Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 93


__ADS_3

Setelah Meka meminum air putih pemberian umi Zafirah, Meka merasa lega dan dan lebih tenang.


"Terima kasih Umi," ucap Meka.


"Sayang, kenapa lama sekali di dalamnya? Apa yang terjadi?" tanya Zain penasaran.


"Iya Mek, Deon dan Mamanya gimana? Kenapa ditinggal di dalam?" Isna ikut bertanya.


"Rukiyah nya sudah selesai Mas, hanya saja Mamanya Deon tadi sempat pingsan karena banyak energi yang terkuras," jawab Meka.


"Terus Deon gak apa-apa kan Mek?" Isna merasa khawatir dengan kekasihnya.


"Tenang Na, dia masih aman dan lagi menemani Mamanya. Kita tunggu aja ya disini."


Isna menganggukan kepalanya. Lalu dia beralih menatap kearah pintu menunggu dengan harap-harap cemas.


"Syukurlah sudah selesai. Bapak bisa membantu mengeluarkan jeratan iblis dari tubuh Mamanya nak Deon," ucap Umi Zafirah tiba-tiba.


"Iya Umi, saya juga sempat khawatir karena Ustadz sampai mengeluarkan darah dari sini Umi," Meka menunjukkan bibirnya.


"Ya Allah, sebegitu lamanya Mamanya nak Deon menjalani kehidupan dalam jerat iblis itu sehingga sulit untuk membantunya lepas dari jerat itu," ungkap Umi Zafirah.


"Ya Umi, jerat iblis ini sudah dilakukan dari turun temurun oleh keluarga Deon. Syukurnya Mamanya Deon mau memutus rantai jeratan itu," sambung Meka.


Tak berapa lama mereka berbincang, dari arah pintu keluarlah sosok yang ditunggu. Mamanya Deon keluar dari ruangan itu bersamanya dan dibelakangnya ada Ustadz Imron dengan senyum mengembang.


Meka dan Isna langsung berdiri dan menghampiri Mamanya Deon membantu untuk membawanya duduk di sofa.


Meka bisa melihat wajah dari Mamanya Deon yang terlihat berbeda dari yang tadi. Wajah yang terlihat lebih hidup, semangat dan auranya lebih cerah dibanding dengan yang dilihat Meka sebelum di ruqyah.


"Gimana De, apa keadaan Mama Lo sudah membaik?" tanya Meka.


"Alhamdulillah nak Meka, Mamanya nak Deon bisa ditolong atas izin Allah SWT. Walaupun tadi setelah nak Meka keluar sempat terjadi hal yang tak terduga," ucap Ustadz itu yang langsung menyahut pertanyaan Meka.


"Maksud Ustadz apa ya?" tanya Meka dengan melirik kearah Deon dan Mamanya.


"Ya, tadi setelah nak Meka keluar dari ruangan, Mamanya nak Deon pingsan, ternyata saat itu iblis yang digunakan keluarga nak Deon ingin membawa jiwa Mamanya Deon sebagai tumbal terakhir karena tidak bisa memberikan apa yang diinginkannya. Dan Alhamdulillah atas izinnya, saya dan dibantu dengan Khodamnya nak Meka bisa mengembalikan jiwa kembali ke tubuh Mamanya Deon," terang Ustadz itu.

__ADS_1


Meka mengucapkan rasa syukurnya berulang kali atas terlepasnya Mamanya Deon dari jerat iblis itu.


"Saya juga mengingatkan terhadap Ibu, agar senantiasa melaksanakan sholat lima waktunya dan teruslah berdo'a meminta perlindungan dari Allah SWT, insyaallah iblis itu tidak akan kembali lagi," sambung ustadz itu.


"Iya Ustadz, saya sangat berterima kasih, Ustadz mau membantu saya keluar dari jeratan ini. Saya akan memperbaiki diri saya Ustadz dan bertaubat menjadi lebih baik Ustadz," Mamanya Deon tiba-tiba menyela percakapan mereka.


Mamanya Deon menundukkan wajahnya karena merasa malu akibat perbuatan keluarganya yang menggunakan iblis demi kenikmatan dunia yang sesaat. Dia tidak berani menatap kearah Ustadz itu dan anaknya Deon.


"Ma, semua sudah berakhir. Kita buka lembaran baru lagi Ma berdua. Biar Deon yang nanti bekerja untuk Mama," ucap Deon yang sangat menyayangi Mamanya.


"Iya sayang, Mama bersyukur memiliki anak seperti kamu. Mama minta maaf ya karena tidak pernah memperhatikanmu selama ini sehingga kamu hidup tanpa kasih sayang dan perhatian Mama," ungkap Mamanya Deon yang merasa sangat bersalah.


"Jangan berkata seperti itu Ma, Deon ikhlas atas apa yang Deon terima. Mudah-mudahan kita bisa memperbaikinya mulai saat ini dan seterusnya," balas Deon.


"Alhamdulillah ya, Mamanya Deon bisa terlepas dari jeratan iblis, ya Pak. Ayo silahkan diminum dulu tehnya Meka, Pak zain, Isna dan Deon serta Ibunya Deon," ucap Umi Zafirah yang keluar dari arah dapur dan menghidangkan teh manis hangat serta beberapa cemilan diatas meja.


"Ah gak usah repot-repot Umi Zafirah," balas Meka yang merasa sungkan atas perlakuan hangat dari keluarga Ustadz itu.


