Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Pov Alex


__ADS_3

Alex tertidur di dalam kantor nya, waktu sudah nampak larut dan kantor pun sudah sepi.


"Astaga jam berapa ini? " Gumam Alex melirik jam tangan nya.


Alex mengucek matanya dan merengangkan tubuh nya, hati dan tubuh nya nampak lelah.


"Sebaiknya aku tidur di apartemen Rayen, itu akan lebih baik untuk ku. " Ucap Alex menyambar ponsel nya.


Alex keluar dari kantor nya, Alex melihat masih ada karyawan yang belum pulang.


"Agus.. Belum pulang kamu? " Tanya Alex pada karyawan bernama Agus.


"Eh pak Alex, belum pak. Saya masih ada kerjaan, bapak mau pulang? " Tanya Agus.


"Iyaa saya mau pulang, jangan terlalu fokus bekerja saya tak ingin kamu sakit lalu mengabaikan kerja mu. " Ucap Alex menasehati.


Sang karyawan lantas mengaguk dan tersenyum pada Alex.


Alex pergi meninggalkan kantor nya menuju apartemen Sang adik, Alex sedang menghindari Sandra dan Alettha dia akan menenangkan hati dan perasaan nya dulu.


Alex memarkirkan mobilnya didepan apartemen Rayen, dia memasuki lift menuju kamar Rayen.


ting tong


Tak lama nampak wanita paru baya yang sudah lama mengabdi di keluarga Wijaya.


"Den Alex, tumben kesini tengah malam? " Ucap mbok Ayu.


"Aku lelah mbok, permisi. " Ucap Alex singkat meninggalkan mbok Ayu.


"Ada apa dengan den Alex? " Batin mbok Ayu.


Alex berlalu masuk kedalam kamar tamu di dalam apartemen itu, Alex tak melihat keberadaan adiknya mungkin dia sudah tidur karna waktu sudah menujukan pukul 02.00 WIB.


"Alettha... Sedangkan apa kau? Apa kau berpikir aku bersenang senang dengan Sandra. Maaf aku masih bingung dengan hatiku Alettha. " Gumam Alex memijat kepala nya.


Alex merebah kan tubuh nya di kasur berukuran king size itu, pikiran nya melayang memikirkan Alettha.


"Sebaiknya aku menghindari kedua wanita itu, sampai aku bisa mengerti hatiku sendiri. " Ucap Alex.


Alex lantas memejamkan mata nya dan berkelana ke alam mimpi.


Terik matahari masuk dari cela cela hordeng kamar Alex, mengintip seorang pria tampan yang masih tertidur lelap.


"Pagi dem Rayen, sarapan sudah siap. Oh iya den, den Alex semalam pulang kesini dan sekarang belum bangun. " Ucap mbok Ayu sembari menuangkan segelas susu .

__ADS_1


"Benarkah mbok? Memang nya kak Alex dari mana kok pulang kesini. " Tanya Rayen sembari mengambil rotinya.


"Mbok gak tahu den, lagi pula den Alex ditanya diam saja. " Ucap Mbok Ayu.


Rayen nampak tak peduli apa alasan sangat kakak pulang ke apartemen nya, Rayen asik dengan roti selai kacang dan susu hangat nya.


Di dalam kamar Alex nampak membuka mata karena pantulan dari sinar matahari menebus matanya, Alex melirik jam di dinding kamarnya.


"Astaga sudah jam 07.00 WIB pagi, sebaiknya aku mandi dan pergi ke kantor. Sementara aku akan pulang kesini saja. " Ucap Alex berdiri lalu masuk ke dalam kamar mandi.


15 menit kemudian


Alex mengering rambut nya dengan handuk lalu mengenakan kemeja dan jas kebesaran nya, Alex merai ponsel nya begitu banyak pesan dan panggil an dari Sandra dan juga Alettha.


"Sebaiknya aku tak membawa ponsel ini, dimana ponsel kerja ku. " Gumam Alex membuka bantal dan selimut.


"Ah ketemu, astaga panggil masuk dari papa? " Ucap Alex.


