Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Balasan Untuk Perbuatan Mu


__ADS_3

Aurora dibawa paksa oleh para polisi yang sudah berada disana sedari tadi tanpa paksaan walaupun awalnya dia begitu menolak namun kemudian dia tetap mengikuti langkah polisi itu.


Zahra dan Gresia menatap kepergian Aurora dengan sedih dan juga kecewa karena perbuatan nya itu benar-benar tidak bisa dimaafkan, bulir bening menetes di pipinya.


Penyesalan hanya lah penyesalan yang tiada arti apa pun untuk kelangsungan hidupnya di kemudian hari, Aurora menyesal kenpa tidak dari awal dia mengatakan semua itu tapi malah menyembunyikan semua hal besar itu.


Luka hati nya tidak sebanding dengan luka yang dirasakan oleh Andre dan juga saudara nya yang lain yang begitu terkejut dan juga kecewa dengan semua hal yang telah di lakukan oleh Aurora.


"Aku harap kamu bisa merenung kan semua kesalahan mu itu Aurora. " Ucap Gresia sebelum Aurora masuk kedalam mobil.


Matanya sendiri dan buliran demi buliran mengiringi kepergian nya dari rumah dimana dia dibesarkan dengan kasih sayang dan juga cinta, namun dalam sekejap semua itu sirna dengan kesalahan nya sendiri.

__ADS_1


"Apa tidak ada orang yang merasa sedih akan kepergian ku.. " Batin Aurora masuk dan hanya menatap kedua saudara nya yang menatap nya tanpa ekspresi.


Mobil melaju dengan cepat meninggalkan rumah keluarga Andre diikuti oleh Leo dan juga Willi dibelakang mereka, Leo tak bisa berbuat apa pun karena jika dia menengahi semua masalah itu tidak akan selesai malah akan bertambah rumit.


"Aku tak habis pikir bagaimana bisa kamu melakukan semua ini Aurora, gadis kecil yang lugu dan selalu mengalah bisa melenyapkan seseorang. " Gumam Leo sembari fokus menyetir mobilnya.


Setelah perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan kantor polisi yang cukup ramai para polisi segera membawa Aurora turun untuk segera di interogasi, sekilas Leo menatap Aurora dan rasa tak tega menyergap perasaannya.


Mau bagimana pun dia tetap saudaranya dan mereka pernah bersama dan saling berbagi kebahagiaan dan juga kasih sayang pada ibu yang sama, hatinya bergetar menatap Aurora yang berjalan beriringan dengan para polisi.


"Tidak semua itu pak Willi anda tahu bahwa kami sudah bersama sejak kecil melihat nya dalam kesulitan membuat ku mereka gagal menjadi seorang kakak, walaupun dia memang salah. " Ucap Leo sendu.

__ADS_1


"Saya paham tapi ini bukan tentang persaudaraan kalian saja tapi tentang keadilan tentang kematian seseorang. " Gumam Willi pergi meninggalkan Leo*.


Bejalan masuk melihat seorang polisi sedang Menintrogasi Aurora yang nampak tidak baik baik saja, beberapa kali pertanyaan dari polisi tidak dia jawab entah apa yang sedang dia pikirkan.


"*Baiklah buk Aurora saya pikir sampai disini dulu pembicaraan kita, untuk sementara ibu akan tinggal bersama dengan para tahanan lain dipenjara ini. " Ucap Polisi wanita itu memanggil teman nya.


"Silakan bawa gadis ini untuk masuk kedalam sel wanita yang sudah di siapkan. " Ucapnya tegas*.


Kemudian polisi itu menggandeng tangannya untuk mengikuti nya menuju sel wanita yang sudah terisi oleh beberapa tahanan wanita yang sudah lama disana, Leo mengawasi dirinya dari kejauhan sedangkan Eilly berada dekat dengan Aurora.


Aurora masuk kedalam sel tahanan itu menatap Willi dan polisi yang sudah pergi menjauh, menatap sekeliling nya yang hanya berukuran 3x 5 m dan ditempati Oeh 5 orang wanita termasuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"*Ini buah dari perbuatan mu sendiri Aurora, aku berharap kamu bisa merubah sifat burukmu. " Ucap Willi meninggalkan Aurora yang sedih.


"Tidak aku tidak mau disini... Lepaskan aku kak Leooooo lepaskan aku... " Teriak Aurora mengema sepanjang selnya*.


__ADS_2