
"Akan ku buat kau menyesal berurusan dengan ku, aku bahkan lebih bebisa dari pada ular. " Gumam Sandra.
Dia tersenyum licik dengan ide gila nya itu, Sandra melihat Alettha yang turun ke lantai bawah menuju dapur. menatap sekilas wanita hamil itu dengan tatapan sinis, Alettha yang merasa sedang di awasi oleh Sandra seketika itu
menatap Sandra.
"Kenapa kau memperhatikan ku, hilang akal busuk mu itu wanita ular. " Ucap Alettha.
Alettha berjalan menjauh dari Sandra kembali ke kamar nya, Sandra berdecak kesal melihat nya. Sandra mendekati Alettha yang berjalan menaiki lantas atas. Menghadang Alettha yang ingin melewati dirinya.
"Kau harusnya selalu menderita, kau tak pantas bahagia Alettha. Akan ku pasti kan kau jauh lebih menderita dari pada saad dicampakkan oleh Alex. " Ucap Sandra.
Alettha yang hendak membalas ucapan Sandra seketika itu Sandra mendorong nya dari lantai atas dan terjatuh, Sandra tersenyum melihat Alettha yang berguling dari anak anak tangga dengan sangat keras.
Sandra menatap Alettha yang tidak sadar kan diri dan terlihat darah yang mulai mengenang dari pangkal paha nya, Sandra kemudian berteriak meminta tolong.
"Alettha astaga Alettha... tolong Andre.. tante Rosa.. " Pekik Sandra.
Sandra berpura-pura menangis sembari memangku kepala Alettha yang mengeluarkan darah, seketika semua orang dirumah itu berlari ke asal suatu gaduh.
Andre dan bu Rosa terkejut melihat dari mengenang disekitar Alettha, mereka lansung mendekati Alettha yang tidak sadar kan diri.
"Alettha sayang bangun, Sandra Alettha kenapa? " Pekik Andre.
__ADS_1
"Alettha jatuh dari lantai atas, aku rasa dia hendak turun tapi terpeleset. " Ucap Sandra.
Andre dengan sigap menggendong Alettha menuju mobilnya, ditemani oleh bu Rosa dan Sandra mereka meluncur ke rumah sakit terdekat.
Andre mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi, dia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya dan juga calon anak nya. Darah terus saja keluar dari paha Alettha dan juga kepala nya, bu Rosa pun ikut panik dengan keadaan Alettha yang sungguh memilukan.
"Cepat Andre mama tidak ingin terjadi sesuatu pada cucu mama, darah nya terus saja keluar. " Pekik bu Rosa.
Andre menepikan mobilnya diperkarakan Ruam Sakit Bunda, dia menggendong Alettha dengan tergesa-gesa menuju UGD.
"Suster tolong istri ku, dia terjatuh. " Teriak Andre.
seorang suster dengan siap mengambil ranjang dan mendorong nya, dibantu oleh beberapa perawatan lain mereka masuk kedalam ruang bersalin.
Seorang dokter masuk setelah tahu ada pasien gawat darurat,Andre menatap istri ya itu dengan sedih. Dia tak tega melihat Alettha tak sadar kan diri, Dokter keluar dari dalam ruangan bersalin itu dengan wajah murung.
"Iya dok saya suaminya, bagaimana dengan anak dan istri saya? " Ucap Andre.
"Maaf kan kami pak, tapi kami harus menyampaikan kabar buruk. Kami hanya bisa menyelamatkan satu diantara mereka, jadi bapak harus memberi keputusan segera. " Ucap Dokter.
Runtuh sudah pertahanan Andre, kini pria itu nampak menitihkan air mata. dua nyawa yang sangat berarti dihidupnya kini harus dia relakan salah satunya.
"Pak Andre saya minta anda segera memberi keputusan, pasien terlalu kritis untuk menunggu terlalu lama. " Timpal sang Dokter.
__ADS_1
"Selamat kan anaknya dok, saya mau cucu saya selamat. " Ucap Bu Rosa.
Andre seketika menatap ibunya tak percaya, bagaimana bisa wanita yang begitu dia sayang bisa secepat itu memberikan jawaban sepihak.
"Tidak dokter, selamat kan ibunya. Saya suaminya saya yang lebih berharga memberi keputusan. " Ucap Andre lantang.
"Tidak bisa begitu Andre, bagaimana pun Alettha tidak penting kamu kan bisa menikah lagi. Sedangkan cucu mama lebih penting Andre. " Ucap Bu Rosa tidak Terima.
"Saya sudah berikan jawab nya, silakan anda lakukan tugas anda dok. " Ucap Andre.
Sang dokter masuk dan kembali membawa Alettha ke ruang Obrasi, suasana menjadi begitu tidak baik. Argumen Andre dan ibunya menjadi semakin tidak baik, bu Rosa masih saja menyalahkan Andre soal keputusan nya.
Sandra tersenyum di balik wajah sedih nya itu, dia menatap kehancuran Alettha yang akan segera merubah hidupnya.
"Setidaknya aku bisa menghancurkan mu lewat anak mu, tapi lebih baik jika kau yang mati. " Batin Sandra.
Setelah 3 jam menunggu Alettha dioperasi, kemudian dokter keluar dengan senyuman diwajahnya.
"Selamat pak Andre, ibu Alettha selamat dan oprasinya lancar. " Ucap sang dokter.
"Terima kasih dok. " Jawab Andre lega.
Alettha dipindahkan ke ruangan VIP, dia masih terlihat belum sadarkan diri. Andre menatap wanita itu yang entah bagaimana dia menjelaskan bahwa anak mereka sudah tiada.
__ADS_1
"Aku bingung Alettha, aku bingung harus memberi keputusan apa. " Ucap Andre mencium tangan Alettha.
Isak tangis bahagia dan juga duka begitu kentara di dalam ruangan itu, Andre merasa bahagia dan juga berduka.