Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Kerja Pertama


__ADS_3

Hari ini Alettha bangun lebih awal membersihkan rumah tak lupa dia pun memasak untuk sarapan dan juga mengembalikan rantang pemberian Nafisah.


"Aku rasa semur ayam dan sampal tempe tak masalah ku berikan pada Fisa, lebihnya bisa aku dan Boby makan. " Gumam Alettha.


Jam menujukan pukul 05.30Wib, Alettha memandang rumah Minimalis milik Nafisah yang masih tertutup rapat. Alettha keluar menghirup udara pagi yang sejuk dengan embun yang membasahi dedaunan.


Tak lama saad Alettha keluar ternyata Nafisah juga keluar dari rumahnya dengan membawa sekantong sampah untuk dibuang.


"Selamat pagi Nafisah, aku nungguin dari tadik. " Ucap alettha.


Nafisah lantas menoleh ke asal suara dan tersenyum manis menatap Alettha.


"Loh kok nungguin sayaa, kan bisa langsung bertamu saja mbk Alettha. " Balasnya.


"Malu masih pagi udah bertamu, kamu tunggu disana aku mau mengembalikan rantang yang kamu berikan kemarin. " Ucap Alettha.


Nafisah tersenyum membalas ucapan Alettha, sedangkan Alettha kembali masuk dan mengambil rantang yang sudah ia isi dengan lauk dan sayur tempe.


"Ini Nafisah sekalian ada lauk juga buat kamu sama abahmu, kalau gak enak jangan kecewa ya. " Ucap Alettha memberikan rantang itu.


"Masya Allah, jadi ngrepotin mbk Alettha deh sekarang. Sesekali main ke rumah ku mbk, bisa mengobrol sembari makan cemilan. " Tawar Nafisah.


"Iyaa nanti jika sudah pulang kerja, kalau sempet saya mampir ya Fisa. " Balas Alettha.


"Rumah kita kan deket mbk, ya sudah saya masuk dulu ya mbk mau mandi kerja. " Ucap Nafisah.


"Iya sama saya juga mau kerja. " Balas Alettha.


Mereka kembali ke dalam rumah masing-masing, Alettha bersiap dengan kemeja putih polos dengan rok sebatas lutut.


"Cantik aku rasa sudah cukup, sarapan dulu laper. " Gumam Alettha.


Alettha keluar dari dalam kamarnya, waktu sudah menujukan pukul 06.15 wib. Alettha menyantap sarapan dengan semangat tak lama terdengar deru mobil Boby datang.


Alettha segera keluar membuka pintu, menatap Boby dengan jas kerjanya. Tersenyum menatap Alettha yang sudah siap dengan baju kerja.


"Selamat Pagi Bos, Sudah sarapan kah? " Ucap Alettha.


"Belum aku mau sarapan disini saja. " Ucap Boby.


Boby masuk kedalam rumah Alettha, mengacak rambutnya asal membuat sangat empu menjadi tak suka.

__ADS_1


"Ihhh aku sudah menata nya dengan baik, malah di acak acak sih. " Sungut Alettha kesal.


Boby tak menghiraukan ucapan Alettha, dia masuk kedalam dan mengambil nasi beserta lauknya.


"Santai aja masih bayak makanan nya, kayak gak pernah makan aja sih. " Ucap Alettha


"Makanan mu membuat ku rindu... " Balas Boby tersenyum manis.


"Aku tadik pun sudah mengembalikan rantang beserta makanan untuk Nafisah dan abahnya. " Ucap Alettha.


"Oh yaa bagus lah, apa kau bertemu dengan abah? " Balas Boby.


"Tidak, lagi pula hanya sebentar karena Nafisah akan pergi mengajar. " Balas Alettha.


Boby hanya mengangguk menanggapi ucap Alettha, mereka makan dengan diam setelah berbincang.


"Sudah selesai ayo berangkat, sudah siap kan? " Ucap Boby.


Alettha membersihkan semua sisa makanan dan juga piring kotor ke wastafel, menyambar sepatu dan juga tasnya mengikuti Boby menuju mobilnya.


"Kau terlihat lebih fresh dengan pakaian dan juga semua yang kau lakukan. " Ucap Boby.


