
"Apa kamu baik baik saja?"Tanya Andriansya pada Ayumna.
"Aku pergi dari rumah..."Ucap Ayumna menunduk lesu.
"Kenapa Yumna? apa pun masalah nya jangan pernah lari dari itu semua ayah dan ibu mu pasti khawatir padamu."Ucap Andriansya.
"Aku tidak peduli bunda selalu saja membela Aurora aku selalu salah dimata merek,bahkan mereka menamparku dengan alasan yang tidak masuk akal aku seperti anak angkap saja.."Ucap Ayumna menagis.
Andriansya memeluk gadis itu dia tahu gadis yang dia cintai sedang tidak baik baik saja,Andriansya mengusap halus punggung Ayumna yang bergetar hebat karen menagis.
"Tidur lah kau harus istirahat."Ucap Andriansya menghapus air mata Ayumna.
"Jangan beritahu siapa pun jika aku ada disini,aku mohon Andri." Ucap Ayumna.
Andriansya mengaggukan kepalanya dan menyuruh Ayumna untuk segera tidur,Andriansya menatap gadis yang sangat dia cintai itu dengan iba dia tidak menyagka bahwa niat baiknya untuk saudara perempuannya bisa membuat dirinya terasingkan dari kelaurga sendiri.
__ADS_1
"Tidur lah mimpi indah Ayumna aku tidak akan biarkan Auroro membuat hidup mu menderita,aku akan membuat gadis itu menyesal."Gumam Andriansya.
Andriansya meninggalkan Ayumna yang masih terlelap didalam kamarnya dirinya memulih untuk duduk di sofa depan televisi semabari bermain ponsel,waktu sudah menujukan pukul 03.00 pagi tapi mata Andriansya masih saja terjaga.
Amdriansya membuka grub sekolah nya dulu dan mengobrol dengan teman lama mereka mengadakan reauni di sebuah cafe bintang lima esok pagi,Andriansya mematikan ponselnya dan memilih untuk tidur di sofa.
Sinar mentari mengintip seorang gadis cantik yang masih tertidur pulas diatas kasur empuk itu,Ayumna mengerjabkan matanya saat mentari mulai terlihat menyilaukan mata.Perlahan gadis itu terbangun dan menatap Andriansya yang tersenyum jahil pada nya.
"Selamat pagi tuan putri ku,maaf aku harus membuka hordeng ini jika tidak entah kau bangun jam berapa."Kekeh Andriansya begitu merdu.
"Tidak perlu nanti biar dibersihkan oleh bibik,mandi lah kau pasti lelah dan lapar."Gumam Andriansya menyentuh puncak kepala Ayumna.
"Kau terlalu baik pada ku.."Ucap Ayumna memeluk Andriansya.
"Dan aku yang terlalu mencintai mu."Balas Andriansya.
__ADS_1
"Mandi lah setelah ini kita sarapan ok."Ucap Andriansya meninggalkan Ayumna sendiri di dalam kamarnya.
"Apa aku harus disini atau aku harus pergi saja,aku tidak ingin dia menagung resiko besar menyembuyikan ku dirumah nya."Ucap Ayumna.
Andiransya berjalan menuruni anak tangga lantai dua rumah nya duduk termenung menunggu Ayumna yang sedang mandi,Andiransya menyeruput kopinya dengan perlahan.
"Den gadis itu siapa?" Ucap bik Dian asisten rumah tangga Andriansya.
"Dia Ayumna bik sementara dia akan disini dulu,memang ada apa bik?"Gumam Arjuna menatap wanita yang sudah mengabdi pada kekuarga nya cukup lama itu.
"Tidak baik menbawa anak gadis orang utuk tinggal bersama den,lagian kalian juga masih muda bibik takut kalian akan melakukan hal yang tidak seharus nya dilakukan."Uca bik Dian menasehati.
"Aku tahu batasan ku bik jangan khawatir lagi pula dia hanya sementara disini,nanti saya akan bicarakan lagi bersama Ayumna bagimana baiknya."Ucap Andiransya.
Andriansya begitu menghormati bik Dian sama seperti ibunya sendiri karena kedua orang tua nya sama sekali tidak pernah memberikan kasih sayang penuh padanya sejak kecil,hal itu membuat Andriansya lebih peduli dan sayang pada pekerja rumah nya itu.
__ADS_1
Ayumna menuruni tangga perlahan dengan kaos pink pendek dan celana jeans hitam membuat nya terlihat sangat cantik,Andriansya tersenyum menatap gadia itu.