
Ayumna dengan mengendap ngendap membuka pintu kamarnya dan melihat suasana didalam rumah besar itu,Ayumna menarik tas ranselnya kemudian mengendong dan berjalan perlahan meninggalkan kamarnya.
"Ini akan jauh lebih baik untuk kalian semua bukan,aku akan pergi. "Gumam Ayumna.
Gadis itu berjalan mengendap ngendap agar tidak ada orang rumahnya yang terbangun dan memergoi dirinya yang ingin pergi dari rumah, Ayumna membuka jendela ruang tamunya dan keluar secara perlahan.
Sejenak gadis itu menatap rumah megah itu dengan keraguan akan kepergiannya tapi tepatnya sudah bulat bahwa dia akan pergi dari sana, rasa sakit yang mereka berikan padanya membuat Ayumna menajdi gadis yang keras kepala.
Ayumn berjalan cepat keluar dari gerbang rumahnya tak di sangka seorang gadis menatap Ayumna dengan datar dari balik jendela kamarnya yang gelap, dia adalah Aurora.
"Pegi lah Ayumna jika kau disini pun kau sudah tidak ada tempat lagi, hanya ada aku anak ayah dan bunda bukan kamu. "Ucap Aurora.
Ayumna berjalan dengan air mata yang tiba-tiba turun begitu saja saat teringat akan tamparan dari dua orang yang sangat di sayangi, bahkan mereka tidak peduli dengan perasaan anak kandung nya sendiri.
__ADS_1
"Aku harus kemana sekarang, sebisa mungkin aku pergi dari kehidupan bunda dan ayah karena mereka tidak mengharap kan keberadaan ku lagi. "Ucap Ayumna menghapus air matanya dengan kasar.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.05 wib dini hari jalanan begitu sepi dan dingin, Ayumna mengeratkan jaket yang dia kenakan untuk menghangatkan tubuhnya yang mulai kedinginan.
"Seperti Ayumna... "Gumam seorang pria dengan mobil hitamnya.
Dia adalah Andriansyah kekasih Ayumna yang baru saja pulang dari tempat dirinya biasa menghabiskan waktu bersama teman-teman nya, Andriansyah meminggirkan mobilnya tepat didepan Ayumna dan menyapa gadis itu.
"Ayumna... "Pekik Andriansyah.
Andriansyah mendekati Ayumna dan heran melihat gadis itu membawa ransel yang cukup besar dengan mata sembab, Ayumna berlari ke pelukan Andriansyah yang hangat.
"Ada apa Ayumna kenapa kau bisa berada dijam seperti ini? "Ucap Andriansyah khawatir.
__ADS_1
"Bawak aku pergi jauh Andriansyah aku sudah lelah menghadapi semua ini.. "Sahut Ayumna sendu.
"Ayo masuk lah dulu aku akan bawak kau kerumah ku, kita akan bercerita besok saja lihat lh wajah mu begitu pucat dan dingin Ayumna. "Ucap Andriansyah.
Mereka masuk kedalam mobil dan melaju perlahan meninggalkan jalanan yang sepi dan udara yang sangat dingin, Ayumna hanya diam dan mengeratkan jaketnya dia sedang tidak ingin berbicara apa pun saat ini.
Andriansyah menatap gadis itu heran entah apa yang sedang dirasakan oleh gadis yang dia cintai itu, beberapa hari ini dia mulai terlihat berbeda tidak seperti Ayumna yang dulu dia kenal. Ayumna pun tidak ingin mengatakan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Mata bulat gadis itu nampak mulai terpejam bibir merah muda nya nampak pucat, Andriansyah melepaskan jaketnya dan menyelimuti tubuh mungil Ayumna.
"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. padamu Ayumna, tapi aku mulai khawatir saat kau mulai berubah. "Gumam Andriansyah menatap gadis yang sedang tertidur itu.
Andriansyah mengendari mobil nya masuk kedalam perumahan yang cukup mewah di Jakarta, dan turun perlahan dari mobil agar Ayumna tidak terganggu.
__ADS_1
Andriansyah mengendong gadis itu masuk kedalam rumahnya yang megah, Andriansyah tinggal sendiri dirumah nya hanya pelayan dan satpam saja yang selalu menemani dirinya.