Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Siapa Nafisha


__ADS_3

Alettha dan Boby pergi ke sebuah toko dekat rumah Alettha memilih sebuah sofa mini dan peralatan masak dan juga hordeng baru.


"Aku mau yang itu saja sofa nya, terlihat simple dan harga nya juga terjangkau. " Celetuk Alettha.


"Baik lah tuan putri, pak saya mau sofa pink ini dan juga hordeng berwarna pink juga. Jangan lupa perlengkapan masak yang sudah dipilihkan tadik tolong diantara segera. " Ucap Boby.


"Siap mas, apa ada lagi yang mau dipilihkan? Biar semua dihantarkan oleh pelayanan saya. " Ucap Seorang pria paru baya pemilik toko.


"Sudah cukup kok pak, jangan sampai salah nganter ya. " Ucap Alettha ramah.


Pemilik toko itu akhirnya menganguk dan pergi meninggalkan mereka. Mengemas semua pesanan lalu menghantar nya.


"Apa kau senang sekarang? " Ucap Boby saad mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku memang bahagia jauh sebelum berbelanja, Boby. " Ucap Alettha.


Boby tertawa melihat Alettha nampak kelelahan berbelanja semua kebutuhan rumah barunya.


"Mulai besok datang lah melamar pekerjaan di perusahaan WJ Crop. " Ucap Boby.


"Baik lah aku akan datang, tapi ku mohon jangan pernah sok akrab dengan ku jika sedang di kantor. Aku ingin bekerja dengan tenang siapa tahu ada fans mu yang amatir. " Ejek Alettha apda Boby.


"Yaaa yaa yaa terserah kau saja lah. " Sungut Boby.


Mereka berkendara menuju rumah Alettha diikuti mobil yang membawa semua barang barang yang di beli Alettha dan Boby.


"Pak silakan bawak masuk sekali, tolong sofa nya taruk sini pak. Itu taruk didapur saja. " Ucap Boby.


Alettha yang melihat Boby begitu sibuk sampai tak sadar bahwa Nafisah berada di belakang nya, menatap Boby yang tengah sibuk dengan para pekerja.


"Ah .. Ya ampun mbk Nafisah maaf. "pekik Alettha terkejut menabrak Nafisah.


" Tidak apa mbk, makanya kalau melihat suaminya jangan lupa lingkungan sekitarnya. "Ucap Mbk Nafisah.


Alettha terkejut mendegar kata suami yang terucap dari bibir Nafisah, dia menjadi agak canggung tak kala Nafisah terus tersenyum padanya.


" Begini mbk Nafisah saya dan Boby sebenarnya... "Ucap Alettha terputus.


" MBk Alettha tak perlu malu, saya permisi dulu ya. Sebentar lagi azan magrib berkumandang. "Ucap nya lembut.


" Ah iya mbk silakan. Hati hati dijalan. "Ucap Alettha ramah.


Alettha menatap kepergian Nafisah dengan rasa malu, bagaimana jika Nafisah bicara pada orang lain bahwa mereka adalah sepasang suami-istri.


Alettha melihat para pekerja mulai pergi meninggalkan Boby yang terduduk di sofa, Alettha kemudian tersenyum dan berterima kasih melihat para pekerja sudah pada pulang.

__ADS_1


" Terima kasih bayak Boby, aku sungguh bahagia sekali hari ini. "Ucap Alettha tersenyum.


" Sama sama sayang ku... "Goda Boby.


" Eh Bob kau tahu gadis itu, yang rumah nya didepan rumah kita. Dia ngiranya kita itu suami-istri tahu gak, aku malu banget. "Pekik Alettha.


" Benarkah itu bagus dong, semoga kita sungguh jadi suami-istri. "Balas Boby.


" Dasar kau ini, apa kau mengenal gadis berkerudung itu? "Tanya Alettha.


Boby nampak terdiam tak bergeming, dia sudah lama tak bertemu dengan Nafisah sejak kejadian 5 Tahun lalu. Dia pun engan mengingat nya kembali.


" Boby... Malah ngelamun sih, aku nanya sama kamu. Apa Nafisah itu mantan mu, ah tapi gak mungkin deh.. "Ucap Alettha mengoda.


" Mana mau gadis cantik dan sholehah itu bersama ku, lagi pula aku tak pantas bersanding dengan dirinya. "Balas Boby.


Suasana saad itu menjadi sangat canggung, membuat Alettha semakin bingung sebenar nya ada apa dengan mereka.


" Kenapa aku merasakan kalau Boby sedang menyembunyikan sesuatu kepada dirinya. "Batin Alettha.


" Alettha hari sudah malam, aku akan kembali lagi besok pagi menjemput mu kerja. "Ucap Boby menghilang keheningan diantara mereka.


" Iya tak baik pula dilihat tetangga, sebaiknya kamu pulang mandi dan istirahat. "Ucap Alettha tersenyum.


