
Malam itu Alex tidur dikamar Sandra, sedangkan Alettha tidur dikamar nya seorang diri. Setelah memenangkan dirinya Alettha memilih tidur dan tak memperdulikan apa yang sedang Alex dan Sandra lakukan.
Cringggggg
Bunyi alarm membangun Alettha, dengan malas dia beranjak dari kasur dan mandi. Alettha merasa alettha Alex baru dari kamar ini, karena aroma parfum mints begitu memenuhi ruangan ini.
"Apa dia baru selesai mandi? Sepagi ini... " Gumam Alettha heran.
Alettha lantas membuka pintu dan akan turun kedapur, saad menatap kamar Sandra hati nya kembali merasa dongkol melihat mereka.
Aletta berjalan menuruni tangga perlahan, namun saad dia sudah mencapai tangga terakhir dia melihat Alex melihat sedang menyuapi Sandra.
Mereka nampak serasi, canda tawa mereka seperti bumerang bagi Aletta.
"Aletta... kau suda bangun? Kemari lah sarapan aku sudah buat kan untuk mu. " Ucap Aletta bersemangat.
Aletta hanya diam menatap Sandra begitu manja pada suaminya, Aletta menuruni tangga dan duduk di meja makan bersama mereka.
"Kau nampak bahagia saad bersama nya, bahkan kau memasak dan bercanda gurau dengannya. " Batin Aletta menatap kedua insan itu.
"Hentikan Alex, aku bisa tersedak.. " Ucap Sandra tak kalah Alex menyuapi nya dengan bayak.
"Buat kau cepat sembuh. "
Mereka tak menganggap keberadaan Aletta, bahkan Sandra pun terlalu menikmati kebersamaan nya dengan Alex.
"Alex apa kau tak pergi ke kantor... " Tanya Aletta pada Alex.
"Hari ini aku libur, aku kan menjaga Sandra mungkin besok aku akan berangkat. " Ucap Alex tanpa melihat Aletta.
Aletta kesal melihat pemandangan ini, lantas pergi berlalu dari mereka. Aletta kembali ke dalam kamarnya, termenung menatap taman mini di halaman rumah megah itu.
ting
Nomor tak dikenal.
{Hai Aletta, apa kau bisa bertemu dengan ku hari ini? "}
" Siapa yang mengirim ku pesan. "Gumam Aletta.
{Maaf ini siapa? "}
{Gisela... }
Aletta nampak terkejut lantas tersenyum, melihat nama yang tertera di ponselnya.
Aletta menghubungi gisel, setelah dia tahu bahwa sahabat nya ingin bertemu.
" Halooo gisel, maaf aku tak menyimpan nomor mu. "
"Tak apaa, apa aku bisa bertemu? Ada yang ingin ku katakan padamu. "
__ADS_1
"tentu sajaa, nanti siang pukul 11 Di cafe cinta bagaimana? "
"Tentu sampai bertemu nanti Aletta. "
Aletta mematikan sambung telepon dengan Gisel, Aletta bersemangat bertemu dengan sahabat nya.
"Baik lah sebaiknya aku bebersih rumah dulu, setelah itu aku akan bertemu Gisel. " Gumam Aletta.
Aletta merapikan kamar nya dan juga kamar Sandra, Aletta mencari keberadaan Alex namun dia tak menemukan nya. Aletta tak peduli dia menyapu dan mengepel lantai sembari bersenandung merdu.
Setelah hampir 2 jam Aletta membersihkan rumah, akhirnya perkerjaan nya selesai.
"Lelah sekali, semua sudah bersih tinggal ngambil baju kotor lantas membawa ke tempat loundry. " Ucap Aletta.
Aletta kembali kekamar nya, memasukkan baju kotor ke dalam plastik.
"Sebaiknya aku mandi dulu, rasanya gerah sekali. " Gumam Aletta.
Aletta lantas masuk kedalam kamar mandi, mencuci tubuh nya yang terasa lengket karna beberes tadik.
"Segarnyaaa... " Ucap Aletta.
Aletta mengunakan handuk sebatas dadanya dan mengulang rambut basah nya dengan handuk. Memilih baju kaos pendek berwarna hitam dengan celana jeans putih.
"Sudah cantik begini saja, tak perlu terlalu menor seperti wanita pengoda itu... " Ucap Aletta tersenyum menatap bayangan dirinya dicermati.
Aletta tak menyadari bahwa Alex bersandar di pintu itu menatap Aletta sembari tersenyum.
Alex berjalan menuju Aletta, memeluk nya dari belakang dan menatap bayangan dirinya dan Aletta dicermin.