"Semua ini karena kamu, jika aku tak bertemu dengan mu entah lah bagaimana hidup ku. " Ucap Alettha.


"Kenapa aku judi dak dik duk sih. " Ucap Alettha.


Boby sekilas melihat sang pujaan hati lalu tersenyum menyemangati dirinya.


"Udah lah semangat, lagi pula itu perusahaan ku kamu tak perlu khawatir. " Balas Boby.


Setelah berkendara selama 30 menit Boby dan Alettha sudah sampai diparkiran perusahaan pribadi milik Boby, walaupun pun tak begitu besar tapi perusahaan itu cukup terkenal dan sukses.


"Ini perusahaan mu sendiri? " Ucap Alettha.


"Yaaa ini perusahaan pribadi ku, ayo masuk lah. " Ajak Boby pada Alettha.


Semua karyawan nampak menyapa Boby dan Alettha dengan ramah dan patuh.


"Dewi kemari lah. " Ucap Boby pada seorang gadis.


Gadis dengan rambut bergelombang dengan pakaian minin dan make up tebal itu mendekati Boby dan Alettha.

__ADS_1


"Selamat pagi pak Boby, ada yang bisa saya bantu pak? " Jawab nya.


"Tolong kamu bawak Alettha ke ruangan sekertaris, karena dia mulai sekarang akan menggantikan Dinda sebagai sekretaris saya. " Ucap Alettha.


Ucapan Boby lantas membuat Alettha dan Gadis bernama Dewi itu terkejut, entah apa yang sedang Dewi pikiran sekarang tentang Alettha.


"Tapi pak, saya kan sudah lama bekerja disini kenpa bukan saya. " Ucapnya tak Terima.


"Saya CEO disini, jadi suka suka saya. Dari pada kamu saya pindah kan ke staf bawah. " Ucap Boby.


Gadis itu nampak nya takut dengan ucapan Boby lantas mengeleng.


"Tidak pak, mari bu Alettha saya antara anda keruangan anda buk. " Ucap Dewi.


Alettha mengikuti Dewi dari belakang, melihat logat gadis itu yang mulai tidak suka dengan keberadaan Alettha.


"Ini ruangan anda, saya permisi. " Ucapnya ketus.


Alettha hanya terdiam melihat Dewi pergi dengan rasa kesal, Alettha memasuki ruangan baru miliki nya. Menatap ruangan itu dengan senyuman yang bahagia, walaupun dia tak suka jika Boby membuat dirinya menjadi sekertaris diadakan tapi dalam hati dia sangat bersyukur dan bahagia.


"Kau ini Boby, dasar orang yang susah ditebak. " Gumam Alettha.


Alettha membuka tirai di ruangan nya menatap gedung gedung besar menjulang tinggi.


"Mulai sekarang aku adalah Alettha yang jauh lebih kuat dari Alettha yang dulu, aku tidak akan mengingat masa lalu yang membuat ku menderita. " Ucapnya.


Boby masuk kedalam ruangan Alettha, menatap wanita yang sedang tersenyum senang. Dalam hatinya dia bukan sangat lah senang apa lagi Alettha ingin belajar mencintai dirinya.


"Apa kau bertambah bahagia Alettha, jika iya boleh lah aku meminta imbalan atas kebahagiaan itu. " Ucap Boby.


Alettha terkejut mendegar suara Boby, lantas membuat dirinya menghadap ke arah pria yang sudah banyak membantu dirinya itu.


"Kau mau aku melakukan apa Boby, jika aku bisa maka akan akan ku lakukan. " Balas Alettha mendekati Boby.


"Bisakah aku menjadi kekasih mu, bisakah aku bersama mu bukan sebagai seorang teman ataupun kakak? " Ucap Boby.


Alettha terkejut dengan ucapan Boby, sebenarnya dia benar-benar tidak mencintai Boby walaupun dia memaksa untuk mencintai dirinya tetap saja dalam hatinya Boby adalah kakak baginya.


Boby menatap Alettha dengan ekspresi yang sulit diartikan, dia sadar bahwa sangat sulit bagi Alettha menerima dirinya.


"Aku tidak memaksa mu, jika kau tak menjawab sekarang aku akan menunggu mu samapai esok kau mau menjawab nya. " Balas Boby.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT JUGA TERIMA KASIH


__ADS_2