
Suasana di ruang tamu yang begitu besar itu nampak begitu panas dengan hawa permusuhan dan juga kemarahan yang berkilat begitu nyata, Leo berusaha meminta Gresia untuk membicarakan semua dengan baik mengingat bahwa Andre tidak bisa tertekan.
"*Kau tahu Gresia jika kau membongkar semua nya seperti ini apa kau tidak memiliki om Andre? " Ucap Leo menatap Gresia yang nampak masih diam.
"Aku tidak peduli aku tidak ingin ayah melakukan hal yang sama seperti dulu, saat dia lebih membela anak kesayangan nya itu dari pada anak kandung nya sendiri. " Bentak Gresia.
Andre yang mendengar ucapan Gresia kembali teringat saat terakhir dia bersama anak nya Ayumna, saat dimana dia menampar dan memutuskan ikatan mereka.
Tak terasa air mata Andre mengalir deras sepanjang pipinya hatinya teriris sakit saat mengingat kesalahan yang begitu besar pada anaknya, dia berkata kasar dan memukul gadis yang sedang dalam masa sulit hidup nya.
"Ayah dengar kan aku baik baik, hari ini aku meminta ayah untuk tahu bahwa semua hal yang ayah anggap salah dan benar itu tidak lah sama. " Ucap Gresia.
"Dia dia yang sudah membunuh Ayumna dia yang sudah melenyapkan bunda dan Ayumna, dia juga yang membuat ayah kehilangan dua orang yang teramat bearti dihidup ayah. " Timpal Gresia penuh dengan penekanan.
Semua orang termasuk Zahra dan Willy tak habis pikir dan percaya jika Aurora dibalik pembunuh gadis cantik ditaman beberapa waktu silam, Willy nampak syok mendengar ucapan Gresia tentang Aurora.
__ADS_1
Andre nampak tidak bisa berkata kata dia begitu terkejut sekaligus tak percaya sama seperti mereka yang merasa bahwa semua ini hanya lelucon mereka saja, tapi semua ini begitu menusuk hatinya.
"Jika ayah tidak percaya aku punya semua bukti yang akan membuatmu percaya. " Ucap Gresia menyerah kan ponselnya.
"Tidak ayah dia pasti sudah membuat bukti palsu , Gresia memang tidak menyukai ku ayah percaya padaku kan? " Ucap Aurora mendekati Andre.
"Ayah tidak percaya pada omongan kalian berdua, tidak ada yang ayah percaya... " Ucap Andre sendu.
Gresia mendorong Aurora untuk menjauh dari Andre dan memberi kan semua vidio pemeriksaan dan juga identifikasi dari Aleska yang dia minta sewaktu akan pergi.
"Aurora.. aku merawat mu membesarkan kamu dengan kasih sayang ku, aku dan Alettha tidak pernah membedakan kalian bertiga tidak pernah. Sekarang aku bertanya padamu, apa semua ini benar? " Tanya Andre pada Aurora yang hanya diam membeku.
Gadis itu nampak diam dia juga bingung harus berkata apa, dia tidak sengaja melakukan nya dia juga tidak tahu bagaimana dia bisa melenyapkan saudara nya.
Rasa kecewa dan kebencian sudah merusak moral dan pikiran nya hingga bisa melakukan itu semua pada Ayumna, penyesalan pun tidak dapat mengembalikan mereka berdua. tidak juga bisa membuat Andre memafkan nya.
__ADS_1
"Diam mu membuat ku percaya bahwa yang dikatakan oleh Gresia adalah nyatanya.. " Ucap Andre meneteskan air mata.
"Ayah sungguh aku mintak maaf aku tidak percaya berpikir untuk melenyapkan nya, aku tidak sengaja yah.. " Ucap Aurora berderai air mata.
PLAK
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi mulus Aurora hingga membuat ujung bibirnya berdarah, semua orang melihat itu dengan getir tapi apa yang bisa mereka lakukan melihat kemarahan seorang ayah.
"Seharusnya aku membiarkan Gresia memukulmu lebih keras agar kau tahu betapa sakitnya adikmu saat pisau itu merobek perutnya. " Bentak Andre mendorong Aurora.
Gresia menyuruh polisi untuk membawa Gresia kekantor polisi di temani Willy dan Leo sedang kan dia dan Zahra menenangkan Andre yang nampak sulit untuk bernafas.
"Ayah tarik nafas ku mohon tenang lah, jangan buat aku merasa bersalah menyakiti hati mu. " Ucap Gresia lembut.
"Biarkan ayah sendiri Gresia Zahra, saat ini aku hanya ingin sendiri tanpa ada yang mengganggu. " Ucap Andre dingin.
__ADS_1
Gresia dan Zahra hanya pasrah menatap kepergian Andre menuju kamarnya dan menutup nya dengan rapat, mereka saling menangis dan berbagai kesakitan yang begitu nyata*.