Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Dasar Pria Menyebalkan


__ADS_3

Gresia sudah menerima penawaran dari Billy untuk bekerja di perusahaan Bagas Pakubuwana, lagi pula dia berpikir dengan bekerja disana dia bisa menabung dan memiliki rumah sendiri.


"Ahh pusing kepala ku. " pekik Gresia mengacak rambutnya.


Kejadian pagi tadik membuat pikiran nya menjadi tidak tenang dan juga kacau, belum lagi berkas berkas yang menumpuk dimeja yang harus segera dia siapkan.


"Heyy nona kenapa kau berteriak, kau kira ini hutan apa. " Pekik Bagas.


"Hadeh nambah lagi beban pikiran ku. " Gumam Gresia pelan.


Gresia berdiri dari duduk nya menatap Bagas yang sedang bersandar di depan pintu ruangan pribadinya yang menyatu dengan ruangan kerja Bagas.


"Maaf Pak apa ada yang bisa saya bantu? " Ucap Gresia selembut mungkin.


"Tidak ada buat kan saya kopi hitam sekarang. " Ucap Bagas santai.


"Maaf tapi saya sekertaris disini bukan OG. " Balas Gresia.


"Dan saya pemilik perusahaan ini, apa mau saya pecah anda... " Pekik Bagas.


Gresia menghembus nafasnya kasar dan berlalu dari hadapan Bagas yang masih bersandar di pintu, Gresia berjalan sembari menghentakkan kakinya sebal. Tanpa diketahui Gresia Bagas tersenyum sembari menatap tingkat dirinya itu.

__ADS_1


Gresia berjalan menuju dapur perusahaan itu dan membuat secangkir kopi untuk Bagas, dengan sumpah serapan yang dia lontarkan pada bos barunya itu.


"Loh mbk Gresia ngapain kan bisa manggil saya. " Ucap seorang OB yang baru saja memasuki dapur itu.


Gresia tersenyum manis menatap OB yang menyapanya dengan ramah itu.


"Gak papa kok, lagi pengen gerak aja. " Balas Gresia tersenyum sembari meninggalkan OB itu.


Gresia berjalan dengan malas menuju ruangan Bagas, dengan malas Gresia mengetuk pintu itu dan kemudian masuk kedalam tanpa permisi.


Gresia terkejut dengan pemandangan yang tersugu didepan mata nya, Gresia berbalik saat melihat Bagas sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita dengan pakaian yang sangat minim itu.


"Astaga ternodai mata suci ku. " Gumam Gresia.


"Makanya kalau masuk keruangan orang ketuk pintu dulu, jangan asal masuk aja. " Sungut Bagas sebal karena Gresia mengganggu kegiatannya.


Gresia berbalik dan berjalan menuju meja Bagas dan menaruk kopi panas pada mejanya, Gresia hanya diam mendegar ucapan Bagas padanya.


"Maaf Pak ini kantor untuk bekerja jika anda ingin bersenang-senang dengan para ****** mu itu, silahkan saja pilih sebuah hotel bintang lima. " Ucap Gresia.


"Benarkah begitu baiklah ayo kita sewa sebuah kamar dan menikmati kebersamaan kita. " Goda Bagas.

__ADS_1


"In your dream... " Ucap Gresia berbalik dan ingin meninggalkan Bagas di ruangan nya.


Belum sempat Gresia keluar tangannya sudah dicekal oleh Bagas dengan kasar, Bagas berdiri dan mengunci tangan Gresia di belakang punggungnya.


Menatap mata hitam gadis itu dengan tajam, gadis yang sudah merubah hidupnya sejak beberapa minggu belakangan ini. Gadis yang diam diam sudah mencuri hatinya.


"Lepaskan aku pria menyebalkan, apa kau ingat mematahkan tangan ku. " Pekik Gresia.


Bagas memegang pinggang Gresia membuat jarak diantara mereka begitu dekat, Gresia bisa merasakan deru nafas Bagas yang menerpa wajahnya.


"Kau kau itu sangat... " Ucap Bagas terhenti.


Bagas melepaskan Gresia dengan kasar hingga membuat tubuh gadis itu terhuyung kebelakang.


"Kau ini menyebalkan sekali, awas... " Pekik Gresia meninggalkan Bagas yang nampak terdiam.


Gresia berusaha menetralkan deru nafas dan juga detak jantung nya yang berdebar dengan sangat keras, Gresia terduduk dikursi dengan lega saat Bagas melepaskan dirinya.


"Jangan sampai aku jatuh ke dalam perangkap pria mesum itu astaga. " Gumam Gresia.


Bagas nampak terduduk dan tersenyum karena melihat wajah Gresia begitu dekat dengan nya, bahkan detak jantung nya begitu keras terdengar.

__ADS_1


"Ahh aku rasa aku mulai jatuh cinta... " Gumam Bagas sembari bersandar pada kursi kebesaran nya.


__ADS_2