
Boby terdiam di depan televisi menunggu Alettha keluar dari kamar, dia sangat takut menggangu Alettha yang sedang tidur. Boby tahu bahwa Alettha sangat terlalu dengan semua yang terjadi pada sahabat nya.
"Alettha apa kau akan marah padaku, apa kau akan membenciku juga. " Gumam Boby gusar.
Alettha turun dari lantai atas kamarnya, berjalan perlahan menuruni anak tangga. Alettha terlihat sudah mandi dan terlihat lebih fresh.
"Selamat pagi Alettha, aku pikir kau belum bangun. " Ucap Boby basa basi.
Alettha hanya diam tak menjawab ucapan Boby dia berjalan menuju dapur. Membuat dua gelas teh hangat dan membuat masi goreng.
Boby hanya diam memperhatikan Alettha yang sibuk sendiri, dia sangat takut untuk berbasa basi dengan Alettha. Keduanya hanya terdiam tak ada suara hanya terdengar suara alat masak Alettha.
Tak lama Alettha selsai memasak menata dua piring nasi goreng pada meja makan dan dua cangkir teh hangat. Alettha menatap Boby yang terdiam menatap nya.
"Makan lah aku akan makan di kamarku saja. " Ucap Alettha pergi berlalu.
__ADS_1
"Alettha... Apa kau marah padaku, sungguh aku mintak maaf" Ucap Boby.
Alettha hanya terdiam sejenak dan pergi berlalu dari hadapan Boby. Boby lantas sedih dengan sikap dingin Alettha, hal itu membuat nya terluka walaupun itu bukan lah salah nya.
Boby duduk dikursi menyantap nasi goreng dan juga teh hangat buatan Alettha. Rasanya begitu enak dan pas wlaaupun hati nya sedang tidak baik baik saja tapi dia tetap memasak dengan enak.
"Mau samapai kapan dia mendiamkan diriku, aku akan berbicara padanya setelah makan. " Gumam Boby lirih.
Boby menghabiskan makanan nya lalu mencuci piring dengan tenang, setelah selsai dia berjalan menuju kamar Alettha untuk menemui wanita itu.
TOK TOK TOK
Tak ada sahutan dari dalam kamar Alettha, Boby beranjak ingin pergi berlalu. Namun tiba-tiba Alettha membuka pintu dan menatap Boby dengan dingin.
"Ada apa mengetuk pintu kamar ku, apa kau butuhkan sesuatu. " Ucap Alettha ketus.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berbicara pada mu, aku mohon Alettha jangan mendiamkan diriku seperti ini. " Ucap Boby memelas.
"Untuk apa aku mendiamkan dirimu, aku baik baik saja dan tak terjadi apa pun. " Ucap Alettha ketus.
Boby terdiam kikuk, dia kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan Alettha.
"Dengar Alettha aku ingin kau kembali seperti dulu, jangan berbicara dengan nada dingin dan ketus pada ku. " Ucao Boby.
"Maksudnya apa sih, sudah lah aku mau istirahat. Tubuh ku terlalu lelah memikirkan semua hal yang bisa membuat ku gila. " Ucap Alettha menutup pintu.
Boby hanya terdiam menatap pintu kamar Alettha yang tertutup rapat, dia masih berharap Alettha membuka pintu untuk kedua kalinya.
"ALETTHA AKU MINTA MAFF UNTUK KESALAHAN YANG TAK KU PERBUAT. " Teriak Boby didepan pintu kamar Alettha.
Alettha yang sedang duduk di balkon kamar itu menjadi iba pada Boby, padahal dia tak salah apa pun namum ikut terkenal getah nya.
__ADS_1
"Aku tak marah padamu Boby, aku hanya ingin sendiri Saad ini. " Gumam Alettha.
Alettha masih terbayang akan keadaan Gisel yang benar-benar tak memperihatinkan. Dia sangat iba pada gadis itu, mau bagaimana pun Gisel adalah sahabat Alettha dia tak bisa melihat sahabat nya terluka.