
"Kau ini pria lancang yang ingin meminang seorang gadis seperti Zahra..?" Ucap Willi memukul kemudian nya.
Willi pergi dari kediaman Gresia dengan perasaan yang hancur dia pikir cinta nya berbalas namun pada akhirnya memang tidak mudah mendapatkan seseorang yang seperti Zahra.
***
"Apa aku salah Gresia? " Gumam Zahra saat mereka semua sudah pergi.
Gresia menatap Zahra yang nampak sedih dengan perihal Willi yang melamarnya dengan buru buru, Gresia memegang tangan Zahra dan menatap nya.
"Apa kau mencintai Willi? Apa perjodohan yang kamu bicarakan tadi itu hanya sebuah kebohongan? " Ucap Gresia.
"Tatap mata ku Zahra kau tidak bisa berbohong padaku? "
"Aku menyukai Willi Gresia tapi ayah dan abah sudah menjodohkan ku dengan gus Azmi pemilik pondok pesantren di Bandung. " Ucap Zahra dengan mata berair.
"Kenapa kamu tidak bilang saja jika kamu sudah memiliki seseorang dalam hidupmu Zahra, aku yakin ayahmu akan mengerti semua itu. "
"Tidak Gresia aku tidak ingin ayah kecewa dia adalah orang tua ku satu satunya, dia sudah menerima perjodohan itu aku tidak akan membuatnya datang dan memohon maaf membatalkan semua itu. " Ucap Zahra mengelangkan kepalanya.
"Tapi kamu akan mengorbankan perasaan mu sendiri Zahra, Willi pun akan begitu terluka saat ini. "
"Aku tidak tahu Zahra aku bingung.. " Zahra pergi meninggalkan Gresia yang menatap nya iba.
"Kenapa percintaan itu begitu rumit dan runyam, kenapa Tuhan menciptakan hati jika pada dasarnya mereka tidak diciptakan untuk bersama. "
***
Zahra nampak termenung di dalam kamar nya setelah kejadian semalam pikiran begitu banyak dipenuhi rasa bersalah dan juga sakit, Zahra benar-benar dilema menghadapi semua ini.
"Aku harus bagaimana apa aku memberi tahu ayah dan abah jika aku mencintai orang lain, tapi bagaimana dengan laki-laki yang sudah melamar ku bagaimana pendapat mereka tentang keluarga ku? " Zahra nampak begitu bimbang saat ini.
__ADS_1
TOK TOK TOK
"Iyaa masuk saja. " Ucap nya saat mendegar suara ketukan pintu.
"Zahra apa kamu sedang sibuk? " Gumam Aurora mendekati nya.
"Tidak Aurora aku tidak sedang melakukan apa pun, ada apa? "
"Aku boleh meminta bantuan mu, dengar Zahra aku benar-benar bingung harus bagaimana sekarang.. " Ucap Aurora nampak tertunduk.
"Ada apa katakan saja pada ku? "
"Defri laki-laki yang sudah melamar ku, orang tuanya ingin jika dia menikah seorang gadis yang sholehah dan berilmu Zahra. Sedangkan aku kau tahu kan? "
"Jadi kamu sedih karena itu, dengar Aurora semua itu tidak lah penting jika kalian benar-benar saling mencintai urusan agama bisa kalian pelajari bersama setelah menikah. "
"Zahra semua itu tidak lah begitu muda seperti yang kamu katakan, aku.. aku begitu gugup belum lagi mereka akan datang bertemu dengan ku dan ayah bagaimana jika.. " Ucap Aurora gelisah dan terus memainkan tangannya.
"Terima kasih Zahra kamu benar aku harus bisa memperjuangkan cinta ku, aku pergi dulu.. " Ucap Aurora tersenyum meninggalkan Zahra.
Rumah nampak begitu ramaai para saudara Andre dan Alettha datang dari berbagai kota dan negera, mereka semua begitu antusias menyambut keluarga baru yang akan meminang kedua putri Andre.
Keluarga Zahra masih belum bisa datang ke Jakarta karena mereka masih memiliki urusan dengan beberapa ulama dipesantren, Zahra nampak berjalan dan menyapa beberapa keluarga lainnya.
Malam ini adalah acara pertunangan antar Bagas dan Gresia dan juga Aurora dan Dafri kekasih nya, Zahra nampak begitu bahagia saat semua keluarga hadir dan berkumpul dengan begitu banyak kecerian dan kebahagiaan.
"Zahra... " Gumam Moera tante Gresia sepupu Andre dari Kalimantan.
"Tante Moera, apa kabar tante.. " Ucap Zahra mencium tangan Moera.
"Tante baik sayang, ya ampun Zahra udah besar sekarang kamu nak tante kangen banget.. " Ucpa Moera memeluk Zahra.
__ADS_1
"Tante kesendirian aja kesini mana om Darma sama kak Dilon? "
"Om Darma sama kak Dilon masih banyak kerjaan sayang jadi tante kesini sendiri, perusahaan sedang tidak baik baik saja jadi mereka tidak bisa pergi begitu saja. "
"Benarkah tante semoga saja semua membaik dengan adanya kabar baik ini ya tan, tante sudah makan makanan sudah siap disana. "
"Tante udah makan, tapi tante belum melihat Gresia dan Aurora apa mereka masih make up? "
"Mungkin saja soalnya aku baru saja keluar dari kamar tan.. "
"Kamu ini dikamar terus sih disini kan ramai banyak saudara yang datang ngapain dikamar?, Ya udah ayoo ke kamar Gresia tante mau lihat. "
Mereka berjalan beriringan menuju kamar Gresia jam susah menujukan pukul 18.45wib dan sebentar lagi para tamu spesial sudah datang, mereka nampak takjub melihat Gresia yang begitu cantik dengan balutan dress panjang berwarna peach.
"Ya ampun Gresia cantik banget kamu sayang.. " Ucap Moena mendekati Gresia.
"Ih tante apa sih aku malu tahu gak.. " Ucap Gresia bersemu merah.
"Sekarang kamu sudah besar dah mau jadi seorang istri, tante ikut bahagia pasti bunda mu jauh lebih bahagia sekarang. Selamat ya nak.. "
"Makasih tante.. Zahra.. " Gunam Gresia menatap Zahra yang nampak diam.
"Kenapa? "
"Gak papa kok Gresia aku cuman bahagia aja melihat kamu dan Aurora sebentar lagi akan berganti setatus menjadi istri orang aha ha ha.. " Ucap Zahra dengan tawanya.
"Aku juga berdoa semoga apa yang kamu pilih benar-benar yang ada dihatimu, jangan sampai kamu tidak berpura-pura bahagia hanya untuk melihat orang lain bahagia. "
Zahra diam tanpa ingin membalas ucapan Gresia yang begitu menusuk hatinya kata kata Gresia benar dia juga harus memikirkan perasaan nya sendiri sebelum memikirkan perasaan orang lain.
"Sudah sudah kok malah pada melow aja sih, biar lah Zahra memiliki semua itu dengan hatinya tante percaya jika Zahra tidak akan salah memilih. " Ucap Moera menegahi pembicaraan mereka.
__ADS_1
Gresia dan Zahra hanya tersenyum saling bertukar pandang dengan pikiran yang sulit ditebak, mereka pergi berjalan keluar menghampiri keluarga yang lain.