Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Cemburu


__ADS_3

Acara pemakaman sudah selesai dan kerabat jauh semua sudah berada dirumah Andre semua orang tampak sangat berduka dengan kabar yang cukup mengejutkan semua orang itu, Gresia dan Andre juga masih nampak sembab karena menangis.


"Sabar ya sayang percaya lah bunda dan adikmu pasti sudah baik baik saja disana, kau harus kuat agar ayah mu juga bisa kuat."Ucap kerabat jauh Andre.


"Iyaa tante terima kasih sudah jauh jauh datang kemari"Ucap Grsia.


Bebrapa tamu yang lain pun berbincang dengan Aurora dan Andre menanyai kejadian yang telah menimpa istri dan juga putri nya itu, Gresia menemui Bagas dan Willi yang namapak berbicara dengan beberapa orang di rumah nya.


"Maaf Pak Bagas dan pak Willi saya cukup sibuk hingga tidak menghiraukan keberadan kalian disini. "Ucap Gresia.


"Tak apa kita paham jika kamu masih berduka,sabar pasti ada titik terang dari setiap kejadian ini. "Ucap Willi memeluk Gresia.


Gresia cukup terkejut saat Willi memeluk dirinya didepan Bagas dan beberapa tamu dirumah nya, hingga mata Gresia menatap mata Bagas yang nampak tak suja dengan apa yang dilakukan oleh Willi.


"Apa kalian akan tetap berpelukan begitu? "Cerca Bagas dingin.


Willi melepaskan pelukannya dan tersenyum kikuk pada Bagas yang terlihat acuh padanya, Gresia membawa kan minuman untuk mereka berdua dan saling mengobrol sebentar.


"Kak Gresia..."Pekik seorang wanita dengan pakaian serba hitam dengan cadar menutupi wajah cantiknya.


Gresia yang tahu bahwa itu adalah Zahra seketika memeluk gadia itu yang nampak menangis dibalik cadarnya, Gresia melepaskan rindu pada saudara nya itu yang sudah lama tak bertemu.


"Assalamualaikum kak.. Aku sungguh terkejut dengan kabar dari bunda Alettha dan Ayumna? "Ucap Zahrah bergetar.


"Aku pun bak bermimpi di atas kenyataan Zahra. "Balas Gresia.


"Gresia sabar nak kamu masih punya kita sebagai keluarga mu. "Ucap Boby memeluk Gresia yang sudah seperti anaknya sendiri.


Mereka semua berkumpul setelah sekian lama tak pernah berada di tempat yang sama jika tak ada kabar duku itu mungkin mereka tidak akan bertemu kembali, walaupun dengan cara yang tidak terbayang oleh mereka.


Andre memilih untuk berdiam diri di dalam kamarnya tanpa ingin bertemu dengan orang orang diluar, hati nya masih terasa sakit dan penyesalan selalu menghampiri dirinya.


Zahra Gresia dan Aurora saling melepas rindu dengan berbagi nomor ponsel dan berpoto bersama menghilangkan sejenak rasa berduka mereka, tak lama Gresia menerima telepon dari Alex.

__ADS_1


"Halo om Alex apa om dan keluarga sudah sampai? "Ucap Gresia.


"Iyaa bisa kah kau menjemput kami Gresia.. "Ucap Alex.


"Baik om sebentar lagi aku kesana."Balas Gresia memutuskan sambungan telepon nya.


Gresia memutuskan untuk menjemput Alex bersama Zahra dan Aurora dengan dua mobil bersama Bagas dan Willi yang ingin bertemu dengan Alex kolagen kerja mereka dulu.


Gresia naik mobil bersama Zahra dan Aurora sedangkan Bagas berada dalam satu mobil bersama Willi, setelan beberapa jam mereka akhirnya sampai dan turun dari mobil untuk bertemu dengan Alex.


"Apa kau sudah menghubungi nya? "Ucap Bagas bertanya pada Gresia.


"Om Alex bilang dia berada disekitar sini sebaiknya kalian tunggu disini biar aku yang mencarinya. "Seru Gresia berjalan diantara keramaian orang orang yang berlalu lalang.


