Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 275


__ADS_3

"Tok tok tok, Nyonya Puteri, makan malam sudah di siapkan," ucap Bibi memberitahu.


Puteri berjalan menghampiri si Bibi. Dia membuka pintu kamarnya dan melihat Bibi masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Bibi bisa memanggil yang lainnya minta mereka kumpul di ruang makan. Saya akan segera ke sana," suruh Puteri.


Sementara Mona memikirkan cara bagaimana cara iblis itu untuk mengambil janin-janin itu agar terlihat seperti kecelakaan. Akhirnya Mona memiliki ide buat mengambil tumbal iblisnya.


"Tok tok tok, Mbak Mona ayo makan malam sudah di siapkan," ucap si Bibi memberitahu.


"Iya Bi," sahut Mona dari dalam kamarnya.


Lalu si Bibi juga memanggil Nina dan suaminya untuk ikut bergabung makan malam.


Mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam.


"Wah lezat nih makan malamnya," ucap Mona dengan wajah lapernya saat melihat hidangan di atas meja makan.


"Ayo silahkan di makan," ajak suaminya Puteri.


Mereka menikmati makan malam dengan ngobrol. Puteri dan Nina merasa senang karena bisa berkumpul sama sahabat mereka Mona.


"Put, Nina, gw mau jalan keluar cari jajanan. Kayaknya enak juga nih beli martabak atau apalah buat kita kumpul," ucap Mona sengaja memancing kedua sahabatnya.


"Wah boleh juga itu. Ayo Mas kita keluar jalan-jalan. Aku jadi pengen makan sate ayam nih," balas Puteri dengan antusias.


Sementara Nina hanya diam dan tak berani berkomentar.

__ADS_1


"Lo gimana Nin, mau gak jalan-jalan keluar?" tanya Puteri.


"Mmm aku ngikut aja deh sama kalian. Mana tau ada yang pengen aku beli juga," balas Nina.


"Kalau begitu setelah selesai makan kita akan keluar, gimana?" tanya Mona bersemangat.


"Wah boleh juga tuh," balas Puteri.


Mereka berdua tidak tau kalau ini adalah rencana Mona untuk mendapatkan bayi-bayi kecil di dalam rahim mereka.


Setelah mereka selesai makan malam bersama, Mona dan yang lainnya bersiap-siap untuk jalan-jalan ke luar.


Mona yang berada di dalam kamarnya memanggil iblis itu.


"Malam ini kau mendapatkan dua janin sekaligus. Dan kau harus memberiku kecantikan yang mampu membuat laki-laki itu langsung bertekuk lutut," ucap Mona dengan wajah puasnya.


"Teentuu aakuu aakaan meembuuaat laakii iitu beerteekuuk luutuut," balas iblis itu.


Setelah Mona berbicara dengan iblis itu, Mona keluar dari dalam kamarnya menuju kamar Puteri.


"Tok tok tok, Put, aku sudah siap. Aku akan menunggu kalian di ruang tengah ya," ucap Mona.


Lalu dia meninggalkan kamar Puteri dan berjalan ke arah ruang tamu.


"Rasanya aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Zain lagi. Aku jadi penasaran apakah dia akan langsung tertarik denganku," gumam Mona.


Tiba-tiba pundak Mona di tepuk dari belakang. Mona kaget dan sedikit ketakutan. Tubuhnya menjadi kaku, Mona berpikir kalau di rumah sepupunya ada hantunya.

__ADS_1


"Hei Mona..," tegur Nina yang heran melihat tubuhnya yang kaku seperti patung.


Mona membalikkan badannya dan wajahnya kesal melihat Nina.


"Nina....., aku kira hantu. Kamu ngagetin aku aja sih," bentak Mona gak suka.


"Habis kamu ngomong sendiri. Emang apanya yang langsung tertarik?" tanya Nina menyelidik.


"Eh, itu si Mas Zain, apakah dia akan tertarik lagi sama aku di saat dia jauh dari wanita itu," kilah Mona yang gelagapan.


"Kamu ini masih juga mengharapkannya. Kayak gak ada laki-laki lain aja yang lebih tampan. Apa mau aku carikan?" tanya Nina menawarkan dirinya.


"Gak usah, kamu gak perlu repot-repot nyariin aku untuk menggantikan Mas Zain. Aku hanya ingin menunggunya dan gak mau sama yang lain. Aku hanya mau sama Mas Zain doang," jawab Mona tegas.


"Ada apa sih kok rame banget. Lagi bahas siapa?" tanya Puteri yang baru saja tiba.


"Biasalah Mas Zain, idola Mona," jawab Nina santai.


"Ih Mona, kamu kayak gak punya laki-laki lain aja. Kalau mau biar aku minta Maas ku buat nyariin gimana?" tanya Puteri yang juga menawarkan diri.


Kemudian Mona dan yang lainnya masuk ke dalam mobil Puteri yang besar. Suaminya Puteri yang membawa mobil dan Puteri duduk di sampingnya. Sementara Mona dan Nina serta suaminya duduk di bangku belakang. Mobil pun segera melaju ke jalan raya.


Mereka tidak menyadari bahaya yang akan di hadapi kecuali Mona.


"Lakukan dan ambil tumbal mu...," bathin Mona menggeram.


Saat suaminya Puteri asyik ngobrol sama istrinya, tiba-tiba bayangan hitam muncul di hadapannya dan hanya dia yang bisa melihatnya. Lalu karena ketakutan suaminya mengerem mendadak hingga tabrakan beruntun terjadi. Dan benturan pun terjadi di dalam mobil mereka yang mengakibatkan tubuh Nina terhempas ke depan dan kepala Puteri membentur dashboard depan lalu pingsan.

__ADS_1


Akhirnya kemacetan pun terjadi. Mereka semua pingsan kecuali Mona. Lalu di depan mata Mona, iblis itu mulai menghisap janin yang ada di dalam perut Nina dan Puteri. Darah berkeluaran dari goa mereka masing-masing.


Mona yang melihat itu semua tidak merasa jijik dan takut. Lalu Mona berpura-pura pingsan agar tidak di interogasi.


__ADS_2