
"Jaga dengan baik rambut mu, aku menyukai nya. " Ucap Alex pada Aletta membuat sangat empu tersipu.
"Tuhan andai ini nyata bukan sebuah pelampiasan, boleh kah aku memiliki nya. " Batin Aletta sembari mencuri pandang Alex yang sedang membuka laptop ny.
"Tidur lah kau lelah, oiya Aletta aku serah semua urusan rumah padamu. Kau juga boleh mencari asisten rumah tangga untuk menemani mu, didalam laci meja rias mu sudah ada ada kartu black card itu untuk mu. " Ucap Alex pada Aletta.
Aletta terkejut mendengar kartu Black card yang Alex berikan.
"Anda terlalu percaya pada saya pak. " Ucap Aletta sungkan.
"Kau istri ku semua punya ku adalah punya mu, tidur lah di samping ku. Kamu jangan khawatir aku tak akan berbuat hal buruk padamu. Dan cukup panggil aku Alex saja. " Ucap Alex menepuk kasur sebelah nya untuk Aletta tidur.
Aletta berajang dari kursi itu lalu duduk di tepi ranjang Alex, dengan ragu Aletta berbaring dan menutupi tubuh nya dengan selimut tebal Alex.
Alex yang melihat tingkah Aletta tersenyum geli, Alex kembali menyelesaikan semua pekerjaan lalu mematikan laptopnya dan tidur disamping Aletta.
Saad berbaring tak sengaja Aletta merubah posisi tidurnya, yang tadinya memungungi Alex kini malah menghadap kearah Alex.
Alex menatap wajah Aletta, dia merasa bersalah pada gadis itu. Alex belum begitu mengerti apa yang dia lakukan itu karna dia menyukai Aletta atau hanya emosi sesaat.
"Maaf jika kau tak bahagia bersama ku, kelak aku akan membuat mu bahagia bersama orang lain. " Ucap Alex.
Beberapa hari ini Alex selalu teringat Aletta, dia menjadi sedikit melupakan Sandra, mungkin dengan menikahi Aletta dia bisa benar-benar melupakan Sandra. Mereka akhirnya tertidur dan berkelana ke alam mimpi.
Alettha terkejut saad ingin bangun, ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Dia berbali dan melihat Alex yang masih tertidur dengan lelap.
"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan, apa kau mencintai ku atau tidak Alex. Jangan buat aku berharap pada mu. " Batin Alettha.
Dengan perlahan Alettha melepaskan tangan Alex pada perutnya tanpa membangun kan. Setelah semua itu tidak membuat Alex terbangun Alettha lantas pergi kekamar mandi dan membawakan serta baju gantinya.
__ADS_1
Alettha sudah mandi dan berpoles tipis, mau bagaimana pun, kini dia sudah berganti status menjadi nyonya Alex Wijaya.
Setidaknya dia harus terlihat sedikit berbeda, setelah selesai memoles diri Alettha memutuskan turun kebawa. Waktu masih menujukan pukul 06.00Wib pagi, namun Alettha sudah siap dan akan membuat kan sarapan untuk Alex.
Alex mengerjapkan mata nya mencari Alettha di samping nya, namun nihil.
"Mungkin dia sudah bangun dan membuat sarapan. " Gumam Alex.
Alex lantas berdiri dan masuk kedalam kamar mandi, Alex keluar dari kamar mandi dengan selilit kain handuk dipingangnya.
"Alettha belum menyiapkan baju untuk ku, mungkin aku lupa menyuruh menyiapkan baju kerja ku. " Ucap Alex.
Alex lantas membuka lemari dan mencari pakaian kerja nya sendiri. Alex menuruni anak tangga perlahan, tercium bauk nasi goreng yang sangat enakk.
"Selamat pagi. " Ucap Alex saad tahu Aletta sedang membuat sarapan.
Alettha terlonja kaget dengan sapaan Alex, membuat dia menjatuhkan segelas kopi panas.
Dengan sigap Alex langsung turun melihat Alettha dan mencuci tangannya di wastafel.
"Kau ini bisa hati hati tidak, bilas dulu dengan air dingin agar tidak melepuh tangan mu. " Ucap Alex pada Alettha.
Alettha menatap Alex sejenak, dengan lembut Alex mencuci tangan nya dengan air dingin, lalu mengoleskan salap agar tidak melepuh.
"Maaf aku akan buat kan kopi lagi, makan lah dulu. " Ucap Alettha.
"Tak usah, aku akan sarapan lalu pergi kerja. "
Ucap Alex menahan Alettha pergi, Alex menggandeng tangan Alettha menuju meja makan.Mereka sarapan dengan tenang.
"Jika kau bosan kau bisa keluar, terserah kau mau kemana. Asalkan kau tak lupa, kau adalah istri ku. " Ucap Alex dengan menekankan kata Istriku.
__ADS_1
"Apa aku boleh pergi ke supermarket? Ada yang ingin ku beli. " Ucap Alettha.
"Tentu pergi lah, bawak lah kartu dan handphone di laci rias mu. Itu semua untuk mu, dan jika kau mau kau bisa membawa mobil atau nanti biar sopir ku yang mangantar mu. "
"Tidak perlu, aku bisa menyetir mobil sendiri lagi pula hanya sebentar.Saad makan siang aku akan dirumah. "
"Iyaaa pergi lah, dalam ponsel mu ada no HP ku biar muda aku dan kamu berhubungan jika ada keadaan darurat. "
Alettha menganguk mengerti dengan ucapan Alex.
"Aku pergi jaga dirimu baik baik. " Ucap Alex mengecup kening Alettha.
Alex masuk kedalam mobil nya dan pergi meninggalkan rumah.
Alettha tersipu malu setiap perlakuan Alex membuatnya merasa wanita yang paling beruntung, namun Alettha masih berpikir apa motif dibalik Alex menikah nya.
"Sebaiknya aku keluar , bisa stres kalau aku dirumah seorang diri dan terus memikirkan Alex. " Gumam Alettha.
Alettha kembali kedalam kamarnya, mengambil kartu dan ponsel pemberian Alex. Alettha terkejut dengan ponsel yang diberikan Alex pada nya, ponsel itu sangat lah mahal.
"Astaga dia suka sekali buang buang duit, Sebaiknya aku pergi berbelanja mencari tas slempang untuk ku, mungkin tak apa. " Gumam Alettha.
"Ah tidak, sebaiknya aku bertanya dulu pada Alex. " ucap Alettha.
Alettha lantas mencari nama Alex di ponsel itu lalu menghubungi dirinya.
"Haloo, Alettha ada apa kau menelpon ku? " Ucap Alex di sebrang telefon .
"Maaf jika menggangu mu, tapi boleh kah aku membeli sebuah tas? jika tidak boleh tak apa. " Ucap Alettha malu.
"Itu semua milikmu, terserah mau kau apakah. Aku tutup dulu Alettha. " Ucap Alex.
__ADS_1
tutttt
"Baik lah sudah lama tak shoping... " Ucap Alettha senang.