Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Kehancuran Gisel


__ADS_3

Alettha dan Boby berencana akan keluar ke kota mencari hiburan. Alettha begitu bersemangat dan penuh dengan kegembiraan, didalam mobil mereka bernyanyi gembira seperti sepasang kekasih.


"Kau tahu Boby, tubuh dan pikiran ku terasa begitu ringan. Seperti tak ada beban jika bersamamu. " Ucap Alettha bahagia.


Boby hanya tersenyum melihat Alettha begitu bahagia, dia fokus pada kendaraan dan jalanan yang ramai karena ini hari minggu. Mereka berkendara begitu pelan dan santai sembari menikmati hari mereka dengan damai.


Saad mata Alettha memandang seorang gadis dengan pakaian yang tak berbentuk lagi, dia mengamati gadis itu dengan jeli. Gadis itu mengingat kan Alettha pada seseorang.


"Gisel... " Ucap Alettha sempotan.


Boby lantas mengedarkan pandang nya ke mana Alettha menatap nanar pada seorang gadis di pinggir jalan raya itu.


"Benar itu Gisel. " Ucap Boby.


Boby dengan cepat menghentikan mobilnya dan menepikan di sebrang jalan yang sepi. Menatap Alettha yang segera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.


Boby menatap nanar pada gadis yang dulu dia pernah cintai, semua itu adalah perbuatan Alex. Boby sudah tahu keadaan Gisel tapi doa engan memberitahu pada Alettha hal sebenarnya.


Alettha memeluk erat sahabat nya itu, dia bahkan tak merasakan jijik Saad memeluk Gisel yang jika orang lain pasti tak sudi melakukan hal yang Alettha lakukan.


"Aku merindukan mu, kau kenapa Gisel. Ada apa dengan dirimu jawab aku, aku Alettha sahabat mu. " Ucap Alettha berderai air mata.

__ADS_1


Gisel nampak sangat memprihatinkan, dia tak secantik dulu rambutnya kusut wajahnya kotor dan pakaian nya tak layak lagi.


"Lepaskan aku dasar wanita pemuda,harusnya aku yang bahagia Saad ini bukan kamu. " Teriak Gisel marah.


"Maksudnya apa Gisel, ayo ikut dengan ku kita akan membersihkan dirimu. " Ucap Alettha menariknya.


Gisel berontak dari pegangan Alettha, dia tidak ingin ikut bersama dengan Alettha. Gisel mendorong Alettha samapai jatuh ke aspal yang kotor.


"Jangan jual aku, aku gak mau. Maafkan aku Alettha aku janji aku tak akan menggangu hidup mu. " Ucap Gisel pergi berlalu.


Boby yang melihat Alettha terjatuh lantas segera pergi menghampiri dirinya, membantu Alettha berdiri dan membersihkan tangannya yang kotor.


"Apa kau baik baik saja Alettha, seharusnya kau biarkan saja dia. Dia wanita gila dia bukan lagi Gisel yang kau kenal. " Ucap Boby


Boby sebenarnya tahu dari awal, tapi dia tidak mau dan tidak akan berani memberi tahu Alettha tentang Gisel.


"Kenapa kau diam saja, jawab aku Boby. " Ucap Alettha mendorong bahu Boby.


"Alex menjualnya pada seorang mami di bar barat, kau tahu Alex kan jika dia sudah marah apa pun bisa dia lakukan. " Ucap Boby menatap Alettha.


Luruh tubuh Alettha di pelukan Boby, tubuh nya benar benar lemas tak bertenaga. Dia tidak menyangkal kalau Alex akan menghancurkan sebuah masa depan seorang gadis.

__ADS_1


"Kenapa kau tak bilang padaku, harusnya itu tidak pernah terjadi Boby. " Ucap Alettha kecewa.


"Maaf kan aku, aku pun tak mau melakukannya. Anak buah Alex tidak hanya aku Alettha. " Jawab Boby.


Alettha menagis dipelukan Boby dia benar-benar hancur mendegar kisah hidup sahabat nya begitu menyayat hati, apa dia sebegitu berdosa hingga harus menerima cobaan seperti itu.


"Sebaiknya kita pulang saja, tak baik berpergian dengan kondisi seperti ini. " Usul Boby.


Alettha masuk kedalam mobil dengan langkah yang gontai, duduk menatap jalanan yang ramai. Tak ada lagi senyum diwajahnya dan tak ada lagi canda gurau diantara mereka.


Hanya keheningan yang terasa didalam mobil, mobil melaju meninggal kota yang ramai menuju Paviliu Boby yang sepi dan asri.


Perjalanan hanya di habiskan dengan keheningan diantara mereka, sudah 3 jam lamanya perjalanan dan mereka sampai di Paviliu dengan selama.


Alettha beranjak keluar dari dalam mobil Boby, diikuti oleh Boby yang menatap nanar wanita itu yang menyesali sesuatu yang tidak dia perbuat.


Rasa bersalah menghantui Alettha, dia bisa merasakan hancur nya sahabat nya itu. Alettha menangis di dalam kamarnya, terduduk di lantai marmer berwarna putih itu.


Dia terus saja merutuki dirinya sendiri atas kelakuan Alex pada Gisel.


"Andai aku tahu Gisel aku tak akan membiarkan semua ini terjadi padamu, andai aku... " Ucap Alettha terbata.

__ADS_1


"Sungguh jahat dirimu Alex, kenapa kau melakukan semua ini pada Gisel. " Teriak Alettha marah.


__ADS_2