Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Wanita Ular


__ADS_3

Alettha diperlukan bak seorang putri kini, setiap pagi mertua nya akan memberikan jus buah untuk nya. Di saad suaminya tidak ada pun mertua ya selalu memperhatikan semua kegiatannya, terkadang Alettha merasa tak enak dengan sikap mertua nya itu.


"Maaa istirahat lah, lagi pula aku baik baik saja kok. Kehamilan ku kan masih sebulan jadi tidak membuat ku repot melakukan kegiatan ku. " Ucap ku halus.


"Sudah lah Alettha tak apa, lagi pula orang hamil harus dijaga. Maafkan mama yaa, dulu mama sering menghina mu dan memperlakukan mu dengan tidak baik. " Ucap Bu Rosa.


"Gak papa kok maaa, lagi pula aku sekarang jauh lebih baik dari yang dulu. Aku juga Terima kasih sama mama karena sudah mau menjaga ku dengan baik. " Balas Alettha.


Kini Bu Rosa benar-benar menyayangi Alettha seperti anak kandung sendiri, rasa sayang nya tumbuh dengan adanya keberadaan sang calon cucu penerusnya.


"Istirahat lah mama akan pergi keluar sebentar, jaga dirimu. " Ucap Bu Rosa.


Alettha tersenyum menatap punggung bu Rosa yang hilang dari pandangan matanya, kini Sandra mendekati Alettha yang duduk di depan TV.


"Wah enaknya jadi nyonya besar rumah ini, dasar wanita tidak tahu diri. " Sindir Sandra.


Alettha lantas berdiri dan menatap Sandra dengan sengit, sudah 3 minggu Sandra berada dirumah suaminya tanpa engan untuk pergi.

__ADS_1


"Heyy benalu apa kau tidak salah ucap, kau sendiri benalu dirumah ini kenapa kau tidak sadar diri dan pergi dari sini. " Balas Alettha sinis.


"Apa kamu bilang aku benalu, kamu yang lebih pantas disebut sebagai benalu. Aku disini tamu terhormat Andre dan mamanya sedang kamu menantu yang sedang bahagia karena ada janin anak Andre ditubuh mu. " Ucap Sandra.


Alettha benar-benar jengah melihat wanita ular itu, Alettha berjalan menghampiri Sandra sembari membawa jus yang belum dia minum lalu dengan sengaja menyiram jus itu kewajah cantik Sandra.


"Awwww dasar wanita sialan, ****** kau Alettha. " Pekik Sandra marah.


"Kau yang pantas disebut ****** Sandra, kau sudah merebut Alex dari ku dan kini kau ingin merebut Andre dari ku.Tak akan ku biar kan wanita ular seperti mu merebut Andre dari ku. " Balas Alettha pergi meninggalkan Sandra.


Sandra menghentak kan kaki nya kesal, dia semakin benci dan denda pada Alettha.


Alettha naik ke kamarnya duduk di balkon kamar sembiari melihat Leo yang sedang bermain di taman, anak itu terlihat sangat lah tampan dengan rambut sebahu dan wajahnya yang tegas.


"Kelak jika kau dewasa pasti banyak gadis yang tergila-gila pada mu Leo, sekarang saja aku rasa aku jatuh cinta pada mu. " Gumam Alettha tersenyum.


Alettha memperhatikan Leo dan Sandra yang sedang bergegas pergi, Sandra bahkan tidak menghiraukan keberadaan putri nya sendiri.

__ADS_1


"Dia itu ibu macam apa sih, anak sendiri kok dicuekin. Sebenarnya Leo anak dia apa bukan dasar benalu. " Gumam Alettha sebal.


Leo nampak melihat Alettha yang berada di balkon kamarnya, lantas melambaikan tangan sembari tersenyum manis pada Alettha.


"Tante Alettha kemarin lah, ayo bermain dengan ku. " Teriak Leo.


Alettha tersenyum memandang anak laki-laki itu, Alettha beranjak dari duduknya lantas menyusul Leo yang sedang menunggu dirinya di luar.


"Mbk Alettha mau kemana? " Pekik Aurel adik Andre.


"Loh Aurel kapan kamu pulang, aku mau bertemu Leo dibawa. " Balas Alettha.


Gadis bernama Aurelie Anastasia yang berusia 23 tahun itu nampak tersenyum dan mengangguk menatap sang kakak ipar.


"Baik lah hati hati mbk, takut nya jatuh nanti aku yang di marah. " Ucap nya.


"Iyaa aku hati hati kok, kalau mau makan masih ada dibawa. " Ucap Alettha.

__ADS_1


Aurel hanya tersenyum lalu pergi ke kamarnya, sifatnya tak beda jauh sebelum kehadiran Alettha selalu ketus dan sinis. Namun Alettha tak begitu peduli sekarang, baginya dia harus bahagia seperti anaknya nanti.


Alettha asik bermain dengan Leo di taman rumah, bercanda riang bak ibu dan anak yang sedang bermain.


__ADS_2