Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 267


__ADS_3

Rudy yang tampak gelisah dari sorot matanya, Khodam itu bisa melihatnya.


"Ada apa dengan mu?" tanya Khodam itu.


"Hah..," Rudy membuang nafas dengan berat. "Meka sudah mengetahui identitasnya. Aku sudah memberitahunya," ucap Rudy.


"Bagaimana reaksinya?" tanya Khodam itu tanpa ekspresi.


"Dia terkejut dan tak mempercayainya. Dia ingin menuntut kejujuran darimu dan orang tuanya. Dia kecewa karena ditutupi dalam hal ini," jawabnya.


"Apakah itu berdampak terhadap janinnya?" tanya Khodam itu yang terlihat sangat mengkhawatirkan bayi Meka.


"Kenapa kau terlalu memikirkan janin itu, hah?!" bentak Rudy dengan marah. Rudy curiga sejak awal atas kehamilan Meka, tapi dia tidak bisa menebaknya.


"Bagaimanapun dia adalah orang yang aku ikuti, tentu saja aku mengkhawatirkan janinnya. Jika Meka kehilangan janin itu, pasti akan berpengaruh dalam kehidupannya. Apa kau mau melihat dia hidup dalam kesedihan selamanya?" tanya Khodam itu yang berbalik menyerang Rudy dengan kata-kata.


Rudy terdiam, dia berpikir sejenak. Apa yang di katakan Khodam itu ada benarnya.


"Kau benar, tapi aku mencium sesuatu dari sikapmu," ucap Rudy sambil memicingkan matanya menatap tajam sang Khodam.


"Hahahaha, apa yang kau curigai dariku, hah," Khodam itu berusaha menyembunyikan kegugupannya.


"Aku tidak bisa menebaknya. Tapi aku yakin kau menyimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui siapapun, bahkan orang tua Meka sendiri. Tapi aku akan mencari taunya sendiri. Aku harap kau tidak menyesal atas keputusanmu menikahkan Meka dengan laki-laki itu," ucap Rudy dengan kesal.


"Waktu tidak bisa diputar ulang. Itu sudah keputusan dan takdir Meka yang menanggung keadaan ini. Aku akan selalu menjaga Meka," balas Khodam itu.


"Apa kau ingin menemuinya sekarang?" tanya Rudy yang masih duduk di singgasananya.


"Mungkin saat ini belum. Karena aku harus membereskan iblis itu di dunia nyata," jawabnya. "Ngomong-ngomong, ternyata kekuatanmu sudah meningkat pesat. Bahkan lebih besar dari kekuatanku. Tidak salah Ayahmu memilihmu menjadi penerus kerajaan Jin bagian Timur," puji Khodam itu.


"Kau sendiri, sampai kapan berkelana dan membiarkan singgasana dimiliki mereka?" tanya Rudy yang memang tau tentang Khodam Meka. "Pangeran jin dari Utara meninggalkan istana karena pengabdian terhadap manusia. Sungguh luar biasa kesetiaanmu," ucap Rudy.


"Aku sudah memegang sumpah dan janji karena leluhurnya yang sudah menolongku dari kejahatan merek yang ingin melenyapkan ku. Dan aku tidak tertarik dengan istanaku. Aku lebih suka berada di sisi manusia," balasnya.

__ADS_1


"Bahkan sampai umurmu tua?" tanya Rudy.


"Tentu, itu yang kuinginkan," jawabnya santai.


"Baiklah, terserah kau saja. Apa mereka tidak mencari mu?" tanya Rudy.


"Ntahlah, tapi aku sudah menyamarkan identitas ku dan menutup aura Pangeranku dari pandangan jin. Sehingga aku hanya terlihat sebagai jin biasa," jawabnya.


"Sungguh rumit perjalananmu. Aku berharap Meka tidak sama denganmu, sangat rumit," ejek Rudy.


"Diam lah, kau sangat cerewet. Ingat aku ini lebih tua dari mu. Kau masih sangat muda. Menyebalkan," cibir Khodam itu. "Aku mau melihat Meka dari kaca besar. Bisakah kau memperlihatkannya?" tanya Khodam itu dengan wajah memohon.


"Hmmmm, baiklah. Aku akan membantumu melihat keadaannya," jawab Rudy.


Lalu Rudy memperlihatkan kaca besar di hadapan Khodam itu dan pusaran angin berputar dalam cermin itu hingga tiba-tiba muncul sosok wanita cantik yaitu Meka.


"Lihat, dia sedang beristirahat," tunjuk Rudy ke arah cermin.


"Syukurlah dia baik-baik saja. Oh ya bisakah aku meminjam cerminmu ini?" tanya Khodam itu penuh harap.


