
Setelah percakapan nya dengan Alex semalam, lantas membuat Alex pergi meninggalkan Aletta dikamar. Alex pergi menenangkan pikiran nya dan perasaan yang tidak jelas dimana harus nya berada.
Aletta terbangun dan menyadari bahwa Alex tidak tidur dikamar ini, Aletta terduduk terdiam memikirkan ucapan nya semalam. Jika pun Alex memilih Sandra Aletta harus ikhlas dan pergi meninggalkan Alex, untuk apa berkomitmen pada lelaki yang bahkan tidak perna menyentuh nya.
"Kau gadis kuat, sudah biasa mengalami kesedihan dan kepahitan hitam. " Ucap Aletta menyemangati dirinya sendiri.
Aletta bangun dari duduk nya lantas bergegas mandi, menghilang wajahnya yang sebab dan mengerikan.
Sedangkan Gisel sudah selesai membuat sarapan, dan membersihkan rumah seperti asisten rumah tangga biasanya. Namun Gisel punya ide buruk untuk Aletta.
"Akan ku buat perhitungan pada gadis sialan itu. " Gumam Gisel.
Gisel menaiki anak tangga menuju lantai atas, lalu mengetuk pintu kamar Aletta.
tok tok tok
"Aletta apa kau sudah bangun? " Ucap Gisel.
__ADS_1
Aletta yang sedang mandi tak mendengar pangilan Gisel, lantas Gisel masuk kedalam kamar Aletta dan menyadari gadis itu tengah mandi.
"Aletta... boleh kah aku izin pergi sebentar, ada yang ku ingin beli di supermarket depan. " Ucap Gisel.
"Iyaaaaaaa, pergi lah Gisel. " Teriak Aletta dari kamar mandi.
Gisel nampak tersenyum dengan begitu dia bisa melancarkan ide buruk nya, karna dia tidak melihat keberadaan Alex.
Gisel turun kebawah menuju dapur dan mengambil minta goreng di sana, lantas dengan tersenyum sinis Gisel menuangkan minyak goreng itu pada setiap anak tangga yang akan dilewati Aletta nantinya.
"Aku akan pergi, selamat menjalankan tugas mu... " Ucap Gisel pada anak tangga itu.
Aletta yang setelah mandi langsung mengenakan pakaian nya dan mengering kan rambut nya, Aletta menyempol rambut nyaa asal lalu turun kebawah.
Saad turun Aletta melihat boby berada di depan pintu dan tersenyum.
"Selamat pagi Aletta? " Ucap Boby.
__ADS_1
Aletta menyapa Boby dengan senyuman dan berjalan kearah nya, namun Aletta tak melihat lantai yang licin diberi minyak sayur oleh Gisel.
Aletta melangkah kan kakinya dan menginjak lantai ke tiga yang licin, membuat Aletta terpeleset dan jatuh sampai lantai bawah.
Boby yang melihat lantas segera berlari menolong Aletta, Aletta terjatuh dan tak sadar kan diri.
Dari kepala mengeluarkan darah, membuat Boby begitu panik dan mengendong Aletta menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan pun Aletta nampak tak membuka matanya.
"Aletta kau baik baik saja, aku kan membawa mu ke rumah sakit bertahan lah. " Ucap Boby.
Set perjalanan selama 25 Menit Boby sampai di rumah sakit Kasih Bunda, dengan buru buru dia membawa Aletta masuk dan memanggil dokter.
"Suster... tolong darurat... " Teriak Boby pada seorang perawatan.
Perawatan itu lantas membawa brankar menuju Boby dan Aletta, Boby dengan sigap meletakkan Aletta diatas brankar itu lalu di bawa perawatan.
__ADS_1
"Apa aku harus menghubungi Alex? " Gumam Boby.
Boby nampak mondar mandir menunggu dokter keluar dari ruangan itu.Ada kegelisahan di hati dan raut wajahnya, Boby menyadari perasaan nya pada Aletta adalah salah . Namun dia tetap tidak bisa menghilang kan perasaan itu, padahal ada Gisel yang selalu menunggu Boby mengenalkannya pada semua orang.