
Aletta termenung didalam kamarnya, setelah makan dan mencuci piring aletta tak melihat keberadaan arsya.
ting
{ heyy sedang apaaa... }
pesan masuk dari andre
{ sedang duduk saja kak, kamu lagi apa.. }
{memikirkan mu.. }
aletta sedang tak ingin berbicara, dia memilih mendiam kan ponsel nya.
bayak pesan dan panggilan masuk dari andre, namun hati dan pikiran sedang tak sejalan.
aletta memilih tidur mengistirahatkan pikirannya, karna esok dia akan mulai bersekolah lagi.
cringggg cringggg
alarm membuat mimpi aletta membuyar, dengan malas mematikan alarm dan pergi mandi.
"selesai,saad nya sekolah sebentar lagi ujian. aku harus mulai memilih universitas mana selanjutnya. " ucap aletta di depan cermin.
aletta menuruni tangga perlahan, mengedarkan pandangannya melihat seisi rumah. namun nihil yang dia cari tak ada disini.
"kemana diaa, apa masih tidur.. " gumam aletta.
aletta menuju dapur mengambil roti dan mengoles nya dengan selai coklat kesukaannya.
"terserah aku tak peduli, itu jauh lebih baik dari pada aku melihat nya. " gumam aletta.
aletta memakan roti nya sampai habis, lalu memesan taxi online untuk mengantar nya ke sekolah.
tin tin
"iyaa sebentar... " teriak aletta
dengan buru buru aletta keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil.
"apa dia tak dirumah kenapa terasa sepi.. apa dia pergi. " batin aletta
walaupun dia tak peduli tapi hatinya berkata lain.
setelah 20 menit aletta sampai di SMA citra 12,turun dari taxi dan disambut oleh kinan dan andre.
"selamat pagi... " sapa andre.
"pagi semua... " balas aletta.
mereka berjalan beriringan menuju kelas, bayak candaan dan pertanyaan yang diabaikan oleh aletta membuat andre penasaran ada apa dengan aletta.
"apa dia sakit, kenapa diam saja.. " batin andre.
"kenpa aku jadi memikirkan kan arsya, aletta kamu harus bisa melupakan dia. " batin aletta.
kelas nampak begitu ramai, ada yang bercanda mengobrol belajar dan ada juga yang sedang pacaran.
tok tok
"selamat pagi semua... " ucap pak Richard.
semua siswa-siswi langsung berhamburan ke tempat mereka.
pagi pak
ucap mereka serempak.
"hari ini pak eko tak masuk, jadi saya yang akan mengajar pelajaran olahraga. " ucap pak Richard dingin.
semua siswi nampak senang dan bersorak karna pak Richard akan mengajarn merek,namun aletta melihat itu biasa saja.
"segera berganti pakaian saya tunggu di lapangan 15 menit sekarang. " ucap pak Richard.
semua siswa-siswi berlari keruang ganti, menganti pakaian dengan cepat jika tak ingin dihukum oleh pak Richard.
"aletta udah belum yuk gak sabar deh, liat pak Richard dengan seragamnya. " ucap kinan
"lebay deh... " balas aletta.
mereka tertawa dengan tingkat kinan.
lalu mereka semua berlalu menuju lapangan, dan disana sudah ada siswa laki laki yang sudah siap.
__ADS_1
"mana pak Richard guys.. " ucap rena
semua siswi menyedarkan pandangan mereka kesehatan penjuru lapangan.
"ganti baju guys... " ucap aldo.
"itu.. pak Richard ya ampun ototnyaa, ahhhh mengoda iman... " ucap kinan terpesona.
pak Richard dengan seragam olaraga yang begitu pas di tubah nya menampilkan otot otot nya yang begitu menonjol dan membuat siswi berteriak.
"inget umur begok dia gak seumur kita... " ucap aletta.
aletta lantas mencubit lengan kinan, membuat gadis itu berteriak.
"akkkakkkkkkk.... aletta lo apa an sih... " ucap kinan.
semua mata tertuju kepada aletta dan kinan, mereka berdua hanya tersenyum karna menjadi pusat perhatian.
"berbaris laki laki dengan perempuan.. sekarang. " teriak pak Richard.
semua siswa-siswi berbaris rapi dan diam.
"baik lah silakan pemanasan, kinan maju bimbingan pemanasan. " printah pak Richard.
kinan bersemu merah mendengar namanya dipanggil pak Richard.
"haduhh mulai dah alay nya.. " ucap aletta.
kinan maju dengan malu malu kedepan, bersanding dengan guru favoritnya.
"udah cocok belum guys. .. " ucap kinan.
semua siswi berteriak histeris melihat keberanian kinan berkata didepan pak Richard.