"Apa kau mau pergi? " Tanya Alex.
Aletta masih terkejut dengan kedatangan Alex hanya terdiam, entah sejak kapan Alex suka memeluk nya dari belakang.
"Aku akan bertemu Gisel sahabat ku, jika mengizinkan. " Ucap Aletta melepaskan diri dari Alex.
"Pergi lah, aku juga mau mengantarkan Sandra pulang ke apartemen nya. " Ucap Alex merebahkan dirinya di kasur.
Alettha tak menjawab ucapan Alex, Alettha lebih memilih mengeringkan rambut nya. Alex berdiri hendak mengerikan rambut Alettha, namun Alettha menahan Alex menyentuh rambutnya.
"Tidak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri. " Ucap Alettha ketus.
"Apa kau marah aku bersama Sandra? " Tanya Alex.
"Jika aku bilang aku marah, apa yang akan kau lakukan? " Tanya Alettha menatap Alex.
Alex terdiam tak menjawab ucap Alettha, Dia bingung dengan perasaan nya sendiri. Hatinya memiliki Alettha tapi tubuh nya memilih Sandra.
"Aku pergi dulu, aku akan pulang saad makan siang. " Ucap Alettha pergi meninggalkan Alex.
Sikap Alettha pada Alex sebenarnya membuat Alex merasa Alettha menjahui dirinya. Namun dia pun tak bisa kehilangan Sandra kedua kalinya.
__ADS_1
"Maafkan aku Alettha, jika nanti kau ingin pergi aku tak akan mempersulit mu. " Ucap Alex memejamkan matanya.
Alettha keluar membawa mobil merah kesukaan nya, dalam mobil Alettha memikirkan ikatan nya dengan Alex.
Alettha mampir sesaat ditempat loundry mengantarkan baju kotornya, lantas mengemudi menuju cafe untuk bertemu Gisel.
Alettha sampai di cafe yang ditujunya, memasuki cafe itu dan mencari keberadaan Gisel.
"Alettha.... " Teriak Gisel
Alettha mengengok kearah suara itu, lantas tersenyum berjalan menuju Gisel.
"Apa aku menunggu ku lama? " Ucap Alettha.
"Tidak juga, aku baru sajaa datang juga. " Ucap Gisel tersenyum.
"Jadi kau mau bicara apa, apa kau menerima tawaran ku tempo lalu? "
"Iyaaa aku mau menjadi ART mu lagi pula aku dipecah dari pekerjanku, jadi aku harus mencari tempat tinggal dan juga pekerjaan. "
Alettha nampak bersedih melihat keadaan sahabat nya itu, dulu Gisel nampak begitu bahagia saad bersama Arsya.
"Kau bisa tinggal diruma ku, kamu jangan khawatir aku akan ada bersama mu. " Ucap Alettha memegang tangan Gisel.
Mereka menikmati minum yang dipesan Gisel, Gisel nampak senang karna dia bisa bekerja dirumah Alettha dan itu berati dia bisa balas dendam pada Alettha yang sudah membuat hidup nya kacau.
"Bagaimana kalau kita ke kosan mu? Membereskan semua barang mu dan kerumah ku. " Ucap Alettha bersemangat.
"Apa kau tak meminta izin suamimu? " Ucap Gisel.
"Tak perlu, aku bisa melakukan semua yang ku mau. " Balas Alettha.
Mereka pergi ke kosan Gisel yang cukup jauh dari rumah Alettha, butuh waktu 2Jam untuk sampai kesana.
Kosannya begitu kecil dan di pemukiman padat, Alettha melihat kesekeliling membuat nya merasa kasian pada sahabat ya itu.
"Maaf tempat nya kotor, dan sempit... " Ucap Gisel membuat pintu.
"Masuk lah Alettha, apa kau mau minum? " Tawar Gisel pada Alettha.
"Tak usah, aku akan membantu mu membereskan barang mu. " Ucap Alettha.
Mereka membereskan semua barang Gisel memasukkan kedalam bagasi mobil Alettha.
selamat 1Jam mereka membersihkan semua dengan canda tawa, walaupun Gisel membenci Alettha namun Gisel tetap merasa bahagia saad bersama Alettha.
"Sudah selesai, ayoo berangkat ke rumah ku. " Ucap Alettha.
"Baik lah ayoo, saad nya OTW" Seru Gisel.
Mereka melaju meninggal kosan Gisel, didalam mobil mereka bayak bercerita tentang hidup mereka sejak tak bertemu.
__ADS_1
"Terus lah bahagia dan tertawa, setelah ini aku akan buat hidup mu menderita Alettha. " Batin Gisel.