Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 290


__ADS_3

"Baik, saya akan melakukannya. Semoga semua berjalan dengan sempurna dan tidak ada halangan," jawab Papanya Zain.


Yang lain pun mengangguk mendukung rencana yang mereka buat.


"Baiklah, sekarang lebih baik kita semua beristirahat. Saya dan Ustadz akan beristirahat di ruangan ini. Yang lain bisa beristirahat di kamar. Karena besok kita harus membawa nak Zain dengan segera sebelum iblis itu dapat mengendus keberadaannya," ucap Kakek tua menjelaskan.


Mereka pun mulai beristirahat. Ada yang beristirahat di ruangan tengah dan ada yang kembali ke kamarnya. Malam pun semakin larut, iblis itu masih mencari keberadaan tubuh Zain yang tidak dapat di endusnya.


Sementara di Apartement Zain, Mona sangat senang karena bisa memberikan tumbal ke iblis itu. Setelah Isna jatuh dari lantai kamar Zain dan dia dibawa ke rumah sakit, Mona ikut menikmati janin itu dan melakukan ritual penyatuan dengan iblis itu.


Deon yang masih terlelap, tidak mengetahui kejadian yang sedang terjadi. Hingga pagi pun tiba, Deon yang terbangun di kamar Zain menjadi pusing. Kepalanya terasa berat dan sakit. Lalu dia terduduk di atas tempat tidur milik Zain dan merasakan keberadaan seseorang. Deon langsung menoleh ke arah Mona yang dilihatnya tidak menggunakan pakaian sama sekali.


"Oh ya ampun....kenapa aku berada di sini?" gumam Deon sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Mona yang sebenarnya sudah bangun, sengaja menutup matanya sampai Deon bangun. Dan sekarang saat Deon sudah bangun, Mona berpura-pura terbangun.


"Mas Deon?" panggil Mona.

__ADS_1


Deon menoleh kembali ke arah Mona yang sudah membuka matanya.


"Ke--kenapa kita seperti ini? A--apa yang sudah terjadi?" tanya Deon bingung dan gugup.


"Apa Mas lupa sudah melakukannya sama saya? Mas menyerang saya dengan begitu buasnya, hiks hiks hiks," jawab Mona dengan terisak sambil menunduk kan wajahnya.


Deon gelagapan, dia mencoba mengingatnya tapi kepalanya terasa sakit dan pusing.


"Mas, saya tidak akan meminta tanggung jawab sama kamu. Saya dengan senang hati melakukannya. Karena sejak awal melihat Mas nya, saya sudah jatuh hati," ucap Mona dengan wajah malu-malu.


Deon terdiam mendengar ucapan Mona. Seketika dia teringat dengan Isna istrinya.


Deon segera memakai bajunya dan keluar dari kamar itu meninggalkan Mona dengan senyum menyeringai puas.


"Hah...., ini benar-benar hal yang menyenangkan. Aku menikmati tubuh suaminya dan iblis itu juga menikmati santapannya. Hahahaha," gumam Mona dengan tawa puasnya.


Sedangkan Deon berjalan cepat memasuki kamar mereka.

__ADS_1


"Sayang....sayang...,kamu sudah bangun!" Deon menerobos masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati Isna.


Deon terdiam terpaku melihat keadaan kamar yang sudah porak poranda. Dia bingung dengan apa yang terjadi. Lalu dia tersadar karena tidak melihat keberadaan Isna.


"Isna dimana kamu....!" teriak Deon yang mencari ke sana kemari. Deon mencari Isna di kamar mandi. Lalu dia keluar dari dalam kamar dan mencari di ruang dapur serta kamar mandi di ruangan itu. Tapi tetap tak menemukan Isna istrinya.


Mona yang mendengar teriakan Deon, berpura-pura keluar kamar dan bertanya.


"Ada apa Mas, kok teriak-teriak?" tanya Mona yang ikutan panik.


"Isna menghilang, dia gak ada di sini!" seru Deon yang menjadi gusar.


"Mas nya udah cari ke dalam kamar mandi atau ke balkon?" tanya Mona yang berpura-pura memberi saran.


"Iya saya belum lihat di balkon, sapa tau dia ketiduran," jawab Deon yang berharap itu kenyataan.


Tak ada juga sahutan, Deon segera membuka pintu ke arah balkon dan dia tidak menemukan apa-apa. Tapi saat hendak membalikkan badannya, dia melihat ke arah aspal bawah dimana ada darah yang merembes di aspal itu tepat di bawah jendela kamar mereka.

__ADS_1


"


__ADS_2