Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
20 Tahun Telah Berlalu


__ADS_3

"Auroraaaaa kembali baju ku, kau selalu saja mengambil baju ku. " Teriak seorang gadis didepan pintu kamar bertuliskan AURORA.


Gadis berambut panjang sebahu itu nampak sangat kesal dan mengedor kasar pintu kamar itu.


"Ya ampun sayang Ayumna, berhenti berteriak begitu. " Ucap wanita yang kini sudah terlihat menua.


Gadis itu tak lain adalah Ayumna anak Andre dan Alettha, kini mereka sudah menjadi gadis remaja dengan berbagai karakter yang berbeda. Ayumna dan Aurora memang tidak lah akur mereka selalu bertengkar untuk hal hal kecil.


Walaupun Alettha terkadang sudah memberikan semua barang yang sama namun kedua anak itu tetap saja bertengkar, mungkin karena umur mereka yang tak terlalu jauh membuat emosi mereka sama tak ada yang mau mengalah terlebih dulu.


"Lihat lah bunda aku sudah berulang kali bilang pada nya jangan pernah memasuki kamarku tapi dia tetap saja mengulangi, aku kesal sekali pada Aurora. " Teriak Ayumna pada Alettha.


Terkadang Alettha sering merasa sedih saad kedua anaknya bertengkar dengan hebat untuk hal kecil dan sepele namun setiap kali di redam kan maka akan ada saja yang akan mereka rebut kan.


Ayumna membanting keras pintu kamarnya sampai membuat Alettha terlonjat kaget, dia hanya bisa mengelus dada dengan tingkah kedua anaknya itu.


"Kapan sih kalian akan akur, bunda sampai capek mendegar nya. " Gumam Alettha sedih.


Alettha menuruni anak tangga perlahan dan melihat putri nya Gresia yang sedang duduk makan sarapannya, kini Gresia sudah tumbuh menjadi gadis yang sudah dewasa.

__ADS_1


Dia sudah bekerja di perusahaan ayah sambung nya yaitu Andre, dia pun selalu berkata halus saad bersama Alettha walaupun kedua adik nya selalu bertengkar tapi Gresia akan selalu menengahi mereka.


"Ada apa bun, apa mereka bertengkar lagi. Jangan terlalu di pikiran ayo sarapan. " Ucap Gresia lembut.


"Bunda capek mendengar adik adik mu bertengkar begitu, mereka itu sudah besar tapi masih saja bertengkar nak. " Ucap Alettha.


Alettha mengelus dadanya membuang nafasnya kasar, kini usianya sudah tidak muda lagi dan terkadang suasana hatinya pun kian berubah ubah.


"Tidak perlu di pikiran bun, biar nanti aku yang bicara pada dua anak itu. " Ucap Gresia.


Alettha tersenyum mendegar ucapan Gresia yam selalu membuat dirinya tenang, walaupun Gresia bukan lah anak kandung nya namun rasa sayang nya tak pernah berbeda dari anak kandung nya sendiri.


"Hati hati Gresia, jaga dirimu dengan baik nak. " Ucap Alettha.


Gresia tersenyum sembari mencium tangan Alettha lalu pergi meninggalkan nya, Gresia mengendarai sebuah motor scoopy kesayangan nya yang dia beli dengan uang nya sendiri.


Alettha dan Andre menyiapkan semua kebutuhan anak-anaknya sama namun untuk Gresia dia lebih memilih untuk mandiri dan menggunakan gajinya sendiri untuk membeli kendaraan yang dia ingin kan.


"Lihatlah Gisel putri kecil kita kini sudah besar dia begitu mandiri, dia juga lemah lembut sama seperti dirimu. " Gumam Alettha menatap kepergian Gresia.

__ADS_1


Andre saad ini sedang berada dirumah ibunya yang sedang sakit sakitan, sejak 5 tahun lalu saad mertua dan juga Sandra keluar dari penjara Alettha tidak mau bertemu dengan mereka.


Sedangkan Sandra kini sudah memiliki kehidupan yang lebih baik, dia sudah menikah dengan seorang pengusaha dan tinggal di Malaysia.


Sedang kan Alex dan Leo mereka kehilangan kontrak pribadinya, namun Alettha dan Andre masih berusaha agar dapat bertemu kembali pada Leo. Dia pasti kini sudah menjadi penguasa besar seperti Alex.


Mereka pernah berkunjung ke Jerman untuk bertemu dengan Leo namun saat itu Alex membawa Leo untuk bertemu rekan bisnis nya di Jepang jadi Alettha dan Andre tidak bisa menemukan kediaman mereka.


"Aku berharap di hari tua ku anak anak ku berkumpul bersama. " Gumam Alettha.


Alettha yang kini sudah nampak tua dengan usia yang hampir menginjak 50 tahun itu tetap cantik sama seperti dulu, beberapa hati lalu mereka berkunjung ke kediaman Zahra yang berada di pesantren bersama kakek dan ayahnya.


Gadis itu tumbuh dengan penuh kasih sayang dari para pengurus pesantren, kini dia berhijab sama seperti ibunya dulu. Wajahnya selalu berseri dan nampak sangat cantik.


Alettha akan melihat Nafisah pada diri Zahra, kini dia memilih menempuh pendidikannya di Yamaan untuk memperdalam ilmu agama nya.


Alettha senang kini anak anaknya sangat lah mandiri dan penuh dengan karakter mereka sendiri sendiri.


Ayumna dan Aurora memilih jurusan mereka sendiri, Ayumna lebih menekuni bidang ke Manageman sedangkan Aurora sekarang sedang berkuliah di universitas kedokteran.

__ADS_1


Semua itu adalah bukti bahwa Alettha adalah ibu yang berhasil dalam mendidik anak anaknya dengan penuh kasih sayang dan perjuangan.


__ADS_2