
"Aku pergi yaaa, jaga diri dan kesehatan mu. " Ucap Andre mencium kening dan perut Alettha.
Alettha tersenyum memandang suaminya yang akan pergi jauh dari nya, hari ini Andre akan pergi agak lama ke Bandung menyelesaikan pekerjaan agar dia bisa menunggu Alettha saad dia melahirkan.
"Rumah ini terasa sepi Andre, tapi ini demi kehidupan kita semua. " Gumam Alettha mengelus perut buncit nya.
"Tania Tania, kemari lah... " Teriak Alettha.
Tania menghampiri Alettha dengan menggendong Aurora yang menangis.
"Iyaa buk ada apa? " Ucap Tania.
"Loh kenapa sayang kok menagis, aku mau ke supermarket Tania. " Ucap Alettha.
"Iyaa tadik abis mandi buk, ok buk ya sudah saya kembali ke kamar dulu ya buk permisi. " Ucap Tania.
Alettha tersenyum melihat Tania yang begitu telateni mengurus Aurora dan juga Zahra yang kini mulai tumbuh besar dan Aktif.
"Baik lah aku akan berangkat sekarang, keburu panas. " Ucap Alettha.
Alettha keluar mengendarai mobil nya menuju supermarket dekat dengan komplek rumah nya, sembari menunggu waktu agar tidak bosan.
Alettha turun dari mobilnya memasuki Supermarket dengan melihat lihat bayak barang, dia mendorong troli dan mengambil beberapa susu untuk Aurora dan Zahra tak lupa dia membeli bahan untuk di dapur.
__ADS_1
Alettha terus berkeliling melihat setiap sudut dan isi dari supermarket yang lumayan besar itu, saad dia mengambil sebuah sneak seorang anak kecil menabrak nya dan membuat sneak berjatuhan.
"Aww astaga pelan pelan saja... " Pekik Alettha.
Gadis kecil itu kemudian berbalik dan menolong Alettha yang kesusahan mengumpulkan sneak sneak itu.
"Maaf tante aku tidak melihat jika kau ada didepan mu. " Ucap nya.
Alettha mendongak melihat dengan jelas wajah cantik gadis kecil yang menabrak dirinya.
"Kau.. mirip seseorang nak.. " Ucap Alettha pada gadis berusia 15 tahun itu.
"Mirip siapa tantee, apa kita pernah bertemu sebelum nya? " Ucap nya.
"Alettha sayang.... " Teriak seorang.
Alettha menengok ke asal suara yang menyebut namanya, Alettha terkejut melihat Angel dan Arsya yang salah berpandangan.
Raut keterkejutan begitu nampak dimata mereka, mereka masih sama dan tidak berubah sam sekali.
Angel mendekati Alettha dan memeluk nya sembari menangis, Arsya menghapus air mata yang menetes di pipinya.
"Kamu kemana saja dek, kita semua mencar mu. " Ucap Angel.
__ADS_1
"Aku disini mbk gak kemana mana, aku rindu kalian semua. Apa kabar kalian? " Tanya Alettha.
"Kita baik sayang, kamu lagi hamil sekarang selamat nya. Alettha ini tante Alettha apa kamu lupaaa? " Ucap Angel.
Gadis kecil itu Nampak terkejut dulu dia melihat ku saad umur nya masih 5 tahun dan sekarang dia sudah tumbuh besar dan cantik.
"Tante Alettha aku kangen sama tante, kenapa tante pergi dari kita semua. " Ucap Alettha kecil.
"Tante disini gak kemana mana kok, sudah besar kamu sayang. " Ucap Alettha.
Alettha menatap Arsya yang terdiam membisu, menatap dirinya seperti tidak percaya bahwa itu benar Alettha gadis dimasa lalu nya.
Alettha mendekati nya dan memeluk Arsya dengan kerinduan mendalam, Alettha merasakan tubuh Arsya bergetar hebat. Isakan terdengar oleh Alettha.
"Aku sangat merindukan mu adik ku, kenapa kau menghilang begitu saja bahkan kau menikah tanpa mencari ku. " Ucap Arsya bergetar.
"Maaf kan aku kak, aku takut kehadiran ku akan membuat mu bertengkar lagi dengan istri mu. " Balas Alettha.
Alettha melepaskan pelukannya pada Arsya kemudian menghapus air mata dipipi Arsya, pria itu bayak berubah kini dia terlihat lebih mengemuk walaupun tubuh atletis dan wajah tampanya tidak luntur oleh waktu.
"Lihatlah dirimu kenapa sekarang segemuk ini haa, hey mbk Angel kau apa kan kakak ku? " Ucap Alettha.
Mereka berlanjut mengobrol di sebuah Care setelah berbelanja, saling bertukar nomor ponsel dan Alamat rumah. Mereka melepaskan kerinduan yang sudah sekian lama tak bertemu.
__ADS_1
Kini mereka jauh lebih baik lagi tiada rasa yang terlarang lagi diantara mereka, yang kini hanya kerinduan seorang kakak pada adik perempuan nya.