampuan dana mereka.


Masing-masing keluarga membawa Puteri mereka ke ruangannya. Sementara Mona menempel dengan Mamanya Zain.


"Tante, malam ini aku tidur di rumah Tante ya. Habis Mama belum kembali dari luar kota," pinta Mona.


"Oh baiklah, kamu boleh tidur di rumah Tante. Oh ya Mon, Tante merasa kasihan dengan mereka," ucap Mamanya Zain.


"Mona juga gak habis pikir Tante. Suaminya Puteri seperti ketakutan, hingga dia ngerem mendadak," jelas Mona.


"Oh ya, ya sudah nanti biar kita dengar bagaimana kejadiannya dari suaminya Puteri," balas Mamanya Zain.

__ADS_1


"Kalau gitu lebih baik kita lihat mereka. Setelah itu kita kembali ke rumah Tante."


"Iya Tante," Mona merasa senang akhirnya dia memiliki jalan untuk dekat sama Mamanya Zain.


Iblis Mona merasa puas karena malam ini dia mendapatkan dua tumbal sekaligus. Dan dia akan memberikan sesuatu terhadap Mona sesuai keinginan Mona.


"Tiidaak siia-siia aaku meemeenuhii keeinginaankuu. Dia biisa meembeeriku baanyaak tuumbaal, hahahaha," ucap iblis itu dengan tawanya yang menggema.


Zain yang berada di Apartementnya masih belum sanggup bertemu kedua orang tuanya. Dia masih menutup dirinya di dalam Apartementnya. Zain juga tidak beraktifitas untuk menjalankan pekerjaannya. Dia benar-benar terpuruk dalam keadaannya.


"Apa yang harus lakukan? Bagaimana keadaan Meka? Aku sangat merindukannya. Bayiku...," Zain teringat akan anak yang berada dalam kandungan istrinya. Dia berpikir nasib anaknya yang nanti membingungkan dan mengkhawatirkan menurutnya.


"Tante, Om, ayo kita pulang. Besok kita bisa menjenguk lagi ke sini," ucap Mona memberi saran.


"Ya kamu benar. Besok kita akan kemari lagi menjenguk mereka," balas Mamanya Zain yang mendukung saran Mona.


Akhirnya mereka berpamitan untuk pulang ke rumah. Selama perjalanan ke rumah orang tua Zain, Mona mencoba berbicara tentang Zain.


"Tante, apakah Mas Zain tidak pulang ke rumah?" tanya nya hati-hati. Mona belum tau apa yang terjadi sehingga dia tidak mengatakan bahwa dirinya sudah pergi ke Apartement Zain.


"Dia di Apartementnya. Tante belum menghubunginya lagi," jawab Mamanya Zain.

__ADS_1


"Pa, apa Zain ada menghubungi Papa? Apa dia tidak datang ke Perusahaan?" tanya istrinya.


"Belum ada Ma, nanti coba Papa hubungi dia," jawab Papanya Zain.


"Hmmmm, sepertinya mereka belum tau tentang keadaan Zain. Tapi apa yang membuat Mas Zain seperti itu? Apa dia punya masalah dengan wanita perebut itu? Ah sudahlah, yang penting aku bisa mendekatinya lagi," bathin Mona.


Mona tidak mengetahui tentang asal usul Meka. Karena iblis yang sering dikasihnya tumbal tidak mengatakan apa-apa.


Malam ini Mona akan menerima kedatangan iblis itu yang menyamar sebagai dukun yang membantu Mona mendapatkan keinginannya. Dan Mona juga harus ikut memakan sedikit janin yang ditumbalkannya untuk menambah kekuatan dari susuk yang dipasangnya.


Waktu terus berjalan, hari terus berganti, sampai saat ini Zain belum menemui Meka. Sudah dua bulan berlalu sejak kejadian itu, Meka dan Zain hidup masing-masing. Bahkan orang tua Zain belum mengetahui tentang keadaan Meka.


Sementara Mona sering berkunjung ke Apartement Zain bahkan mereka semakin dekat hingga membuat Zain sedikit melupakan Meka dan anaknya.


Hari ini Zain pergi menemani Mona berbelanja ke Mall. Mona berhasil mengajak Zain jalan bareng. Mereka menghabiskan waktu berdua di Mall. Mamanya Zain yang menyadari sesuatu yang tidak beres, berencana ingin berkunjung ke Apartment Zain. Mamanya melihat ada hal yang terjadi dengan Zain namun dia tidak dapat menebaknya.


"Pa, kok perasaan Mama tidak enak ya. Apa yang terjadi dengan Zain? Kok Zain bisa jalan bareng Mona di Mall?" tanya Mamanya Zain saat mereka berdua makan malam di rumah.


"Mama tau dari mana?" tanya suaminya.


"Tadi teman Mama menghubungi Mama dan bilang kalau dia melihat Zain jalan sama perempuan yang berbeda. Terus Mama suruh foto, ternyata itu Mona," jawab istrinya.

__ADS_1


__ADS_2