
Arsya dan gisel menikmati waktu mereka dengan canda tawa dan kemesraan. Sedangkan aletta memilih berada dikamarnya.
"sudah sudah ayo masuk aku dingin disini... " ucap gisel.
"benarkah aku bisa berikan kehangatan, bisa lebih juga tak apaa angap saja bonus. " ucap arsya mengoda.
"iss apa sih, udah lah ayo. Dari tadik aku tak melihat aletta.. " ucap gisel.
Gisel lantas menarik tangan arsya, menggandeng nya masuk kedalam rumah.
"alee... maaf aku, aku tadik dari taman jadi... " ucap gisel kikuk.
aletta yang melihat gelagat sahabat nya itu lantas tersenyum.
"gak papa aku juga baru turun, laper mau makan. kamu mau makan apaa... " ucap aletta.
"emzz gimna kalau bikin seblak ajaa kayak nya enak deh, udah lama kita gak bikin. " ucap gitu atussias.
gisel menatap arsya dan aletta bergantian memintak persetujuan dari mereka.
"aku terserah kamu saja... " ucap arsya.
arsya meninggal mereka ke meja makan, menunggu hasil dari masakan nya.
"yukk kayak nya bahan semua ada di kulkas. " ucap aletta.
merak mulai meracik dan menyiapkan kan semua alat dan bahanya. sesekali canda tawa menjadi penghias mereka.
"kau bisa tertawa lepas seperti itu aletta. " batin arsya.
arsya menatap aletta dalam, baru kali ini arsya mendengar dan melihat aletta seceria itu.
Aletta tak sengaja beradu mata dengan arsya, mereka saling betatapan sesaat.
"awas alee panas... nie sosis sama kepala ceker ayam nya.. " ucap aletta.
aletta lantas tersadar dan membuang muka.
setelah lima belas menit makan pun matang dan mereka menata di atas meja makan.
"heeemmz bauk yaaa pedes banget... " ucap gisel.
"iyaa abis makan awas sakit perut. " ucap arsya memperingati gisel.
"iyaaaaaaaaaaaa." balas gisel.
aletta merasa ada yang aneh pada hati nya, saad arsya dan gisel saling bermesraan.
"selamat makan semua... " ucap gisel.
mereka makan dengan ramai dan saling bercanda.
ini juga pertama kali untuk aletta melihat arsya becanda dan tertawa riang. Dan dia juga senang melihat gisel sebahagia itu, walaupun ada yang mengganjal dihatinya melihat mereka.
sesekali arsya melihat ke arah aletta. mencuri pandang adik tirinya itu, arsya merasa hati nya menghangat melihat aletta tertawa.
"bagaimana jika kita menonton film horror? kan sudah lama gak nonton kan ale..? " ucap gisel
__ADS_1
"emzz boleh... " ucap aletta.
akhirnya mereka Menghabiskan makan lalu mencuci dan bergegas menuju televisi.
"niee susu hangat dan pop corn. " ucap aletta.
"memang mau nonton film apa sie? " tanya arsya.
"Conjuring" ucap aletta dan gisel bersamaan.
mereka tertawa bersama.
"ok siap tunggu aku siap kan dulu... " ucap arsya.
Entah sejak kapan mereka begitu hangat selayaknya saudara.
"udah selesai Abil posisi sendiri... " ucap arsya menarik gisel duduk disamping kiri dan aletta disamping kanan nya.
"emm loo duduk di samping gisel saja.. " ucap arsya canggung.
"loh kenapa? gak papa lah nanti kalau aletta takut kan bisa meluk lengan kak arsya. gak papa kalian kan saudara. " ucap gisel.
aletta dan arsya nampak diam saling pandang, akhirnya mereka duduk bersebelahan. membuat arsya atau pun aletta salah tingkah dan canggung. ini kali pertama merka duduk di satu tempat yang sama dan berdekatan.
film dimulai dan membuat gisel mendekati ke arsya, sedangkan aletta nampak bingung dengan situasi begini.