Alex segera menghubungi ayahnya, mungkin ada hal penting yang sedang terjadi.


"Halo Alex, papa menghubungi sedari tadik kenapa susah sekali. " Ucap seorang di sebrang sana.


"Aku baru bangun pa, ada apa menghubungi? " Ucap Alex to the point.


a"Ada masalah besar di perusahaan, kembali lah dulu ke Jerman papa minta kau tangani semua masalah disini. " Ucap ayah Alex.


Alex nampak bingung dia harus mengabari alettha atau tidak akan kepergian nya itu.


Alex keluar dari kamar nya, menemui adiknya Rayaen.


"Selamat pagi den.? " Ucap mbok Ayu.


Alex hanya tersenyum menatap mbok Ayu.


"Rayen apa kau ingat ikut ke Jerman, karena ku akan ke Jerman hari ini. " Ucap Alex.


"Ke Jerman? untuk apa mendadak sekali. " Ucap Rayen menatap sang kakak.


"Perusahaan papa dalam masalah, aku harus segera pergi menangani semua itu. " Ucap Alex meminum susu hangat nya.


"O baik lah pergi lah kak, karna aku tak begitu menyukai perusahaan dan teman-temannya. " Ucap Rayen cuek.


"Kau ini mau jadi apa sebenarnya? " Ucap Alex memukul kepala adiknya dengan sendok.


Rayen nampak meringis kesakitan, dia nampak kesal dengan sikap kaknya.

__ADS_1


"Aku mau jadi dokter kak, bukaan petugas perusahaan. " Ucap Rayen ketus.


"Terserah kau, siap kan tiket untuk hari ini. Aku akan ke Kantor. " Ucap Alex beranjak pergi.


"Baik lah, apa kau tak pulang bertemu Aletta. " Ucap Rayen membuat Alex berhenti.


"Tidak." Ucap Alex singkat.


Alex pergi meninggalkan Apartemen adiknya, menuju Kantor nya untuk mengambil berkasnya.


Di jalan Alex memikirkan Alettha, bagaimana jika dia tak ada di sini apa Alettha akan baik baik aja jika dia tinggalkan.


"Apa aku harus menghubungi dirinya, ah tapi bukan kah dirumah sudah ada Gisel. Aku tak perlu khawatir. " Ucap Alex.


Alex memarkirkan mobilnya di halaman perusahaan, terlihat bayak karyawan yang sudah berhalu lalang menuju ke perusahaan.


"Pagi pak Alex. " Sapa karyawan.


Alex tersenyum menanggapi karyawan yang menyapa sepanjang koridor kantor besar itu.


"Pak Alex maaf, hari ini ada rapat dengan pak Arnold. " Ucap Asisten Alex.


"Batal semua nya, hari ini saya harus ke Jerman. Perusahaan mengalami masalah besar jadi saya harus pergi. " Ucap Alex pada asisten nya.


" Baik Pak saya permisi. "Ucap Asisten Alex.


Alex hanya tersenyum sekilas landas sibuk dengan berkasnya dan laptopnya.


" Semua sudah siap, apa anak itu sudah dapat kan tiket nya. "Batin Alex mengemasi berkasnya kedalam tas laptop.


Sudah sekitar 1 Jam Alex berkutik dengan berkasnya dan sudah selesai dia meninggal kantor.


Ting


{ Tiket mu sudah ada keberangkatan jam 10.00 pagi cepat kebandara sekarang. }


Alex melihat pesan dari adiknya dengan raut wajahnya kesal.


" Anak itu kenapa pilih tiket dijam pagi, kau pikir urusan ku cuma itu saja. "Rutuk ALEX.


Alex lantas melaju menuju bandara dengan berkendara selama 1.5 jam, Alex sudah sampai.


" Ini tiket mu, silahkan pergi. "Ucap Rayen merebut kunci mobil Alex.


" Kau ini, jangan sampai mobil ku lecet. "Peringatan Alex pada Rayen.

__ADS_1


Rayen hanya tersenyum lamtas pergi, Alex memasuki bandara dan menuju pesawat take out.


__ADS_2