
Alettha kembali ke rumah dengan perasaan yang sangat kacau, dia tak menyangka jika Andre menyembunyikan hal sebesar itu dari dirinya.
"Tante Alettha dari mana? " Ucap Leo saad melihat Alettha kembali.
"Tante sedang ingin sendiri Leo, jangan ganggu tante dulunya. " Balas Alettha.
Alettha meninggalkan Leo dengan deraian air mata, dia tidak ingin membenci Leo karena perbuatan Ibu nya tapi entah lah melihat Leo membuat rasa benci itu tiba-tiba hadir di hati nya.
Alettha membanting tubuh nya dia tas kasur king size itu, dia menangis sejadi-jadinya saad tahu semua kebohongan yang sudah Andre lakukan.
"Aku harus bagaimana sekarang, Aurora bukan anak ku lantas apa aku harus menerimanya seperti anak ku. " Ucap Alettha.
Alettha menatap bayi mungil di dalam box bayi dengan tatapan yang sulit dia artikan.
"Kamu bukan anak ku, seharusnya kamu tidak berada di dalam box anak ku. " Gumam Alettha.
Alettha menggendong Aurora lantas membawa nya keluar dari kamar, berteriak memanggil Tania.
"Taniaaaaaaa.... " Pekik Alettha.
Dengan tergesa-gesa Tania langsung menghampiri Alettha yang terliha marah, bahkan tangis Aurora tak dia hiraukan. Dengan kasar Alettha menyerahkan Aurora pada Tania, Tania bingung dengan sikap majikannya itu kenapa tiba-tiba berubah.
"Bawa bayi ini menjauh dari ku, jangan sampai aku terganggu dengan suara nya itu. " Bentak Alettha.
"Loh buk memang kenapa, kan biasanya Aurora bersama ibu. " Ucap Tania.
__ADS_1
"Kamu kerja disini bukan untuk berkomentar tapi kerja. " Bentak Alettha.
Tania yang baru saja bertemu dengan Alettha tidak menyangka jika dia akan mendengar kemarahan Alettha untuk pertama kalinya.
"Maaf bukan, saya tidak bermaksud sedemikian. " Ucap Tania.
Terlihat air mata di ujung pelupuk mata Tania, Alettha merasa bersalah melihat Tania yang hampir menangis karena bentakan nya. Alettha lantas meninggalkan Tania dengan penyesalan di hatinya.
"Cup cup diam Aurora, nanti mbk Tania dimarahin sama bunda lagi. " Ucap Tania.
Aurora lantas tersenyum melihat Tania menangis, ia kemudian membawa Aurora untuk berkeliling di taman, sedangkan Alettha memperhatikan Tania yang sedang bermain dengan Aurora.
Sudah sejak tadik Alettha tidak keluar dari kamarnya bahkan tangisan Aurora tidak membuat Alettha mau menemuinya.
"Tania tidak tahu bik, tadik bu Alettha memberikan Aurora dengan kasar padaku. "Jawab Tania.
" Mana tuan Andre juga belum pulang, apa karena kejadian tadii pagi membuat mereka bertengkar. "Terka bik Sum.
Tania dan bik Sum menenangkan Aurora yang sedang tadik menangis sesenggukan, entah apa yang membuat bayi itu menangis dan tidak ingin diam.
Alettha yang mendegar suara Aurora yang tidak bisa diam sedari tadik kemudian membuka pintu kamarnya, melihat mereka yang berusaha mendiamkan Aurora.
Dari lantai atas Alettha melihat bayi itu terus memberontak dan tidak ingin diam dalam gendong Tania ataupun bik Sum.
"Tidak bisa kah kalian membuat bayi itu diam, aku pusing mendegar nya. " Pekik Alettha dari lantai atas.
__ADS_1
Bik Sum dan Tania sampai terkejut mendegar ucapan Alettha yang tidak mereka sadari dari tadik.
"Buk seperti nonton Aurora rindu di gendong sama bunda nya, dari tadi dia gak mau diem buk. " Ucap Tania takut.
"Aku tidak perduli kamu urus saja dia, lagi pula dia bukan anak ku. " Ucap Alettha.
Mereka terkejut dengan ucapan Alettha yang mengatakan Aurora bukan anaknya, mereka saling pandang dan merasa bingung.
Alettha kembali ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan mereka yang nampak terkejut dan bingung.
Setelah lebih dari dua jam Aurora menangis akhirnya dia mau tertidur juga, Tania membawa Aurora kekamar dan menidurkan nya di kasurnya.
"Capek nya tangan ku, sabar ya sayang mungkin bunda mu lagi bayak pikiran jadi bunda belum gendong kamu. " Ucap Tania menatap Aurora.
Tania keluar dari kamar Aurora dan menuju dapur, perutnya teras sangat lapar karena seharian harus menggendong Aurora yang rewel.
"Loh den Leo kok diam aja, makan yuk mbk Tania laper banget nieh. " Tawar Tania melihat leo di kursi makan.
"Aku gak laper mbk Tania, kenapa ya tante Alettha sama om Andre. " Ucap Leo.
Tania mengacak rambut anak laki-laki itu dengan gemas.
"Sudah ayo jangan memikirkan soal orang dewasa, ayo makan. " Ajak Tania.
Akhirnya Leo dan Tania duduk di meja makan dan menikmati makanan mereka dengan canda gurau.
__ADS_1