"ih serem.. " ucap gisel bersembunyi di lengan arsya.
aletta yang juga sama sama penakut lantas tak sengaja mendekati ke arsya.
tanpa sengaja saad arsya menoleh dan aletta mendekat.
keduanya terdiam.
di kediaman mereka gisel membuat mereka kembali sadar ke dunia nyata.
"udah ah aku ngantuk.. " ujar gisel.
"emmz iyaa, tidur lah sudah malam juga.. " ucap arsya.
"kamu belum mau tidur, masih mau disini... " ucap gisel
"iyaa sebentar lagii mimpi indah.. " ucap arsya mengecup kening gisel.
"aleee.. kok bengong mau tidur atau masih disini ajaa... " tanya gisel.
"aku ikut.. ayoo tidur. " ucap aletta
mereka berdua pergi tidur,meninggal kan arsya sendiri dengan pikirannya.
"kenpa dengan jantungku... " ucap arsya.
arsya memegang dada nya, lantas mengacak rambutnya.
gisel nampak sudah berada di alam mimpinya. aletta sendiri masih memikirkan bayak hal, waktu sudah berada diangkat 02.25 wib. Namun mata nya masih engan terpejam, aletta memutuskan pergi turun untuk minum air.
gelap tak terlihat apa pun, aletta jugaa berpikir mungkin arsya juga sudah tidur.
__ADS_1
saad berbalik aletta malah menabrak dada bidang arsya, aletta yang tinggi ya hanya berada didada arsya nampaknya membuat lehernya lelah melihat siapa yang ditabrak nya.
"maaf aku tak sengaja.. " ucap aletta singkat.
aletta ingin pergi namun arsya nampak menahan tangan nya, lantas memojokan dirinya di dinding dapur.
"kau mau apaaa haaa, minggir.. " ucap aletta
"kau sendiri yang selalu mengoda ku, apa maksudku menciumku di saad gisel tak melihat... " ucap arsya.
"dengar itu hanya kecelakaan, aku juga tak sudi menciummu. " ucap aletta berusaha menjauh dari arsya.
arsya lantas mengunci tangan Aletta diatas kepalanya.
"apa kau serendah itu ingin aku mencium mu.. " ucap arsya.
"ak.. uu... " belum sempat Aletta menjawabnya, arsya sudah dulu membungkam mulut Aletta dengan bibirnya.
"kenyal dan manis entahlah, bibir ini akan jadi candu untuk ku. " ucap arsya.
Aletta nampak memberontak saad arsya dengan sengaja menciumnya dan bermain dengan bibirnya.
arsya melepaskan Pangutan nya pada bibir Aletta, membuat Aletta bisa bernafas lega.
arsya melepaskan tangan Aletta dan mengelap sisa sisa saliva nya pada bibir Aletta.
"cukup manis Terima kasih. " ucap arsya meninggal Aletta.
Aletta terdiam sejenak, memandang bibinya dengan perlahan entah lah walaupun dia menolak tapi tubuh nya berkata lain.
tanpa mereka sadari gisel berdiri diambang anak tangga, melihat mereka dan mengusap air matanya.
"apa aku hanya mimpi, aku berharap semua hanya mimpi. bagimana kalian bisaa... " ucap gisel lirih.
gisel naik ke atas kamar, berpura-pura tak tahu menahu.
cek lek
Aletta membukak pintu dan naik ke atas ranjang nya, dia tak tahu bahwa gisel melihat semua nya.
Aletta sibuk dengan pikiran dan juga perasaanya. perasaan yang begitu hangat, dan juga perasaan panas saad melihat gisel dan arsya bersama.
pikiran nya itu membuat Aletta lelah lalu tertidur.
ting
pesan masuk di ponsel gisel.
"hey kenpa whatsapp mu masih online... " tanya arsya
"aku belum tidur... " balas gisel.
"kenapa... apa ada yang menggangu pikiran mu. " tanya arsya.
"tidak ada, kamu kenpa belum tidur. " balas gisel.
"aku belum mengantuk. "
__ADS_1
tak ada balasan dari gisel, dia teringat akan kejadian didapur tadik membua hati nya memanas.
"mungkin ini yang aku rasakan, kalau kamu berada dekat dengan ku tapi kamu berasa jauh arsya. " batin gisel.