
Sudah dua minggu Alettha berada dirumah Boby, dia bahwa membuang ponselnya. Alettha benar-benar marah pada Alex dan keadaan ini setiap hari dia hanya akan berdiam diri di dalam kamar, Boby hanya mendiamkan dirinya karena Boby tahu Alettha sedang tidak baik baik saja.
"Alettha apa kau tak bosan, pergi lah keluar menghirup udara segar. " Bujuk Boby pada Alettha.
Alettha hanya diam tak bergeming dari tempat nya, menatap langit yang nampak cerah.
"Aku akan memilih berpisah dengan Alex, bisa kah kamu membantu ku mengurus semua nya? " Ucap Alettha menatap Boby.
"Apa kau yakin dengan keputusan mu? Jika iya aku akan senang hati membantu mu. " Ucap Boby.
Alettha menganguk mantap menatap Boby, ada sirat kekosongan di mata hitam Alettha.
"Aku akan mengurus semua nya, kau tak perlu khawatir. " Ucap Boby meninggal Alettha.
Sedangkan Alex nampak terdiam di dalam kantor besar nya, berdiri menatap gedung-gedung tinggi di depan mata.
"Alettha kau dimana, aku merindukan mu. " Gumam Alex.
Sudah dia minggu ini dia mencari keberadaan Alettha dan Boby, namun dia tidak dapat menemukan mereka. Berulang kali menghubungi Alettha tapi tak tersambung, Boby pun sudah menganti nomor ponselnya membuat Alex frustasi.
Mengingat Boby adalah orang yang pintar bersembunyi, bahkan jika Alex menyuruh semua anak buahnya tak akan pernah bisa menemukan Boby dan Alettha.
"Sayang ada apa? Aku merindukan mu. " Ucap Sandra Bergelayutan manja di lengan Alex.
"Lepaskan aku Sandra, aku ingin sendiri saad ini." Ucap Alex menghindari Sandra.
"Kamu kenapa sih Lex, udah lah gak usah dipikirkan si Alettha itu. Yang penting kita kan akan bersama selalu bukan kah kamu yang bilang akan melepaskan Alettha jika dia yang memintanya sendiri kan. " Ucap Sandra.
__ADS_1
"Tapi aku mencintai Alettha Sandra, apa kau masih belum paham. " Bentak Alex.
"Tapi dia tidak mencintai mu, dia pergi bersama Boby dan kamu masih percaya dia.Jangan bodoh Alex. " Teriak Sandra.
"Keluar lah Sandra, aku tak ingin berdebat dengan mu sekarang. " Ucap Alex lirih.
Sandra dengan kesal pergi meninggalkan Alex dengan pikirannya sendiri, kedua orang tua Alex pun hanya pasrah pada pilihan anak ya.
"Dengar Alex kamu sudah besar, papa dan mama tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan pribadmu. Kita serah kan semua pada mu, siapa yang akan kamu pilih adalah pilihan mu sendiri. " Ucap mereka pada Alex.
Ucapan kedua orang tuanya masih teringat jelas, semua itu lantas semakin membuat Alex frustasi dan stres.
TokTokTok
"Masuk." Ucap Alex singkat.
Alex terbelak mendengar surat dari pengadilan, Alex dengan cepat mengambil dan membuka kertas tipis berwarna putih itu.
Alex membaca dengan serius, gugur sudah harapan nya untuk bisa bersatu dengan Alettha. Surat itu berisi sebuah gugatan talak dari Alettha untuk Alex.
Dengan kesal Alex merobek kertas itu dengan emosi, membanting semua barang barang di meja nya laptopnya pun tak luput dari amukan Alex.
Suara gaduh itu membuat semua karyawan bertanya tanya ada apa dengan CEO mereka yang tak pernah berlaku kasar atau pun marah.
Alex keluar dari ruangan melihat karyawan yang tertunda melihat nya, Alex begitu mengerikan dengan penampilan ya yang tak serapi biasanya. Sorot mata tajamnya membuat siapa pun akan merasa dikuliti.
"Bereskan ruangan ku, SEKARANG. " bentak Alex.
__ADS_1
Alex berlalu pergi menuju mobilnya, mengendarai secara cepat menuju rumah Boby.Dia berharap dapat bertemu Alettha dirumah itu.
Alettha keluar dari dalam rumah menghirup udara di sore hari, menatap pepohonan dan bunga bunga di halaman rumah Boby.
"Di mana ini, aku tak tahu jika ada tempat seasri ini. Menenangkan sekali berasa disini. " Ucap Alettha menatap pepohonan.
"Kau suka disini, aku pun begitu. Jika aku stes atau butuh hiburan aku akan kemarin, bersantai dan menenangkan pikiran ku. " Ucap Boby.
"Dimana kita, aku baru tahu jika ada tempat seperti ini. " Ucap Alettha menatap Boby.
"Paviliun di tengah pohon pinus, aku membuat nya saad pertama kali aku berada di Indonesia. Aku pikir aku juga butuh privasi untuk diriku sendiri. " Ucap Boby.
Alettha menatap Boby sembari tersenyum, bejalan beriringan mengelilingi pepohonan yang nampak rindang. Burung berterbangan dan bersuara ramai.
Tempat ini benar-benar jauh dari perkotaan, rumah berbentuk kaca dengan interiornya yang sangat indah dan memanjakan mata.
"Boleh aku tinggal disini Boby, untuk sementara. " Ucap Alettha.
"Kau boleh disini, terserah pada mu. Tempat ku tempat mu juga. " Ucap Boby.
Boby menggandeng tangan Alettha mengajaknya masuk kedalam pepohonan yang rindang. Alettha terpanah melihat sungai yang begitu jernih dan indah.
"Wowww Bob, sungguh indah. Astaga sudah lama sekali aku tak melihat sungai. " Pekik Alettha senang.
Boby hanya menatap bahagia akhirnya gadis itu dapat tersenyum, Boby menatap Alettha yang turun perlahan kedalam Sungai bermain air dengan gembira nya.
"Aku bahagia bisa membuat mu bahagia, Alettha. " Gumam Boby lirih.
__ADS_1
Boby duduk di sebuah batu besar di samping sungai, menatap Alettha begitu bahagia.