"cocok apa nya, cepat pimpin pemanasan. " bentak pak Richard.
kinan lantas memimpin semua siswa-siswi untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dimulai.
setelah 20 menit mereka melakukan pemanasan, mereka semua di printah mengelilingi lapangan 10 kali.
"putar lapangan sebanyak 10 kali sekarang.... " ucpa pak Richard.
mereka berlari mengelilingi lapangan dengan semangat.
"siap pak... "
mereka istirahat sambil meminum air yang dibagikan ridho.
"pak hari ini mau olahraga apa..? " tanya rena
"kalian mau olaraga apa... "
"kita mah selagi bapak yang ngajar semu mau pak ahahahha... "
pak Richard lantas diam seribu bahasa membuat merek ikut terdiam.
"hari ini kita gak olahraga, sudah cukup lari dan pemanasan saja. kalian bisa pergi ke kantin dan ganti pakaian. " ucap pak Richard.
pak Richard pergi meninggalkan kan anak anak itu yang nampak kecewa, belum sampai pergi pak Richard berbalik.
"aletta... kammu ikut saya keruangan saya.. " printah pak Richard.
aletta yang sedang berbincang dengan kinan kaget dengan printah pak Richard.
"ahh emm iya iya pak... " ucap aletta gugup.
"lo kenapa kok dipanggil, was was nanti dihukum lo.. " tanya kinan.
"entah gue gak tahu, do'ain semoga gua masih hidup. " ucap aletta.
mereka mentap aletta dan menebak apa yang akan dilakukan pak Richard pada nya.
"kinan, kenpa aleta..? " tanya Andre
"gak tahu, udah yuk ke kantin.. gak usah panik paling juga disuruh presentasi. " ucap kinan.
"presentasi apa an... " ucap andre.
kinan tak menjawab namun menarik tangan andre menuju kantin.
dengan malas aletta mengikuti pak Richard menuju ruangannya.
"mau apa dia memanggil ku... " gumam aletta.
__ADS_1
"masuk lah ada yang ingin ku tanyakan.. "
"soal apa pak. . "
"apa kamu tahu kenapa axcel, axcel pergi ke Jerman? "
"astaga dia pikir aku mau tahu apa urusan mereka pergi, aku tak peduli. " batin aletta.
"maaf Pak saya tidak tahu, lagi pula bukan urusan saya. "
pak Richard nampak terdiam entah apa yang dia pikirkan.
"baik lah pergi lah, Terima kasih info nya. "
"emm baik Pak, permisi. "
aletta keluar dari ruangan Pak Richard dengan perasaan yang aneh.
"kenpa dia bertanya begitu, bukan kah dia ada hubungan dengan keluarga tante kauren. " batin aletta.
aletta mengerutuk tak jelas, hanya ingin mencari informasi tentang axcel saja harus melibatkan dirinya.
aletta menganti pakaian nya dengan baju putih dan rok abu abu.
"apaa meeka semua masih di kantin.. " gumam aletta.
aletta menuju kantin untuk mencari teman teman nya.
"aletta sini... " teriak kinan.
aletta menoleh melihat kinan beteriak.
"kalian masih disini, ku kira sudah masuk kelas... "
"mana mungkin kita meninggal kan mu... " balas andre.
aletta kemudian duduk di kursi yang ditarik andre untuk nya.
"kenpa kau dipanggil oleh Pak Richard... " tanya andre.
"tak apa tak penting. bik bakso 1 sama jus alpukat. " teriak aletta pada penjual dikantin.
"siap mbk aletta... "
ting
{ kenpa tak membalas pesan dan telepon ku. }
pesan masuk dari andre.
{maaf aku ketiduran.. }
aletta merasa tak enak hati berbohong pada andre.
{ ok gak papa aku cuman bertanya... }
aletta tersenyum menatap andre
"ini mbk pesanannya. "
"ok makasih ya bik. "
ucap aletta tersenyum pada penjaga kantin.
mereka makan sambil mengobrol bayak hal.
"aletta lulus SMA mau ngambil jurusan di mana? " ucap boby.
"emm aku kurang tahu belum nyari juga, kalau kalian dimana.. " tanya aletta.
"kalau kita di Universitas jaya sakti. Ada juga di luar negeri. " ucap mereka.
"kalau kak andre dimana? " tanya aletta.
"aku ke Jerman... maaf itu pilihan mamaku dari dulu... " ucap andre.
"wah LDR dong... " ucap boby.
mereka hanya tersenyum dan tertawa, bayak yang mereka bicaran tentang masa kedepan nya.
ada yang ingin menjadi dokter ada yang ingin menjadi dosen dan lain lainnya.
Dalam hati aletta berharap semoga cita cita nya menjadi nyata yaitu menjadi dokter kandungan.
__ADS_1