
Bagas memeluk Gresia dengan erat seakan-akan dia tidak bisa memiliki menyentuh gadis itu lagi, Bagas bisa merasakan debaran jantung Gresia yang berdebar keras.
"Apa kau berdebar saat bersama ku Gresia, mungkin itu tanda bahwa kau juga merasakan perasaan yang aku rasakan. " Gumam Bagas lembut.
"Tidak aku tidak berdebar karena dekat dengan mu, jika wanita lain yang ada diposisi ku pasti akan merasakan apa yang saat ini aku rasa kan.. " Gumam Gresia.
"Kau benar dan kau wanita yang beruntung bisa mendapatkan cinta ku bisa memiliki ku seutuhnya, walaupun kau belum menjawab pertanyaan ku tapi aku percaya kau juga mencintaiku. " Gumam Bagas menghirup dalam aroma parfum vanila di tubuh Gresia.
"Lepaskan aku Zahra pasti sedang mencari keberadaan ku, kau tahu semua orang menatap nya aneh aku tidak ingin dia merasa tak nyaman disini. " Seru Gresia mendorong Bagas menjauh dari tubuh nya.
Nampak kekecewaan begitu terlihat dimata Bagas saat Gresia mendorong paksa tubuh nya agar menjauh dari nya, dengan gontai Bagas mengikuti arah jalan Gresia yang berjalan cepat meninggal nya.
"Kau terlihat semakin cantik Gresia saat gugup.. " Kekeh Bagas menatap punggung indah Gresia.
Gadis itu berjalan disepanjang lorong yang kian nampak semakin ramai oleh para tamu undangan yang hadir, Gresia mencari keberadaan Zahra dan Willy yang sedang duduk menjauh dari keramaian.
"Ah itu Gresia Zahra.. " Seru Willy saat melihat Gresia yang berjalan kearahnya bersama Bagas.
"Syukur lah dia segera kembali jika tidak semua orang nampak akan memakan ku.. " Gumam Zahra.
"Apaa.. " Ucap Willy menahan tawa saat Zahra mengatakan semua orang akan memakannya.
Zahra terdiam dan menundukkan kepada nya merasa malu saat Willy tertawa geli mendegar celotehan dirinya yang sangat tidak masuk akal.
"Maaf Zahra aku lama meninggal mu.. " Ucap Gresia merasa bersalah menatap Zahra yang terdiam.
"Kau kemana saja Gresia, aku takut disini? " Seru Zahra.
__ADS_1
Gresia mendekati gadis itu yang nampak tidak nyaman.
"Kau tahu apa yang gadis ini katakan? Jika kau tidak segera datang kami semua akan memakan nya.. itu lucu sekali.. " Ucap Willy dengan tawanya.
"Memakan mu bagaimana Zahra, astaga pasti Willy melakukan sesuatu pada mu yaa apa dia menakuti dirimu? Katakan saja Zahra. " Cerca Gresia.
"Tidak Gresia aku dan Willy tidak berbicara aku hanya tidak nyaman saja, dimana kak Leo bisa kah aku kembali pulang saja? " Ucap Zahra.
Gresia mengerti keadaan yang dirasakan oleh Zahra dan dia juga tidak bisa mencegah keinginan nya itu, kemudian Gresia menghubungi Leo yang masih berada di luar gedung bersama rekan bisnis nya.
"Kak Leo ada di laut Zahra, dia masih bersama dengan rekan bisnis nya. " Ucap Gresia.
"Jika kau mau aku bisa mengantarkan Zahra pulang, dari pada dia harus bersama dengan Leo dan berbicara bersama dengan orang asing. " Gumam Willy.
"Emzz bagaimana Zahra apa kau mau diantara oleh Willy, jika tidak aku akan mengantar mu dengan mobil Willy. " Ucap Gresia.
Zahra tahu bahwa Bagas pasti ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Gresia, jadi dia memilih untuk mengalah dan pergi bersama Willy.
"Zahra jika kau tidak nyaman aku.. "
"Tidak aku tidak masalah, kau tahu aku pemegang sabuk hitam karate kau tak perlu khawatir. " Cela Zahra.
Gresia tersenyum menatap Zahra dan Willy yang mulai menjauh darinya, Gresia merasa Willy memiliki perasaan pada Zahra dari cara bicara dan juga tingkahnya Gresia sudah paham dengan jelas.
"Gresia... " Ucap Bagas.
"Emmz iyaa ada apa? " Ucap Gresia saat Bagas menggandeng tangannya menuju ketengah kerumunan para tamu.
__ADS_1
Gresia merasa malu saat dirinya menjadi pusat perhatian dari sekian mata yang menatap nya.
"Apa yang kau lakukan? " Ucpa Gresia.
Sedangkan Leo yang sedang berbicara dengan salah satu tamu undangan kemudian berjalan masuk kedalam gedung, dia cukup lama bebicara dengan rekan bisnis nya itu sekaligua berjanji untuk bertemu di lain waktu.
Leo menatap semua orang yang sedang berkerumun menatap pemandangan yang cukup menarik mata mereka, Leo menerobos masuk kedalam kerumunan orang orang itu.
"Gresia Permata Wijaya, mau kah engkau menerima ku sebagai belahan jiwa mu.. Sebagai pria terakhir yang beruntung memiliki mu secara utuh.. " Ucap Bagas berlutut sembari memegang sebuah cincin berlian.
Gresia begitu terkejut dengan ucapan Bagas dia tak mengira jika pria itu akan melamar nya, jantung berdebar hati nya tersentuh dengan perlakuan tulus pria itu. Sulit untuk di katanya tapi dirinya memang memiliki perasaan pada Bagas.
TERIMA TERIMA TERIMA
Sorak ramai para hadirin membuat Gresia semakin malu wanita itu nampak menundukkan wajahnya yang merah seorang kepiting rebus, dia bingung harus jawab apa.
"Aku meminta mu menjawab nya disini Gresia.. " Ucap Bagas.
"Aku.. Aku... " Ucap Gresia terbata.
Leo yang mendegar ucapan Bagas seketika hancur semua harapan nya memiliki Gresia, matanya terpancar bulir-bulir bening yang siap meluncur. Rahang nya mengeras menahan emosi.
"Jadi benar jika kau dan dia saling mencintai Gresia, kenapa kau tak memberi tahu ku. " Batin Leo.
Pria itu pergi berlalu dari Kerumunan manusia yang bersorak gembira saat cincin permata bermata putih itu terpasang indah dijari manis gadis itu, Leo memiliki untuk meninggalkan pesta dan juga masa depan yang kini telah memilih orang lain.
Mereka semua bersorak dengan gembira saat Gresia mengangukan kepalanya dan Bagas dengan senang hati memasang cincin itu pada jari manisnya, Bagas memeluk Grsia dengan erat dan senyum bahagia.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dibalik kebahagiaan itu ada seorang dimasa lalu yang menangis sendu menatap kebahagiaan itu, menerobos jalanan yang ramai dengan hati yang terluka.