Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Aku Tetap Mencintaimu


__ADS_3

Saad tiba dirumah Alettha memutuskan untuk pergi ke kamar nya, menangis semua keadaan yang tidak pernah berpihak padanya.


"Aku pun ingin bahagia Tuhan, tapi kau selalu membuat ku tak pernah bahagia. " Ucap Alettha.


Alettha menghapus air matanya menatap bayangan dirinya didepan cermin, menghapus air matanya yang terus menetes. Alettha mengengam rambut panjang nya dan mengambil sebuah gunting dari dalam laci, memotong rambutnya dengan perlahan.


"Aku anggap ini sebagai lembaran baru dalam hidup ku, aku berharap aku bisa menikmati hidup tanpa terbayang akan masa lalu kelam ku. " Gumam Alettha.


Alettha memangkas rambut panjang nya sebatas bahunya, tersenyum menatap bayangan baru di dalam dirinya. Telat nya sudah bulat dia akan kembali ke kota dan memulai hidup baru yang indah.


Alettha membuang rambutnya di kotak sampah sembari tersenyum legah, kemudian turun kebawa mencari Boby.


"Terasa ringan dengan identitas baru dan lembaran baru. Semangat Alettha. " Gumam Alettha.


Boby yang sedang berada di dapur tercengang menatap Alettha, dia tak percaya bahwa Alettha memangkas habis rambutnya.


"Selamat malam Bob, apa yang kau lihat ha. Berkedip lah. " Ucap Alettha.

__ADS_1


"Apa aku sedang bermimpi, kau memangkas rambut mu Alettha. " Ucap Boby tersadar dari keterkejutan nya.


Alettha melangkah mendekati Boby yang sedang berada di dapur, mengambil segelas air dan meminumnya.


"Aku mau kembali ke kota Boby, aku tidak bisa terus bersembunyi dari kehidupan ku sendiri. Aku akan mencari tempat tinggal sendiri dan mulai bekerja. " Ucap Alettha serius.


"Tapi kau kan bisa disini Alettha, aku tak keberatan akan hal itu. Tapi jika memang itu keputusan mu aku bisa apa. " Ucap Boby pasrah.


Sebenarnya berat bagi Boby membiarkan Alettha pergi, karena dia akan terpisah dari gadis yang dia cintai. Tak bisa sedekat dan seakrab ini jika Alettha sudah memiliki rumah sendiri.


"Aku berterima kasih padamu, aku bisa bangkit lagi ya karena dirimu Boby. Dan sekarang aku akan memulai nya dari awal lagi, sekarang aku akan hidup sendiri samapai nanti aku bertemu orang yang aku cintai. " Balas Alettha.


Alettha terdiam menatap Boby, mendekati nya lalu memeluk nya erat. Alettha sama sekali tidak memiliki perasaan pada Boby namun dia akan berusaha untuk mencintai Boby sembari membuka lembaran baru dalam hidup nya.


"Kau boleh tetap mencintai ku Boby, aku berjanji aku akan belajar mencintaimu juga. " Ucap Alettha memeluk Boby.


"Terima kasih Alettha, tapi ku mohon kau mencintai ku bukan karena kasihan pada ku. " Ucap Boby.

__ADS_1


Alettha melepaskan pelukan nya pada Boby, menatap manik mata coklat milik pria berusia 35 Tahun tersebut.


"Aku akan belajar mencintaimu dengan hatiku, bukan karena aku kasihan atau aku berbalas budi. " Ucap Alettha.


"Aku mengizinkan mu pergi, kau memang harus bisa berdamai dengan Dunia. Aku kan mencari kan mu sebuah rumah di Jakarta dan kau bisa bekerja di perusahaan ku. " Balas Boby.


"Terima kasih Bob, kau memang kakak dan juga jiwa kehidupan ku yang baru. " Ucap Alettha tersenyum manis.


Boby tersenyum membalas ucapan Alettha,dia mengacak rambut pendek Alettha dengan kasih sayang.


"Jika pun kau tetap tak memilih ku, aku akan tetap mencintaimu Alettha. Walaupun esok bukan aku pria beruntung yang mendapat dirimu. " Batin Boby.


"Baik lah besok aku akan mengantarkan mu ke rumah lama milik ku, ya tidak terlalu besar tapi cukup kau tinggalkan sendiri. Besok akan ku buat surat lamaran ke kantor ku. " Ucap Boby.


"Terima Kasih Boby, kau terbaik untuk ku. Aku berdoa jika kita tidak berjodoh kau akan dapat kan wanita yang terbaik. Jauh dibandingkan diriku. " Ucap Alettha memeluk Boby.


"Amin Terima kasih Alettha, bersiap lah besok aku akan membangun mu sepagi mungkin. Karena kau akan sedikit repot karena rumah itu agak kotor. " Ucap Boby sembari tersenyum.

__ADS_1


"Tak masalah kalau begitu aku akan bersiap, agar besok kau tidak perlu menunggu lama. Selamat malam Boby. " Ucap Alettha mengecup pipi Boby.


"Selamat malam Alettha. " Balas Boby bahagia.


__ADS_2