"Nggak apa-apa nak Meka, ayo diminum dulu, mumpung masih hanget," suruh Ini Zafirah.


"Oh ya Meka, saya melihat ada sosok ghaib yang sedang mengikutimu," ungkap Ustadz itu.


"Dia ada di depan sana. Dan tak berani masuk ke area rumah saya."


Isna dan yang lainnya ikut terkejut mendengar penuturan Ustadz itu. Mereka ketakutan karena ternyata ada sosok yang mengikuti Meka dan itu artinya juga mengikuti mereka.


"Ustadz, saya sebagai suaminya Meka, sangat khawatir dengan sosok kiriman itu," ucap Zain tiba-tiba.


"Ya, memang benar dia sosok kiriman dari seseorang yang ingin menjauhkan Meka dari Pak Zain. Semoga Allah SWT selalu melindungi kalian berdua. Berhati-hatilah Meka, karena mahluk berbulu itu sangat menyukaimu, kecuali orang yang membuat perjanjian itu meninggal, sebagai tumbalnya sendiri menggantikan nak Meka," jelas Ustadz itu.


Deon dan Isna hanya diam saja mendengar penjelasan Ustadz itu. Mereka mengerti siapa orang yang melakukannya. Itu artinya Shinta akan berakhir hidupnya sebagai tumbal Iblis itu akibat perbuatannya sendiri. Isna dan Deon saling berpandangan, ada rasa kasihan dan bercampur dengan kesedihan. Bagaimana tidak, Shinta adalah sahabat mereka sejak masuk kuliah sampai kemaren. Semua harus berubah karena ambisi Shinta yang ingin mendapatkan Dosga mereka.


"Iya Ustadz, saya akan selalu berhati-hati. Terima kasih atas pemberitahuan Ustadz tentang sosok itu," ucap Meka tulus.


"Saya juga mau menyampaikan sama Pak Zain bahwa anda harus percaya terhadap istri apapun yang terjadi. Karena apa yang anda lihat terkadang belum tentu itu benar. Jadi lebih baik saling mendukung dan percaya," ucap Ustadz itu yang memberikan nasehatnya.


"Iya Ustadz, terima kasih atas nasehat Ustadz," balas Zain dengan tulus.

__ADS_1


"Ustadz, apakah saya bisa belajar mengaji disini?" Tiba-tiba Mamanya Deon berbicara.


"Tentu Bu, anda bisa belajar mengaji dengan istri saya setiap hari saat menjelang sore," ucap Ustadz Imron.


"Baik Ustadz, saya akan datang kesini belajar mengaji."


"Alhamdulillah, semoga kita semua terhindar dari godaan syaiton dan mahluk ghaib lainnya."


"Aaamiiin Ustadz," jawab mereka berbarengan.


"Baiklah Ustadz, kalau begitu kami pamit dulu. Karena ini sudah mau sore. Dan terima kasih atas bantuan Ustadz untuk membantu Ibu dari Deon," ucap Dosga mereka.


"Maaf Ustadz, apakah boleh saya disini dulu sore ini untuk belajar mengajinya?" Mamanya Deon tidak ingin pulang dulu, dia ingin langsung belajar mengaji dengan Umi Zafirah.


"Oh boleh sekali Bu. Kami dengan senang hati menerimanya," jawab Ustadz Imron.


"Terima kasih Ustadz."


"Kalau Mama disini sampai sore, berarti Deon akan menemani Mama disini juga." Deon tidak mau meninggalkan Mamanya sendirian.


"Makasih sayang, bukannya lebih baik kamu istirahat di rumah bersama teman-teman kamu nak!" seru Mamaya.


"Gak apa Tante, biar saya dan Deon yang menemani Tante disini," Isna ikut menimbrung obrolan mereka.


"Pak Zain, Mek, kalian duluan aja kembali ke Apartement ya. Kami nanti menyusul setelah selesai Mama mengaji dulu sama Umi Zafirah," ucap Deon yang meminta Meka duluan pergi dari sini.


Deon menyuruh Meka dan Pak Zain kembali ke Apartemen terlebih dahulu. Karena Deon ingin memastikan keadaan Mamanya setelah ruqya. Jika memang keadaannya tak mengkhawatirka, maka Deon akan membiarkan Mamanya melangkah sendiri.


"Berarti nanti kalian pulang bareng Mamanya Deon ya?" tanya Meka.


"Iya nak Meka. Nanti Deon pulang bareng saya. Tante mau ngucapin makasih banyak ya sama nak Meka dan suaminya. Kalau tidak karena kebaikan nak Meka, Tante gak tau lagi harus bagaimana. Deon sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian," ucap Mamanya Deon dengan tulus.


"Saya hanya membantu Deon sebisa mungkin Tante. Kalau memang Tante dan Deon serta Isna disini, kami pulang duluan."


"Iya nak Meka gak apa-apa," jawab Mamanya Deon.


"Oh ya Mek, mungkin gw dan Mama serta Isna akan mengantar Mama ke rumah eyang di Semarang. Besok baru kembali ke Jogja. Sekalian nemani Lo ngurus tentang yang kemaren," ucap Deon sambil mengedipkan sebelah matanya memberi kode.

__ADS_1


Deon tidak ingin Mamanya tau dan merasa khawatir jika dia sedang membantu Meka untuk mengurus masalah mahluk halus yang meminta bantuan Meka.


__ADS_2