
"Itu baru peringatan ku untukmu Alettha, jika nanti kau semakin melunjak aku bisa lakukan yang lebih parah. " Batin Gisel tertawa.
Alettha lantas meninggal Boby dan Gisel di ruang tamu, Alettha akan mengganti baju nya yang basah dengan piyama tidur.
"Kok terasa perih sih, padahal cuman merah doang. " Ucap Alettha meniup tangannya.
Sedangkan Alex baru saja pulang dari tempat Sandra terkejut melihat mobil Boby dirumah nya.
"Ini kan mobil Boby, untuk apa dia kamari. " Gumam Alex.
Alex lantas masuk kedalam rumah, dan melihat Boby sedangkan mengobrol dengan seorang gadis.
"Boby.... " Ucap Alex.
Boby dan Gisel menoleh kearah suara, dan nampak Alex baru saja pulang dengan wajah yang bingung.
"Dari mana saja kau. " Ucap Boby.
"Dari mengantarkan Sandra ke apartemen nya, untuk apa kau kemari.Siapa gadis itu? " Ucap Alex.
"Ini Gisel sahabat Alettha, dia juga yang akan menemani Alettha saad kau sibuk dengan wanita itu. " Ucap Boby dingin.
Gisel nampak bingung dengan ucap Boby tentang wanita itu.
Sedangkan Alex merasakan Boby bersikap dingin, Alex mengedarkan pemandangan nya mencari Alettha.
__ADS_1
"Dimana Alettha? "
"Dia diatas sedangkan menganti bajunya, tadik Alettha kenapa air panas ditubuh nya. " Ucap Boby.
Alex nampak panik saad tahu Alettha terkena air panas.
"Lalu bagaimana keadaan nya? " Ucap Alex
"Kau lihat lah sendiri. Sekali aku pergi sudah malam. " Ucap Boby dingin.
Alex hanya menganguk kepala tanda mengerti, Alex lantas berjalan menuju ke lantai atas dimana Alettha berada.
cklek
"Alettha.. Apa kau baik baik saja? Ada yang luka? " Ucap Alettha meneliti tubuh Alettha.
Alettha nampak hanya diam melihat Alex begitu khawatir pada dirinya.
"Astaga Alettha tangan mu memerah, akan ku ambilkan salap dulu. " Ucap Alex
Alex meninggal Alettha mengambil salap di kotak P3K di kamar mandi. Alettha nampak bingung dengan sikap Alex, disisi lain dia memilih bersama Sandra tapi dia juga khawatir saad Alettha terluka.
"Berhenti lah beri aku harapan Alex, aku lelah. " Batin Alettha.
Alex datang dengan membawa sebuah salap, dengan sigap dia mengoleskan ketangan Alettha yang memerah.
__ADS_1
"Apa kah sakit? Apa kau tak berhati-hati sampai terkenal air panas. " Ucap Alex.
"Berhenti membuat ku berharap pada mu Alex. " Ucap Alettha.
Ucapan Alettha membuat Alex menghentikan tangan nya mengoles salep pada tangan Alettha.
"Apa maksud mu? Aku tak memberi mu harapan Alettha. " Ucap Alex.
Alex menatap mata Alettha, ada luka di mata nya. Alettha sadar bahwa Alettha terluka karna sikapnya pada Sandra, namun Alex tak bisa memilih satu dari mereka.
"Lepaskan jika kau tak suka, tinggal kan jika kau tak ingin jangan beri harapan pada wanita yang mau berkomitmen dengan mu. " Ucap Alettha lantang.
Entah keberanian dari mana Alettha dapatkan hingga dia berani berkata begitu pada Alex.
"Aku minta maaf... " Ucap Alex menunduk.
"Aku butuh kepastian dari mu, bukan kata maaf. Tentu kan siap yang ingin kau pilih aku atau Sandra, jika kau memilih Sandra makaa cerai kan aku. " Ucap Alettha.
Alettha sudah benar-benar tidak bisa menahan sakit pada dadanya dan nyeri pada hatinya. Jika memang Alex ingin menikah dengan masa lalu nya mana Alettha akan mundur.
Alex nampak sangat terkejut dengan ucapan Alettha, ucapan itu sungguh membuat terasa bingung dan sakit. Mereka berdua adalah hidup Alex, walaupun Alettha baru hadir tapi hanya Alettha yang dia ingin kan.
"Aku merasakan bahwa aku mencintaimu, tapi aku juga mencintai Sandra. Jangan beri aku sebuah pilihan yang berat Alettha. " Ucap Alex.
Alex memeluk Alettha erat menyiratkan ketakutan, Alex takut Alettha akan meninggalkan nya.
__ADS_1