
Kini Alettha sudah berada dirumah nya hari ini Alettha begitu bahagia bisa bertemu dengan keluarga nya, hati nya menghangat.
"Sayang sekarang kamu punya paman nak, keluarga bunda kini bisa berkumpul kembali. " Ucap Alettha mengelus perut nya.
"Buk Alettha dari mana saja, kok lama sekali ke supermarket yaa? " Tanya Tania.
Alettha menengok Tania yang sedang berbicara kemudian tersenyum.
"Aku bertemu dengan saudara ku, aku sangat senang sekali hari ini. " Ucap Alettha.
"Benarkah buk wah selamat nya buk, oh iyaa buk Alettha saya mau izin untuk pulang kampung sementara? " Ucap Tania.
"Kenapa mendadak sekali Tania, lantas anak anak siapa yang akan menjaga? " Jawab Alettha keberatan.
"Maaf buk orang tua saya sedang sakit jadi.. saya harus kembali. " Ucap Tania sedih.
"Kapan kamu kembali ke kampung, bisa kah menunggu Andre pulang dahulu Tania? " Balas Alettha.
"Baiklah buk, saya kan menunggu bapak pulang dulu. " Balas Tania.
Tania pamit untuk pergi kekamar Aurora dan Zahra, Alettha sedih jika harus kehilangan Tania gadis itu begitu sabar dan telaten saad mengurus anak anak.
Tiba tiba ponselnya bergetar Alettha mengeluarkan benda pipih itu dari tasnya dan melihat nama Boby tertera disana, Alettha terkejut dan segera mengangkat pangilan itu.
"Haloo Boby ada apa, apa kau sudah sembuh.. " Ucap Alettha.
"Halo Alettha, Alhamdulillah aku sudah jauh lebih baik bersama abah di pesantren. " Ucap Boby.
"Alhamdulillah Boby, Zahra juga sekarang sudah semakin besar dan Aktif. Dia pasti senang saad tahu ayahnya sudah kembali dan sehat. " Ucap Alettha.
"Iyaa Alettha aku berterima kasih padamu, sudah merawat anakku dengan baik dan sekarang aku ingin meminta izin dari mu. " Ucap Boby.
Alettha terdiam mendegar ucapan Boby, dia bingung kenapa Boby meminta izin pada nya.
__ADS_1
"Meminta izin apa Boby, aku tidak mengerti maksud mu. " Balas Alettha.
"Aku akan menjemput Zahra untuk kembali padaku dan kakek nya, kamu akan tinggal di pesantren bersama dengan Abah Alettha. "Ucap Boby.
Alettha diam mendegar ucapan Boby yang akan menjemput Zahra pergi, kini giliran Zahra pergi meninggalkan dirinya tempo hari Leo yang jauh memilih Alex dari pada dirinya. Namun Zahra adalah anak Boby dirinya tidak berhak untuk melarang nya.
" Baik lah Boby aku mengizinkan, datang lah kerumah kami. "Ucap Alettha singkat.
" Iyaa aku dan abah sudah hampir samapai dirumah mu, Terima kasih sahabat ku. "Ucap Boby.
Boby mematikan sambungan Telepon nya, Alettha menitihkan air matanya Alettha merasa bahagia dan juga sedih akan kehilangan Zahra. Setiap dia bahagia pasti ada saja sebuah kesedihan yang akan menghampiri dirinya.
Alettha menghapus air matanya kemudian naik keatas untuk menemui Zahra untuk terakhir kalinya,Alettha menatap kedua anak yang sedang bermain itu dengan bahagia.
"Tania siap kan semua barang barang milik Zahra dan turun kan kebawa. " Ucap Alettha.
"Maksudnya buk? " Ucap Tania bingung.
Alettha menarik nafas nya gusar, terasa sungguh berat saad harus membiarkan Zahra pergi dari nya.
Tania terkejut mendengar ucapan Alettha, dia tidak mengira bahwa anak anak dirumah ini akan pergi satu persatu.
"Baik buk akan saya siapkan semua, yang sabar ya buk semua akan indah pada waktunya. " Ucap Tania menyemangati Alettha.
"Iyaa Tania dan sebentar lagi kamu yang akan perg meninggalkan rumah ini. " Ucap Alettha.
Tania menyiapkan semua barang barang milik Zahra kedalam tas besar, Zahra nampak Bergelayut manja pada Alettha. Mungkin bayi itu tahu bahwa itu adalah hari terakhir bagi nya bermanja pada Alettha.
Tiba-tiba bik Sum masuk kedalam kamar Zahra dan memberi tahu bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Alettha.
"Buk ada tamu katanya mau bertemu dengan ibu. " Ucap bik Sum.
"Iya bik bikinkan minum aku akan kesana. " Balas Alettha.
__ADS_1
Alettha menggendong Zahra dan meninggal Aurora bersama Tania yang sedang merapikan pakaian Zahra.
Benar sekali kalau tamu itu Boby dan pak Burhan yang datang untuk menjemput Zahra kembali, Boby berdiri dari duduknya dia menatap Zahra dengan berbinar ini kali kedua dia bertemu Zahra sebelum pemakaman Nafisah.
"Apa dia Zahra, anak ku Alettha. " Tanya Boby.
Alettha menganggukkan dan menyerahkan Zahra kepelukan Boby yang sangat terharu, tak henti Boby mencium anak semata wayang nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih kalian sudah menjaga dan merawat cucu Abah dengan baik, sekarang biarkan kami yang menerus merawatnya. " Ucap Pak Burhan.
"Sama sama Abah dan Boby kalian tak perlu berterima kasih, toh kami ikhlas merawat Zahra dengan baik. " Balas Alettha.
"Terima kasih Alettha semoga anak mu kelak menjadi orang yang bahagia dan selalu disayang seperti Ibu nya. " Balas Boby.
Alettha tersenyum sembari memanggil Tania untuk membawakan pakaian Zahra yang sudah di siapkan dirinya, Boby dan pak Burhan akhirnya pergi kembali ke pesantren membawa Zahra.
Alettha menatap kepergian mereka dengan air mata yang kian mengalir deras, kini rumah ini semakin sepi tak ada lagi suara nyaring anak anak.
"Sabar buk masih ada Aurora dan juga Gresia disini. " Balas Tania.
"Iya Tania,semoga mereka selalu bahagia dengan kehidupan baru mereka. " Balas Alettha.
Gresia datang dan memeluk Alettha sembari menangis.
"Sayang kamu sudah pulang sekolah nak? " Ucap Alettha.
"Ayah bahkan tidak bertanya tentang diriku tante, aku sangat sedih. " Balas Gresia sembari menangis.
Alettha pun terkejut dia sampai melupakan Gresia saad Boby datang kemarin tanpa bertanya tentang Gresia.
"Ayah Boby buru buru nak, makanya tidak bertanya dirimu. " Balas Alettha.
Alettha berusaha menenangkan Gresia yang sedang menangis, dia kasih pada gadis kecil itu yang kini akan beranjak remaja.
__ADS_1
"Andai aku punya keberanian untuk memberi tahu semua nya Gresia, aku takut kamu terluka nak. " Batin Alettha.
Alettha memeluk Gresia yang bergetar karena isak tangis nya.