
Ketiga wanita itu nampak begitu bahagia dengan senyuman terpancar diwajah mereka, saling bertukar pandangan dan juga pikiran, Zahra menatap kedua saudara nya itu dengan bahagia.
Sebentar lagi mereka akan terpisahkan oleh setatus dan juga kehidupan baru mereka, Zahra menyeka air mata nya menatap seorang pemuda masuk kedalam butik baju pengantin dimana mereka berada.
Pemuda itu nampak berjalan pelan sesekali matanya menatap wanita berpakaian hitam dan cadar yang hampir menutupi semua wajahnya, Willy nampak mengalihkan pandangannya saat mata mereka tak sengaja bertemu.
"Willy.. " Pekik Gresia melambaikan tangannya agaar Willy mendekat.
"Emmaz aku datang atas permintaan tuan besar Bagas Pakubuwono untuk menyampaikan pesen bahwa dia berada di Bali sekarang.. " Ucap Willy dengan nada becanda.
"Berhenti berbicara seperti itu Willy, kenapa kau membiarkan Bagas pergi ha.. " Gresia nampak kesal dengan ucapana Willy.
"Aku harus bagaimana Gresia, itu pekerjaan nya dan ini adalah Tender terbesar yang akan membuatmu lebih bahagia bersama Bagas sebagai nyonya besar.. " Gelak tawa Willy membuat Gresia meberikan sebuah pukulan pada bahunya.
"Aku ini akan menikah dan dia lebih memilih pergi tanpa memberi tahu ku, sudah lah aku badmood aku mau pulang.. " Ucapan Gresia meletakkan majalah gaun nya pada soffa.
"Eh eh eh Gresia jangan marah begitu ini juga kan demi masa depan keluarga mu juga, ayo lah dia hanya pergi 2 hari setelah itu dia kembali.. " ucap Willy menahan kepergian Gresia.
__ADS_1
"Pernikahan kita tinggal 6 hari lagi Willy dan dia menyuruh ku mencari gaun pengantin sendiri? Aku tidak mau lebih baik aku pulang saja.. "
"Gresia.. kamu gak sendiri juga kali ada aku sama Zahra disini kita bisa mencari gaun sesuka hati kita, lagi pula Dafri juga ada meeting hari ini. " Gumma Aurora yang melihat saudara nya bersedih.
"Iya lagi pula aku juga akan memilih kan gaun yang pas dan sesuai keinginan mu, sudah lah lebih baik jika kita mencari sendiri dari pada harus bersama itu sedikit akan membuat mu bingung. " Timpal Zahra.
"Apa yang mereka katakan itu benar Gres, pilih lah dan Terima ini.. " Willi memberikan kartu ATM berwarna gold kedalam gengaman tangan Gresia yang membuat gadis itu terkejut.
"Apa ini..? "
"Bagas memberikan nya untukmu mencari gaun kesukanamu, ambil dan belajah lah dia tahu bagaimana cara membahagiakan wanita nya ok.. "
"Dia bisa tetawa lepas seperti itu walaupun kesedihan begitu nyata ada di matanya, Willy apa aku sejahat itu padamu.. " Batin Zahra menatap kepergian Willy.
Langkah nya begitu cepat menghindari seorang gadis yang begitu ingin dia sapa namun dia tahu bahwa meski pun dia menyapa nya dan tersenyum tidak membuat nya dapat memiliki nya.
Willy menarik nafasnya dengan kasar menatap langit di siang hari itu yang nampak mendung sama seperti hatinya, Willy segera masuk kedalam mobilnya dan pergi dari butik pengantin itu.
__ADS_1
"Zahra.. kenapa kamu dia menyapa nya? " Ucap Aurora menatap Zahra yang hanya diam.
"Ha emz menyapa siapa? " Zahra nampak terkejut saat tiba-tiba Aurora mendekati dirinya dan bertanya.
"Willy,kau tahu meski dia tertawa seperti itu mata tidak bisa berbohong Zahra, kenapa kalian tidak saling bebicara dan mengatakan perasaan kalian sih.. "
Zahra nampak diam mendegar ucapan Aurora dia sendiri bingung harus bagaimana,dia sendiri menyadari bahwa dia menyukai Willy, namun dia belum tahu bagaimana membicarakan nya.
Bahkan berbicara dengan saudara nya saja dia tidak berani dan merasa malu bagaimana bisa dia memberi tahu seorang pemuda jika cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Aurora jangan memaksa seseorang untuk mengatakan perasaan nya, Zahra juga punya privasi dalam kehidupan nya sama seperti kita juga pasti mempunyai privasi yang tidak harus orang lain tahu kan? " Ucap Gresia menegahi pembicaraan kedua saudara nya itu.
"Maaf Zahra aku tidak bermaksud menekan mu aku hanya bertanya dan merasa jika kalian berdua hanya saling berbohong akan perasaan kalian. "
"Ha ha ha, aku baik baik saja sudah lah ayo apa kalian sudah memilih gaun mana yang cocok? Langit nampak begitu mendung jangan sampai kita terjebak hujan. " Ucap Zahra meninggalkan mereka berdua.
"Kita tidak akan kehujanan Zahra.. " Sahut Gresia mengikuti langkah Zahra.
__ADS_1
Mereka nampak kembali sibuk memilih gaun yang pas untuk mereka meski dengan pikiran yang berbeda-beda.