Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Harapan Palsu


__ADS_3

Didalam mobil Gresia hanya diam dia terus saja memikirkan perkataan dokter Aleska yang menurut dirinya tidak lah mungkin jika Aurora setega itu, tapi dia juga tidak bisa memungkiri bahwa Aurora memang cemburu pada Ayumna.


"Mana yang harus aku percayai Tuhan.. " Batin Gresia.


Bagas yang memperhatikan wanita yang beberapa jam lalu dia lamar nampak terdiam dia heran ada apa dengan nya, namun Bagas memiliki untuk diam dia tidak ingin menambah beban pikiran Gresia untuk menjawab pertanyaan nya.


Setelah perjalanan beberapa menit mereka sampai didepan rumah Gresia dan langsung di buka kan pintu gerbang oleh para Satpam, Bagas menghentikan mobilnya tepat didepan pintu rumah Gresia.


"Sudah sampai.. " Uca Bagas.


"Heemz ah iya sudah Samapai, aku masuk dulu nya Terima kasih. Maaf aku belum bisa mengenalkan mu pada Ayah ku tapi besok kita bertemu. " Ucap Gresia tersadar dari lamunan nya.


"Iya lagi pula ini sudah larut, istirahatlah love you.. " Ucap Bagas mengecup kening Bagas.


Walaupun masih terasa canggung tapi Gresia tetap membalas ucapan Bagas dan keluar berlalu masuk kedalam rumah nya, Bagas masih berpikir apa yang membuat Gresia menjadi pendiam seperti itu.


"Apa ada yang mengganggu nya tadi dipesta, kenapa dia berubah secepat itu. " Seru Bagas.


Gresia berjalan gontai masuk kedalam kamarnya ruang tamu yang gelap membuat nya berjalan pelan, suasana rumah itu sudah sangat sunyi karena sudah pasti mereka semua sudah terlelap.


CLEK


Gresia membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam melepaskan sepatu Hil tinggi itu kemudian melemparkan tubuh nya ke kasur dengan kasar, air matanya menetes tak henti saat ucapan dokter Aleska terus saja berputar dalam otak nya.

__ADS_1


"Tidak aku harus berpikir positif, bisa saja iku hanya kesalah pahaman saja. Besok aku akan bertemu dengan dokter Aleska untuk membuktikan semua itu sendiri. " Ucap Gresia.


Lama lama matanya yang terasa lelah mulai terlelap dengan nyaman, bermimpi akan kehidupan masa lalu nya bersama dengan Alettha dan juga semua saudara nya yang masih telihat rukun.


Dalam mimpinya dia bertemu Alettha dengan pakaian putih yang membungkus tubuh nya dengan indah, wajah nya selalu memancarkan kelembutan mengelus puncak kepala Gresia dengan sayang.


Sudah lama sekali dia tidak merasa sentuhan lembut tangan Alettha sejak mereka beranjak dewasa, Gresia begitu menikmati sentuh itu hingga dia engan untuk kembali ke kehidupannya.


"Gresia sudah besar sekarang tumbuh menjadi gadis cantik dan mandiri, bunda bangga pada Gresia. Sekarang kakak sudah memiliki seseorang yang akan menjaga kakak membimbing kaka menyayangi kakak dan juga selalu ada untuk mu. "Ucap Alettha lembut.


" Andai bunda masih disini banyak yang ingin aku tanyakan, aku juga ingin bercerita tentang banyak hal padamu. "Gumam Gresia.


" Kenapa apa yang ingin Gresia katakan pada Bunda, dengar sayang bunda selalu ada didalam dirimu dimana kamu melangkah bunda akan selalu ada di samping mu. Bunda percaya Gresia mampu melewati semua coba hidup ini percaya banyak orang orang yang sayang sama Gresia bukan hanya bunda. "Timpal Alettha.


" Bunda siapa dibalik semua masalah ini, siapa yang membuat ku kehilangan Ayumna dan bunda siapa dia Bunda?.Dia berkata jika.. "Ucap Gresia terhenti saat tubuh nya terasa bergoyang seperti sedang dibangun kan oleh seseorang.


" Ada apa kau membangun kan ku Zahra, kau tahu aku bertemu bunda dalam mimpi ku. "Seru Gresia sebal.


" Maaf Gresia aku tidak bermaksud membangun kan mu tapi kau lihat matahari sudah mengintip dari balik hordeng kamarmu, apa kau akan tetap tidur haa... "Ucap Zahra berdiri membuat tirai kamar Gresia yang bersinar terang oleh matahari.


" Apa sudah pagi secepat itu, aku baru saja memejamkan mataku. "Keluh Gresia.


Entah sudah berapa lama dia tertidur saat bermimpi pun terasa begitu singkat tapi saat Zahra membangun kan diri matahari sudah terbit dengan begitu cerah, Gresia melirik jam dinding besar dikamarnya.

__ADS_1


" Astaga jam 08.00wib pagi Zahra, aku rasa aku baru tertidur beberapa jam saja.. "Seru Gresia kembali berbaring di kasurnya.


" Hey kau tidak sadar kau kembali pukul berapa memang nya? "Guamam Zahra menarik selimut tebal Gresia agar gadis itu segera bangun.


" Hari ini aku cuti jadi aku akan kembali tertidur saja. "Ucap Gresia malas malasan.


" Tidak baik anak perawan jam segini belum bangun cepat mandi lah, kau tahu ayah pergi berolahraga diluar sedang kan kau malah tertidur. "Cerca Zahra gemas.


" Gresia apa apa kau membuka pesan yang ku kirimkan tadi malam? "Gumam Zahra.


Gresia seketika bangun dan menatap Zahra dia lupa jika hari ini dia akan bertemu dengan dokter Aleska membicarakan masalah otopsi dan juga barang bukti yang dia maksud.


" Gresia... "Pekik Zahra sebal karena gadis itu tidak menjawab ucapan nya.


" Aku terlalu lelah Zahra jadi maaf tidak membuka pesanmu, memang kau membalas apa dan aku bertanya apa? "Ucap Gresia sembari tersenyum kikuk.


" Kau bertanya tentang kak Leo. "Ucap Zahra.


" Oh iya jadi dimana dia semalam kenapa pergi dan hilang begitu saja tanpa mengabariku? "Gumam Gresia.


" Dia kecewa saat tahu kau menerima Lamaran dari pak Bagas, kau tahu dia begitu terluka Gresia. "Ucap Zahra.


" Aku tahu Zahra tapi aku harus bagaimana aku ingin menolak tapi aku juga mempunyai perasaan padanya, tapi disisi lain aku pun mempunyai rasa pada Leo. "Jelas Gresia.

__ADS_1


" Aku sudah bicara padanya untuk melupakan mu, kamu juga harus bisa menjaga jarak dengan nya Gresia jangan membuat seorang laki-laki mempunyai harapan padamu. "Seru Zahra.


Gresia hanya mengangguk mengerti dengan ucapan Zahra dan semua ucapan itu memang benar dia sudah memberikan harapan pada Leo sedang dia bersama dengan Bagas.


__ADS_2