Gresia yang terlalu fokus pada ponselnya tak sengaja menabrak sesorang dan hampir membuat nya terjungkal kebelakang, untung saja pria itu dengan sigap menangkap tubuh mungil nya yang hanya sebatas dadanya itu kedalam pelukan nya.


Untuk sejenak Gresia terpaku dengan mata tajam pria itu yang sangat familiar baginya deru nafas pria itu menerpa lembut wajah Gresia dan membuat gadia itu tersadar dan segera menjauh dari nya.


Bagas dan yang lain nampak tekejut dengan kejadian tersebut dan kemudian menyusul Gresia.


Sedangkan pria itu menatap intens Gresia yang sedang meminta maaf padanya membuat nya sangat ingin memeluk gadis itu.


"Apa kau tidak mengenali ku.. "Gumam Pria itu menatap mata Gresia.


Gresia termenung menatap pria tampan tubuh tinggi itu dengan heran ia berpikir keras apa dia pernah bertemu dengan nya, kenapa wajahnya begitu mirip dengan seorang.


"Gresia apa kau baik baik saja,ayo pergi om Alex berada disana. "Ucap Aurora antusias.


Gresia tebuyar dari lamunan nya kemudian mengikuti tarikan tangan Aurora yang menarik nya menjahu dari pria tampan itu, hatinya bergetar saat berada didekat nya.


"Om Alex... "Pekik Aurora.


Mereka nampak saling berjabat tangan dan saling berpelukan Alex memperkenalkan Rose pada mereka dan berbincang sedikit, tak lupa Alex pun menyapa Bagas dan Willi yang dulu pernah bekerja sama bersama nya.

__ADS_1


"Wah gadis gadis kecil dulu sekarang sudah pada cantik dan dewasa om berada sudah cukup tua deh.. "Ucap Alex.


"Om ini bisa saja ayo kita pulang.. "Ucap Aurora.


Entah kenapa gadia itu menjadi lebih antusias saat bersama dengan Alex entah apa yang membuat nya begitu berbeda dari biasanya,Zahra dan Gresia pun nampak bingung.


"Om dimana Leo? "Ucap Aurora disela sela perjalanan mereka menuju mobil.


"astaga ini alasan dia begitu antusias..."batin Gresia.


"Memang kalian tak bertemu dengan nya, aku rasa dia sudah berada didepan sedari tadi."Ucap Alex.


"Benarkah tapi kami tak menemukan dimana dia? "Seru Zahra.


"Itu diaa... "Ucap Rose menujuk sesorang yang sedang membelakangi mereka dengan kemeja putih yang cukup mengejutkan mereka.


"Dia... "Ucap Zahra dan Aurora bersamaan.


Gresia nampak terdiam sejenak bagaimana bisa dia tak mengenali Leo anak laki laki yang berjanjai akan menikahi dirinya jika sudah dewasa kelak.


Meraka semua menghampiri Leo yang membuat Aurora terpesona menatap perubahan yang begitu berbeda dari Leo, wajah nya begitu tampan dengan kulit putih tubuh nya juga tinggi dengan otot otot yang menojol indah dibalik kemeja putih yang dia kenakan.


Bagas menatap Gresia yang terdiam menatap Leo tak berkedip, hati nya terasa panas dan kesal saat gadis yang dia suka bisa tak bersuara menatap pria lain didepan matanya.


"Dan kau apa kau akan tetap menjadi patung disana? "Ucap Leo menatap Gresia yang terdiam.


Buliran air menetes begitu saja di pipi nya mengingat masa lalu nya dulu saat dia menangis tersedu sedu saat tahu Leo pergi bersama Alex ke Malayasia dan kehilangan kontak mereka.


Gresia berlari dengan air mata nya dan menubruk tubuh Leo dan memeluk nya dengan erat, sungguh memendam rindu itu tak lah mudah saat kita bisa bertemu kembali denga dia yang kita rindukan.


"Dan kau semakin membuat ku membenci mu.. "Ucap Gresia menatap wajah tampan Leo yang cukup tinggi bagi nya.


"Dan kau mulai melupakan keberadaan ku Gresia. "Batin Bagas menatap sendu kedua orang yang melepas rindu itu.

__ADS_1


Bagas memberikan kunci mobil nya pada Willi dan meninggal kan mereka dengan alasan ingin bertemu dengan seseorang.


__ADS_2