Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Bermuka dua


__ADS_3

Ayumna kembali ke rumah nya pada tengah malam karena pesta itu di terlalu menyenangkan hingga mereka lupa waktu, Ayumna mengucapkan terima kasih pada Andriansya yang sudah mengantarkan dirinya pulang dengan selamat.


"Terima kasih Andriansya sudah mengantarkan ku pulang, samapai jumpa di kampus besok. " Ucap Ayumna.


"Ok samapai jumpa, selamat malam. " Sahut Andriansya.


Andriansya mengendarai mobil nya menjauhi rumah Ayumna sedang Ayumna menatap Andriansya yang telah berlalu dengan tersipu malu, Ayumna berjalan kaki arah pintu rumah nya.


CKLEK


Suara pintu terbuka membuat Ayumna terkejut.


"Bunda ngagetin Ayumna aja. " Ucap Ayumna singkat sembari ingin masuk kedalam rumah.


"Tunggu Ayumna apa kamu sudah tidak memiliki peraturan dalam hidup mu, kamu tahu ini jam berapa kan? " Bentak Alettha.


"Namanya juga pesta bun lagi pula kalau aku pulang terlebih dahulu gak enak lah sama temen temen yang lain. " Balas Ayumna masuk kedalam rumah nya.


"Ayumna.... " Teriak Alettha marah.


Ayumna memberhentikan langka nya menuju lantai dua kamarnya, berbalik dan menatap Alettha yang sedang marah.


"Bunda bingung sekarang menghadapi sikap kamu, kian hari kamu semakin liat saja. Contoh Aurora nak dia selalu nurut setiap bunda bilang dan dia tidak pernah melanggar semua peraturan yang bunda buat. " Ucap Alettha.


"Oh sekarang bunda membandingkan aku dengan Aurora, teruskan saja bun makan bunda tidak akan pernah bisa merasakan kehadiran ku dalam hidup bunda. " Pekik Ayumna.


Sedang Aurora hanya tersenyum menang saat saudara nya di marahi oleh ibunya, Aurora merasa senang saat Alettha membela dirinya bukan anak kandung nya.

__ADS_1


"Kau tahu Ayumna aku tidak akan membiarkan semua orang yang sayang padamu akan tetap berada dipihak mu, ini semua karena kesalahan mu sendiri jadi nikmat sebagai anak diri. " Ucap Aurora.


Ayumna meneteskan air matanya berjalan ke lantai dua masuk dan menutup pintu kamarnya dengan begitu keras, Alettha memijat pelipisnya yang berasa berdenyut.


"Kau kenapa Ayumna kenapa kau berubah begitu anakku. " Gumam Alettha.


Ayumna membanting semua barang barang nya dengan berderai air mata, semua poto bersama dengan Aurora dibuang ke lantai oleh nya.


"Kau sudah benar-benar menyebalkan Aurora aku membenci mu. " Teriak Ayumna.


Aleska menjatuhkan tubuh nya diatas kasurnya sembari menangis, tak terasa matanya mulai tertutup dan tertidur dengan pulas.


"Ayumna bangun apa kau tidak ingin ke kampus hari ini... " Teriak Alettha.


Ayumna mengerjabkan matanya yang terasa berat karena menangis, Ayumna bangun tanpa mau menjawab ucapan dari ibunya itu.


Aleska menghidupkan shower di kamar mandi nya mengguyur tubuh nya dengan air dingin, kepalanya terasa pusing saat setiap masalah mulai menghampiri dirinya.


Gresia yang mengetahui pertengkaran antara ibu dan adiknya itu semalam memilih untuk berpura-pura tidak mendegar, Gesia duduk di meja makan seperti biasa Alettha akan melayani dirinya selayaknya anak kecil.


"Bundaa boleh aku memberi saran untuk Ayumna dan bunda? " Gumam Gresia pelan.


"Ada apa kak, bunda dan Ayumna tidak ada masalah apa pun. " Balas Alettha.


"Bunda dan Ayumna butuh waktu berdua tanpa ada siapapun yang menggangu, mungkin Ayumna merasa bunda menganak diri kan dirinya makanya anak itu mulai memberontak. " Jelas Gresia.


"Gresia bunda tahu apa yang baik dan tidak untuk anak anak bunda, jadi bunda harus tegas terhadap Ayumna itu sudah benar nak. Belum lagi ayah mu belum bisa kembali pada kita jadi bunda harus bisa membuat Ayumna mengerti segalanya. " Terang Alettha sembari meminum teh nya.

__ADS_1


"Selamat pagi bunda kak Gresia. " Ucap Aurora.


"Selamat pagi Aurora ayo duduk dan makan sarapan yang sudah bunda siapakan. Hanya kalian harapan bunda yang selalu patuh dan bersikap baik. " Ucap Alettha.


Tanpa Alettha ketahui Ayumna mendegar ucapannya itu dianak tangga membuat kebencian begitu kentara dimata dan hatinya, Gresia tidak menyadari akan keberadaan Ayumna.


Aurora tersenyum memandang Ayumna yang sedang berdiri dianak tangga dan mendegar ucapan ibunya sendiri yang tanpa menyebutkan nama dirinya.


"Itu pantas kau dapatkan Ayumna. " Batin Aurora.


Ayumna berjalan keluar dengan wajahnya yang masam, bahkan Alettha tidak menegurnya sama sekali. Ayumna berjalan meninggalkan rumah dengan kemarahan dihatinya.


"Ayumna... " Seru Gresia.


"Sudah lah Gresia biarkan anak itu belajar mengerti semua ini, bunda tidak ingin dia tumbuh menjadi anak yang pembangkang. " Jelas Alettha.


"Terserah bunda saja Gresia pergi ada rapat mendadak, selamat pagi. " Ucap Gresia meninggalkan meja makan.


Gresia menhidupkan motornya dan mengejar adiknya yang sudah berjalan terlebih dulu, Gresia menelusuri jalanan dengan pelan matanya menatap Ayumna yang sedang menangis dipinggir jalan.


Gresia mempercepat langkahnya dan menghampiri Ayumna yang nampak sedang menangis, gadis itu tidak pernah menujukan kesedihan kecuali didepan Gresia.


"Heyy kakak mencari mu sedari tadik, kenapa menangis ayo halus air mata mu kak Gresia akan mengantar mu ke kampus. " Ucap Gresia.


"Bunda bahkan tidak menganggap ku ada kak, untuk apa aku disini. " Ucap Ayumna.


"Sudah lah Ayumna bayak hal yang perlu dipelajari dan ada juga hal yang membuat mu belajar untuk menerima semua itu. " Gumam Gresia.

__ADS_1


Gresia menghapus air mata Ayumna dan menarik tangannya untuk menaiki motor Gresia, Gresia melajukan motornya menuju kampus Ayumna.


__ADS_2