
"selamat pagi sayang... " ucap arsya memeluk gisel dari belakang.
gisel yang sedang mencuci sayuran terganggu apa lagi teringat akan arsya dan Aletta semalam.
"awass aku mau bikin sarapan.. " ucap gisel ketus.
"kamu kenpa si? kok tumben galak banget. " ucap arsya.
arsya merasa ada sesuatu pada gisel karna gisel tak pernah kasar pada dirinya.
"kamu marah,apa aku ada salah? " ucap arsya.
"kamu pikir sendiri, udah ah gak usah ganggu. " ucap gisel ketus.
arsya lantas pergi meninggalkan gisel sendiri didapur.
"perempuan itu memang penuh misteri. " ucap arsya lirih.
aleta berjalan menuruni tangga, aleta menatap gisel dari kejauhan.
"tumben diem aja biasa nya berisik tuh bocah, tumbuh gak sama si mesum. " ucap aleta.
aleta turun menghampiri gisel yang sedang mengiris sosis untuk nasi gorengnya.
"pagii.. kok gak bangunin aku.. " tanya aleta.
gisel diam tak berminat membalas ucapan aleta.
"kenapa dia kok tiba-tiba mendiami ku. " batin aleta.
Sarapan sudah siap aleta termenung memikir apa dia berbuat salah sehingga sahabatnya marah.
merak bertiga makan dengan diam, tak ada yang bersuara hanya dentingan piring dan sendok yang terdengar.
"aku selesai, sekalian aku pamit mau pulang. " ucap gisel.
"kenpa... " ucap arsya dan aleta bersamaan.
membuat gisel semakin kesal.
"emz maksud aku kok buru buru, kamu marah ya sama aku? aku minta maaf kalau aku salah, gisel plese kamu sahabat baik ku baru juga semalam kita bercanda riang kenapa kau malah mendiami ku. " ucap aleta.
"alee aku gak marah kok, aku biasa aja tapi aku memang harus pulang. gak enak disini terus... " ucap gisel.
__ADS_1
arsya gemas dengan situasi ini lantas menarik tangan gisel ke lantai atas.
Dior
pintu kamar arsya tertutup keras, sampai-sampai membuat gisel takut karna arsya nampak sangat kesal.
"kau ini kenapaaa... " ucap arsya.
"ak... u.. a.. k.. uuu, aku gak papa kok. " ucap gisel takut.
arsya langsung memeluk gisel.
"kau tau aku takut kau marah dan meninggal kan aku. " ucap arsya.
"aku atau kau yang akan pergi.. " ucap gisel.
arsya nampak tekejut dengan ucapan gisel, melepaskan pelukan nya dan menatap gisel.
"aku tak akan meninggalkan... " ucap arsya.
"dengar sayang, jangan pernah membuat janji jika nanti akan diingkari. " ucap gisel.
gisel berlalu menuju balkon kamar arsya, sebenar nya bayak yang ingin dia katakan namun ia urungkan, mungkin saja kejadian semalam hanya tak sengaja.
arsya membenamkan wajahnya pada tegkuk gisel.
"aku harus pulang, kak bayak yang harus aku dirumah. " ucap gisel.
gisel berusaha melepaskan diri dari pelukan arsya.
"apa yang ingin kau lakukan, tetap lah disini... " ucap arsya engan melepaskan pelukanya.
"Dengar bukan kah kau harus kuliah? jadi lepaskan aku.. " ucap gisel.
"terserah salah mu mendiami ku tadik... " ucapan arsya.
gisel terdiam entah kenpa arsya dapat membuat nya diam dan tak jadi marah, walaupun di hatimu bayak sekali pertanyaan.
"boleh aku bertanya ? " ucap gisel
"emmz mau tanya apa... " ucap arsya
"aku... aku melihat kamu dan aletta...? " ucap gisel terbata.
__ADS_1
"apaa, kau lihat apa? " ucap arsya gugup
gisel terdiam dia berpikir jika dia bertanya apa tak apa. atau malah akan menimbulkan masalah.
"gisel... jawab aku... " ucap arsya.
arsya berpikir apa gisel melihat dia mencium aletta semalam.
"aku melihat kalian tidak seprti saudara, emz maksud ku kalian terlalu jauh tidak dekat seperti kebanyakan saudara. " ucap gisel berbohong.
arsya nampak lega, ternyata gisel hanya bertanya tentang hubungannya dengan aletta bukan karna dia melihat arsya dan aletta berciuman.
"ya.aa.yaa iyaa bayak hal yang gak kamu tahu dan aku belum siap, untuk cerita.. " ucap arsya.
gisel hanya mengangguk kepala nya, tanpa mau bertanya lebih lanjut.
"kau hanya marah karna itu.. " tanya arsya
"yang bilang aku marah siapa? " ucap gisel.
gisel berlalu meninggal arsya menuju balkon. gisel menatap aletta dibawah sana, dia nampak sedang menyiram bunga di taman.
"sayang... boleh aku bertanya... " ucap arsya.
"tentang apaa... " ucap gisel.
arsya terdiam sembari memeluk gisel dari belakang, namun matanya nampak melihat yang lain.
"kalau aku pergi, apa kamu akan mencari orang lain.. " tanya arsya.
"untuk saad ini aku masih bersama mu, namun nanti aku tidak tahu. bisa jadi kamu yang pergi dengan perempuan lain. " ucap gisel.
arsya terdiam ucapan gisel terlalu dalam sampai ke hatinya.
"jika aku pergi dengan wanita lain, harus nya kamu mencari yang jauh lebih baik dari aku.. " ucap arsya.
"untuk apaa, menghilang kan lukaa. dengar jika kita sudah menaruk harapan penuh pada orang yang kita cintai, rasanya akan sangat berat untuk mencari dan menaruk harapan baru pada orang lain. " ucap gisel.
gisel menatap mata arsya dalam, perasaan giael terlalu kuat bahwa pada akhirnya arsya akan memilih orang lain.
arsya memeluk gisel, dia pun takut jika sampai melukai hati orang yang dia cintai.
sejenak aletta melihat ke lantai atas kamar arsya. dia melihat mereka begitu bahagia dan arsya pun tak sengaja menatap aletta.
__ADS_1