
"aletta... aletta bangun lah aku akan pergi menjemput Excel dan mami. "
"emmzz aku ikut kak, boleh kan. "
"cepat lah mandi aku tunggu di didepan. "
dengan sigap aletta masuk kedalam kamar mandi, mandi dengan tergesa-gesa lalu memilih celana jeans putih dengan kaos pink.
"ok cantik, rambut aku geray saja, karna tak ada waktu tuk mengerikan kan ya. "
aletta turun ke lantai bawah, membuat arsya memandang aletta tak berkedip.
"itu alasan aku tak bisa melupakan mu... " batin arsya.
"ayoo nanti kita telat. "
"ah iyaa ayoo, aku sudah menyiapkan mobil. "
arsya dan aletta memasuki mobil dan melaju dijalan ramai, hari itu hari senin dan jalanan terasa ramai dan macet.
"oh ****... " umpat arsya.
"sabar mereka juga ingin cepat bekerja. "
arsya melaju kan mobilnya perlahan-lahan, sembari memencet klakson mobil.
setelah lewat dari kemacetan arsya nampak santi berkendara, walaupun begitu mereka tetap saja berdiaman.
akhirnya mereka sampai di bandara.
"lihatlah itu tante kauren... " ucap aletta.
"ah iyaaa mereka pasti menunggu lama.. "
aletta turun ke mobil menghampiri kauren dan axcel.
"tante kauren.. aletta rindu. " ucap aletta.
mereka berpelukan dan membuat axcel pergi menuju mobil kakak nya.
"axcel.... tante juga rindu, bagaimana kabar mu nak... " ucap kauren terharu
"aku baik... "
"sayang maaf tante tak bisa membawa mu ke peristirahatan terakhir orang tua mu. "
kauren nampak menangis lalu dipeluk oleh aletta.
"di balik semua itu, pasti ada sebab nya kan tan..
"
"mami... come on, aku lelah. " teriak axcel.
mereka lantas berhenti berpelukan kan menghapus air mata mereka.
"ok sayang... " jawab kauren.
aletta dan kauren melaju masuk kedalam mobil.
"arsya mami rindu nak?... " ucap kauren.
arsya dan kauren berpelukan sesaad, kemudian arsya menjalankan mobilnya menuju rumah.
Selama di perjalanan kauren melepas rindu pada arsya dan aletta, walaupun aletta bukan anak nya namun kauren nampak sangat menyayangi aletta.
"aletta kamu kan sudah lulus, rencana mau lanjut kemana? " tanya kauren.
"gak usah tan, lagian aku gak mau merepotkan tante... " jawab aletta
"sejak kapan kamu merepotkan tante, sayang... "
"tante sudah terlalu baik sama aletta, cukup bunda yang menyusahkan tante... "
kauren terdiam menatap aletta, aletta nampak melihat keluar kaca mobil. nampak hujan rintik rintik mulai membasahi kota jakarta, gerimis ini mewakili perasaan aletta.
"aku harus pergi dari rumah itu, rumah itu bukan rumah ku lagi. Dari pada kak arsya yang pergi sebaiknya aku saja. " batin aletta.
hening disisa perjalanan menuju kediaman arsya.
"ok sudah sampai, mami sangat rindu rumah ini... " ucap kauren.
mereka turun dari mobil membuka gerbang dan masuk kedalam rumah megah berlantai du itu.
"mungkin ini hari terakhir aku disini, selamat tinggal rumah ku... " batin aletta.
aletta sudah memikirkan akan pergi diam diam, karna jika dia bilang makasih dia tak akan bisa pergi dari sini.
__ADS_1
aletta terdiam didepan pintu, mentap lama rumah bernuansa putih itu.
"Aletta... kok bengong.... ayo masuk.. " ucap kauren.
"iya tan.. "
"arsya.. apa kamu masih belum mencari asisten rumah tangga... "
"belum mi, lagian ada Aletta kan.. " jawab arsya sembari meletakkan barang ibu dan adiknya.
"iya betul tu mi, lagian dia bukan siapa-siapa kita kan. " ucap axel.
Aletta pergi meninggalkan mereka menuju dapur. mebuatkan minuman, kauren lantas menyusul Aletta kedapur.
"heyy.. Terima kasih sudah mau mejaga dan merawat arsya. tante minta maaf untuk perlakuan mereka sama kamu... "
"tante tak perlu minta maaf, aku gak papa. "
mereka berdua lantas membuat makan malam.
sedangkan axcel kembali ke kamar nya dan arsya pergi dengan motornya.
"apa arsya berbuat buruk, pada mu? "
arsya terdiam, terbayang saad arsya berkata kasar dan menciumnya secara paksa.
"tidak.. lagian kak arsya jarang dirumah.. "
"benarkah,apa dia mabuk... "
"tidak... "
mereka menyiapkan makanan dimeja makan, Aletta ke lantai atas untuk mandi.
sedangkan kaurem nampak berpikir sesuatu tentang arsya dan Aletta.
"ada apa dengan merekaa. ... "batin kauren.
" mii.. mami mikirin apaa,,kok melamun. " tanya arsya.
