Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Pak Richard


__ADS_3

Sesampai nya aletta dan kinan di perpustakaan.


"Yuk masuk... nanti biar kau cariin semua buku ya. " ucap kinan.


"Iyaa Terima kasih kinan. " ucap aletta


Perpustakaan sma citra 12 benar benar besar dan semua buku terlihat lengkap dan rapi. Bayak anak anak yang berada di perpustakaan ini.


"Kinan... sini kamu...! " Ucap pak Richard.


"Guru itu lagi ya ampun, jantung jangan berdegup terlalu keras.... " batin aletta.


"Yukk ah ke sana udah ditunggu pak Richard. " ucap kinan.


Aletta berjalan beringin dengan Kinan, dan menunduk kan kepala nya.


"Ini buku untuk aletta, kamu kasih semua dan kamu ajari siapa tahu dia kurang paham. " ucap pak Richard ketus.


"Ok pak siap. " ucap kinan Rama.


"Pak Richard masih muda tapi sudah bisa sukses ya... " ucap aletta.


"Hemat iya Pak Richard adalah incaran para wanita disekolah ini, termasuk aku heheh... " ucap kinan sembari bersandar di rak buku.


" Kamu ini ada ada aja deh kin... " ucap aletta.


Mereka mengobrol bayak hal, tentang kinan tentunya dan juga pak Richard.


"Oh iya letta.. kamu sama axcel itu ada hubungan apa? kenapa nyokap nya axcel masukin lo kesini. " tanya kinan saad mereka keluar dari perpustakaan.


" Ehh udah beli masuk yuk nanti telat... " ucap aletta.


Merak masuk kedalam kelas. Aletta sadar bahwa ponselnya tertinggal di perpustakaan, buru buru berlari ke perpus.


"Uhh untung masih ada kirain hilang.. " ucap Aletta.


Saad akan pergi Aletta mendengar suara Axcel sedang berbicara.


"Seperti suara Axcel... " batin Aletta.


Saad dia mencari asal suara ternyata benar itu Excel dan pak Richard.


Excel sedang berpelukan dengan pak Richard, Aletta terkejut bukan main.


"Excel dan pak Richard? apa mereka.... " ucap Aletta.


"Dengar kak aku gak suka kamu dekat dengan bu Dewi..., aku cemburu... " ucap Excel.


Excel mengerucutkan bibinya dan membuat pak Richard tertawa.


"Tenaga saja hati dan tubuh ku hanya untuk mu... " ucap Richard.


Aletta menutup mata nya saad tau mereka berciuman. Membuat Aletta buru buru pergi, namun Aletta malah menumbur meja dan menimbulkan suara gaduh.


"Siapa disana... " ucap Richard.

__ADS_1


Dengan buru buru aletta pergi menuju kelasnya.


Untung saja didalam kelas belum ada guru.


tak lama setelah itu jam sekolah usai.


"Dah Letta.... " ucap Kinan.


Aletta hanya tersenyum menanggapi sahabat baru nya itu.


Aletta berjalan pulang kerumah.


Tin.. tin..


Suara klakson montor sport milik Arsya.


"Naik.. " ucap Arsya dingin.


Aletta temenung dia berpikir apa sedang bermimpi, namun terasa nyata.


"Lo mau jalan kaki sampai rumah, mau sampai jam berapa bodoh. " ucap Arsya penuh penekan.


"Ah emm. mm iya kak maaf, aku kira aku Mmm... umm.. " ucap Aletta terputus.


"NAIK... " bentak Arsya.


Dengan takut aletta naik ke jok belakang montor Arsya, tak sengaja Aletta memeluk pinggang Arsya.


Arsya melajukan montor nya dengan kencang, membuat Aletta semakin mengencangkan pelukan yang pada arsya.


"Sudah sampai turun.. " ucap Arsya.


Aletta dengan gemeteran turun dari atas motor Arsya.


Masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.


"Dasar gadis bodoh.. " ucap Arsya.


Ada senyum tipis disudut bibirnya.


"Arsya... kamu ngapain. " ucap Kauren.


Kauren merasa ada sesuatu pada anak nya itu.


"Mami... kapan mami pulang? Excel belum pulang...? " ucap Arsya menganti topik.


"Belum.. mami baru saja pulang. Kamu sama Aletta pulang bareng... " selidik Kauren.


"Tentu saja nanti dia berjalan kaki mau kapan sampai rumah. Lagian kerjaannya bayak... " ucap Arsya berlalu.


"Arsya... kerjaan apa maksud kamu nakk... " ucap Kauren.


"Tak ada yang gratis di dunia ini mi.. Apa lagi untuk anak dari wanita... " ucap Arsya terpotong.


"Jangan sebut nama nya Arsya... " ucap Kauren.

__ADS_1


Arsya terdiam lalu pergi ke dapur mengambil minum.


"Aletta aaaa... ngapainn dia dikamar tidur..." teriak Arsya.


"i.. i.. yaa kak maaf... " ucap Aletta.


"Mana makan siang ku... dasar anak tak berguna... " ucap Arsya marah.


"Arsya.... kamu apa apaan sih.. " bentak Kauren.


Bukkk


Lagi lagi Aletta terjungkal karna dorongan Arsya.


"Baru saja aku berpikir bahwa dia punya akal waras, ternyata aku salah. " batin Aletta.


"Bangun nak kamu gak papa kan..? " ucap Kauren.


Kauren dengan sigap membantu Aletta berdiri. kauren sedih melihat perlakuan Arsya pada Aletta. Walaupun kauren membenci Kirana tapi tidak pada Aletta. Anak itu bersalah yang salah adalah orang tua nya.


" Apa merak menyakitimu saad tante pergi.. " tanya Kauren.


"Tidak tan mereka baik.. Aku juga sudah masuk sekolah baru ku. Aku senang disana bertemu teman yang menerima ku. " ucap Aletta tersenyum.


"Syukurlah maaf kan anak tante, mereka anak baik hanya saja... " ucapan Kauren terpotong mengingat semua hal.


"Tante gak usah khawatir aku tak masalah dengan semua itu, aku sudah tante rawat saja aku Terima kasih. " ucap Aletta.


"Mamiiiii... kapan pulang... "Ucap Axcel.


Axcel barus aja pulang bersama Richard.


"Baru saja sayang... " ucap Kauren memeluk anak gadis nya.


"Tantee sehat... " ucap Richard.


"Sehat nak kalian dari mana saja baru pulang. " tanya Kauren.


"Jalan jalan mi.. " ucap Axcel.


Aletta yang melihat hanya terdiam, bayak pertanyaan di otak nya saad ini.


"Richard ini Aletta yang tante cerita kan. " ucap Kauren.


"Iyaa aku sudah bertemu dengan ya. " ucap Richard.


"Mau minum dulu biar aku bikinin. " tawar Axcel.


"Gak usah aku mau pergi.. Sampai jumpa besok. mari tante.. " Ucap Richard.


Richard pergi meninggalkan semua orang.


Bayak sekali pertanyaan diotak Aletta, namun dia tak berani bertanya. sebenarnya apa hubungan Axcel dengan Richard.


"Kenapa tante Kauren bilang dia bercerita tentang dirimu pada pak Richard. " batin Aletta.

__ADS_1


__ADS_2