"Baiklah, ini juga sudah cukup untukku. Tolong jaga Meka di sini sampai aku memusnahkan iblis itu," pinta Khodam itu.


"Tentu dengan senang hati. Bagaimana dengan laki-laki itu? Apakah dia menerimanya?" tanya Rudy menyelidik.


"Dia belum kembali menemui orang tua Meka," jawab Khodam itu.


Tiba-tiba suara petir menggelegar di luar istana. Rudy dan Khodam itu terkejut. Kedua jin itu keluar dan melihat petir kilat di atas langit.


"Apa yang terjadi?" tanya Rudy bingung.


"Sepertinya iblis itu mencoba mengendus keberadaan Meka dalam dunia ghaib. Berhati-hatilah," ucap Khodam itu.


"Pasti, dia tidak akan bisa menyentuh Meka. Cepatlah mencari cara untuk memusnahkan iblis itu. Karena dia bisa bersembunyi dalam diri manusia lain," ucap Rudy memberitahu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku harus kembali ke alam nyata menemui Meka. Aku mengkhawatirkan keluarga Meka yang saat ini sedang mengandung," balas Khodam itu.


"Oh ya ampun..., pergi dan lindungi janin itu. Jangan sampai dia menambah kekuatannya lagi. Janin yang berasal dari aura baik, akan memberinya kekuatan besar," jelas Rudy.


"Kalau begitu, aku akan kembali," balas Khodam itu. Lalu sang Khodam menghilang kembali ke rumah Ustadz Ahmad. Dia memantau dari luar yang tidak terlihat oleh mata yang bisa melihatnya.


Ternyata dugaan Khodam itu benar, iblis itu mengendus ke arah rumah Ustadz Ahmad. Sang Khodam langsung membuat pagar ghaib untuk melindungi rumah itu. Iblis itu melihat sang Khodam sedang menghalanginya.


"Kau lagi.....," geram iblis itu.


"Jangan ganggu keluarga itu. Kalau tidak kau akan berurusan denganku dan penguasa jin," ucap Khodam itu aura dinginnya.


"Hahahaha, kau mengancam ku....!" ucap iblis itu dengan suara menggema.


"Tentu, karena kau akan berurusan denganku," balas Khodam itu.


"Hahaha," lagi-lagi iblis itu tertawa terbahak mengejek. "Aku tidak takut. Kita sama-sama dari bangsa ghaib yang memiliki kekuatan dahsyat. Aku tidak akan menyerah," ucap iblis itu. Lalu iblis itu menyerang sang Khodam dengan pedang apinya.


Iblis itu menebas tubuh Khodam itu, namun perisai pelindung sang Khodam muncul menyelimuti tubuhnya. Kemudian Khodam itu mengeluarkan pedang berkilau biru dengan ujung pedang bergambar bulan sabit, Khodam itu pun menghunuskan ke jantung iblis itu. Tiba-tiba iblis itu berubah jadi asap hitam lalu menghilang.


"Aku akan kembali saat bulan purnama, aku akan membuat dia menjadi santapanku.....!" teriak iblis itu dengan suara menggema.


Sang Khodam tau apa maksud iblis itu. Malam bulan purnama iblis itu akan mendapatkan persembahannya lewat pengikut setianya yang rela memakan darah janin. Karena jiwa pengikutnya sudah menjadi milik iblis itu, sehingga kekuatannya pada malam itu akan menjadi luar biasa. Lalu sang Khodam menghilang masuk ke dalam rumah Ustadz Ahmad.


"Apa yang terjadi di luar?" tanya Kakek tua tiba-tiba. Dia melihat kejadian itu di luar tadi. Tapi Kakek tua tidak ingin mencampurinya. Dia menunggu sang Khodam yang akan menemuinya.


"Iblis itu musnah sesaat, tapi dia akan kembali pada malam bulan purnama nanti. Apa yang akan kita lakukan untuk menghentikannya menyatu dan mendapatkan tumbal terakhirnya?" tanya sang Khodam.


"Ini menyangkut keluarga nak Zain. Tapi saat ini dia tidak mau datang ke sini. Ntah sampai kapan dia menghindar," jawab Kakek tua sambil menatap sang Khodam.


"Ya ntah sampai kapan dia menghindar. Sepertinya dia masih belum bisa menerima kenyataan tentang Meka. Kalau seperti ini terus, saya takut Meka akan mengalami keguncangan hati dan itu berakibat ke janin dalam kandungannya," ungkap sang Khodam.


Kakek tua menatap tajam dan menelisik wajah sang Khodam.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu dengan janin Meka? Kenapa dia mengkhawatirkannya?" bathin Kakek tua yang terus menatap tajam ke Khodam itu.


__ADS_2