"kamu dari manaa.. "
"dari apartemen.. "
"panggil Aletta dan axcel, makanan sudah siap kita makan bersama. "
tok tok tok
"axcel... apa kau tidur? turun lah makan malam. "
"iyaa sebenatar... "
axcel lantas keluar dari kamarnya, menatap sang kakak.
"apaaaaa.... "
"tak apa kau sudah besar rupa nya."
axcel berlalu meninggal kan sang kakak, arsya lantas menuju kamar Aletta.
baru saja ingin mengetuk tapi Aletta sudah keluar dari kamar nya.
"aku sudah dengar. "
arsya smakin canggung saad bersama dengan Aletta. Arsya nampak mengikuti Aletta dari belakang.
"ayoo sayang turun dan makan malam. " ucap kauren.
mareka duduk di kursi meja makan, mengambil makanan yang ingin mereka makan.
"arsya kuliah mu bagimana? " tanya kauren
"baik besok aku sudah harus praktek dirumah sakit... "
"wahhh kak arsya udah jadi dokter.... "ucap axcel bangga.
" hemz tentu saja, kau mau mengambil jurusan apaa... "tanya arsya
" aku akan mengambil jurusan manajemen... diperusahaan mami. " ucap axcel.
mereka tampak berbincang gembira, namun lain hal nya Aletta dia memilih diam dan tak ikut andil dalam percakapan itu.
"Aletta jika kamu mau pilih universitas, kamu bilang sama tante ya... " ucap kauren
Aletta hanya menggangu kan kepala nya, Aletta berdiri dengan membawa piring nya ke dapur.
"aku sudah selesai, permisi tantee... " ucap Aletta.
__ADS_1
Aletta menuju dapur dan mencuci piring,setelah itu Aletta naik keatas menuu kamarnya.
"aku harus menyiapkan semua untuk pergi, jangan sampai membuat merek curiga. " cuman Aletta.
Aletta memasukan semua pakaiannya kedalam tas ranselnya, tak lupa dia memasukkan poto keluarga nya.
menulis sepuncuk surat untuk tante kauren.
Aletta sudah siap untuk pergi, tabungan nya lebih dari cukup untuk menyewa sebuah rumah petak kecil.
"mulai sekarang aku harus mandiri, aku tak boleh merepotkan orang lain apa lagi tante kauren. " ucap Aletta
tak terasa air mata nya menetes teringat suatu kenangan dirumah ini dan kini dia harus pergi jauh.
tok tok tok
"iyaa sebentar... " teriak Aletta.
Aletta lantas memasukkan tas nya kedalam lemari.
cklek
"maaf tante mengganggu istirahat mu.. " ucap kauren.
"gak kok tan, aku tadik lagi di balkon makannya agak lama... " ucap Aletta bohong.
"apa kau tak menyembunyikan sesuatu dari ku Aletta... " tanya kauren.
Aletta mengelengkan kepala nya.
"emmm baik lah tidur lah, tante juga mau istirahat. lagian arsya dan axcel juga pergi keluar. " ucap kauren.
Aletta tersenyum menutup pintunya saad kauren sudah pergi kekamar nya.
"itu kesempatan bagus untuk aku pergi, aku akan merindukanmu tante kaure. " batin Aletta.
Aletta istirahat sejenak sembari menunggu kauren benar-benar tertidur.
waktu sudah menujukan pukul 02.00 Wib. Aletta bergegas Mengendong tas ransel nya turun ke lantai bawah, tanpa menimbulkan bunyi.
cklekk
Aletta membuka pintu rumah perlahan dan pergi meninggalkan rumah, rumah yang begitu bayak kenangan bersama orang tua nya.
"aku pergi.. maaf merepotkan kalian. " ucap Aletta.
Aletta berjalan menyusuri jalanan yang sepi, dia bingung harus pergi ke mana.
Aletta terus berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas, namun telat ya sudah bulat dia harus pergi jauh dari keluarga kauren.
saad berjalan ada sebuah mobil lewat didepannya.
"mau kemana dek, malam Malam. " tanya sang sopir yang sudah nampak tua.
"bapak mau kemana? " tanya Aletta.
"oh saya mau pulang ke Surabaya, kalau kamu mana? " jawab sang supir.
"boleh saya ikut dengan bapak? " tanya Aletta.
sopir itu nampak berpikir sejenak.
"yaa sudah ayo naik lah... " ucap sopir membuka kan pintu untuk Aletta.
mereka berjalan tanpa ada percakapan, menyusuri jalan jakarta yang nampak sepi.
"nama kamu siapa? " tanya supir
"saya Aletta Kirana pak... " ucap Aletta.
"nak Aletta mau ke mana... " tanya sang supir
"gak tahu pak saya bingung gak punya tujuan... "
sang supir melihat Aletta nampak berpikir dan kasian melihat nya.
"nama bapak jono, kalau kamu mau kamu boleh tinggal dirumah bapak... "
"tapi bapak kan tidak kenal saya, jika saya adalah orang jahat bagimana? "
"biar lah itu urusan Tuhan yang mengatur. "
Aletta namapk terharu masih ada orang yang baik didunia ini.
"Terima kasih pak jono... "
"tidur lah nanti jika sudah sampai rumah bapak, akan bapak bangunan kan. "
__ADS_1
Aletta pun tertidur, dia tak mersa takut saad bersama pak jono. Dia merasa pak jono adalah orang baik.