" Iyaa, jaga dirimu baik baik. Aku pulang dulu selamat malam. "Ucap Boby pergi berlalu.


Memasukkan semua sayur buah dan juga daging dalam kulkas, tak lupa bumbu dan juga mie instan dia simpan pada lemari di dapur barunya.


" Selesai juga akhirnya, sebaiknya aku buat mie instan aja deh. Tiba-tiba laper. "Gumam Alettha.


Alettha membuat sebuah mie instan pedas kesukaan dirinya, menyeduh di dalam sebuah mangkuk di atas mejanya.


TOK TOK TOK


" Assalamu'alaikum mbk Alettha.. "Ucap Nafisah.


Alettha segera keluar menemui Nafisah yang berada didepan pintu rumah nya, Alettha memang sengaja tidak menutup pintu rumah nya karena dia lupa tak membeli sebuah AC atau pun kipas angin.


" Waalaikumsalam mbk Nafisah, silahkan masuk mbk. "Tawar Alettha.


" Terima kasih mbk Alettha, ini saya disuruh abah untuk memberikan lauk dan juga nasi buat mbk. Pasti belum makan kan? "Ucap Nafisah.


" Mbk Nafisah ini, yang tadik siang saja saya belum cuci sekarang sudah dikasih lagi. "Ucap Alettha sungkan.


" Gak papa mbk, ini dari Abah tadik kan dari saya. Biar kita semakin dekat dan bersilaturahmi. "Ucapnya.

__ADS_1


Alettha hanya terseyum menagapi ucap Nafisah yang membuat dirinya malu, Alettha mempersilahkan Nafisah untuk masuk dan duduk bersama dirinya.


Alettha meninggalkan Nafisah diruang tamu, mengambil sebuah jus untuk nya dan Nafisah tak lupa Alettha mengambil dua piring dan juga mie instan nya tadik.


"Maaf mbk aku punya ini aja, tadik lagi bikin mie instan. " Ucap Alettha.


"Wah pas sekali dong, untung abah nyuruh aku kesini bawak in lauk buat kamu. " Balas Nafisah.


Alettha tersenyum membuka rantang pemberian Nafisah, daging ayam yang disemur itu terasa mengoda.


"Ni piring mbk Nafisah, ayo kita makan. Gak enak tahu makan sendiri aja" Tawar Alettha.


"Gak usah aku pulang dulu, kamu dan Boby pasti lapar. " Ucap nya sungkan.


"Eh eh mbk tunggu, duduk dulu aku jelasin sesuatu. Aku sama Boby itu bukan suami istri, kamu hanya seorang teman. " Ucap Alettha.


Nampak keterkejutan diwajahnya, dia berusaha mengubah ekpresi wajahnya. Tersenyum menatap Alettha.


"Aku pikir kalian suami istri, maaf saya salah mbk Alettha. " Ucap nya tertunda.


"Sudah ayo kita makan dulu, ini masakan mbk Nafisah yaa... " Ucap Alettha sembari memasukkan satu sendok kedalam mulutnya.


"Iya panggil saja Fisa mbk Alettha, biar semakin akrab. " Ucap Nafisah.


"Hahahah iya deh Fisa, ngomong ngomong Fisa kenal sama Boby? " Tanya Alettha.


Hal itu sontak membuat Nafisah yang sedang makan menjadi tersedak, buru buru Alettha memberi kan segelas air jus padanya.


"Maaf maaf, makan aja dulu yaa dari pada tersedak lagi. " Ucap alettha bersalah.


Mereka menikmati makan dengan diam hanya terdengar denting sendok dan piring saja, Alettha begitu menikmati masakan Nafisah yang menurutnya begitu enak.


"Terbaik pokoknya masakan Kamu. " Ucap Alettha


"Terima kasih mbk Alettha, oh iya mbk Alettha besok mau kerja atu dirumah? " Tanya Nafisah.


"Besok aku sudah mulai bekerja di kantor Boby, memenagnya kenapa Fisa? " Jawab Alettha.


"Tidak papa ya sudah mbk Alettha saya pulang dulu ya, saya mau sholat Isyak di mushola sekalian ngajar ngaji. Ayo ikut bersama sembari berkenalan dengan warga disini. " Ajak Nafisah pada Alettha.


"Ah saya besok saja Fisa, mau menyelesaikan semua dulu belum lagi besok aku harus kerja. " Tolak Alettha.


"Ya sudah saya pergi dulu, Assalamu'alaikum. " Ucap Nafisah lembut.


"Walaikumsalam, adem banget liat gadis itu. " Gumam Alettha.

__ADS_1


Alettha melihat Nafisah yang berjalan beriringan dengan seseorang gadis dan anak anak, melihat mereka lantas tersenyum dan menutup pintu untuk istirahat.


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ALETTHA HARAP TINGGAL KAN KOMENTAR DAN LIKE MASUKAN JUGA KEDALAM FAVORIT KALIAN TERIMA KASIH.


__ADS_2