
Boby membawa Alettha kerumah nya, membaringkan tubuh nya di atas kasur dan menyelimuti Alettha.
"Ku harap kau bisa menerima bahwa orang yang kau tolong malah ingin mencelakai mu, Alettha. " Ucap Boby lirih.
Alettha mengerjakan matanya, melihat Boby yang sedang memandang dirinya.
"Boby kau masih disini, aku pikir kau sudah pulang. " Ucap alettha sembari duduk.
"Aku tak mungkin membiarkan mu disini sendiri, maaf Alettha aku tak bisa lancar menganti pakaian mu jadi ku biar kan tak ku ganti. " Ucap Boby.
Alettha melihat lengan baju dan bagian perutnya sobek. Alettha mengingat perlakuan Sebastian padanya dan juga Gisel yang dibalik semua ini.
"Kenapa dia begitu padaku, padahal kita bersahabat dan aku sudah menganggap nya saudara. " Ucap Alettha meneteskan air mata.
"Sudah lah Alettha, sekarang tak perlu kau memikirkan dirinya. Toh dia tak memikirkan mu saad melakukan semua ini. " Ucap Boby mengegam tangan Alettha.
"Terima kasih untuk semua nya, maaf aku merepotkan dirimu terus. " Ucap Alettha memeluk Boby.
Boby meninggalkn Alettha dikamar nya, sedang kan Alettha menganti baju nya dengan kaos pendek dan celana hitam.
"Duduk lah, aku sudah bikin kan secangkir coklat panas. " Ucap Boby menepuk sisi sofa.
__ADS_1
Alettha tersenyum dengan manis, lalu duduk disebelah Boby dan meminum coklat panas buatan Boby.
"Apa rencana mu Alettha, apa kau tak ingin balas dendam pada gadis itu. " Ucap Boby.
Alettha masih memikirkan persahabatan nya dengan Gisel, bayak sekali kenangan indah mereka semasa sekolah.
"Aku tak bisa Boby, bagaimana pun dia sahabat ku. Walaupun dia sudah berbuat buruk padaku, aku tak sanggup melihat nya menderita. " Ucap Alettha.
"Itu lah kenapa aku mencintaimu, Alettha. " Batin Boby.
"Biar kan itu menjadi urusan Alex, aku akan menghubungi dirinya nanti. " Ucap Boby.
Tok Tok Tok
"Masuk." Ucap Alex saad mendengar suara ketukan pintu.
"Maaf Pak ini bu Excel, dia bertemu dengan bapak. "Ucap Elika sekertaris Alex.
" Oh bukan Excel, masuk lah saya sudah lama menunggu mu. "Ucap Axel rama.
Sekertaris Alex pergi meninggalkan mereka berdua, mereka membicarakan sebuah kerja sama yang akan menguntungkan perusahaan Alex.
__ADS_1
" Bagaimana pak Alex, saya pikir sudah cukup penjelasan saya. Apa anda mau bekerja sama dengan perusahaan saya? "Ucap Axcel pada Alex.
" Baik lah saya terima, semua kontrak saya setuju dan semoga kita bisa menjadi rekan yang imbang. "Uca Alex berjabat tangannya dengan Excel.
Excel pergi meninggalkan perusahaan Alex, dengan Alex tersenyum senang karena dia akan pulang dan bertemu Alettha.
" Tunggu lah aku pulang, akan ku balas semua perbuatan mereka padamu. "Ucap Alex.
Alex merapikan meja kerja nya dan beranjak pergi meninggalkan kantor ya, bertemu dengan orang tua nya menyampaikan kabar gembira ini.
" Ah benar-benar melegakan, kau tahu Alex papa selalu bisa mengandalkan dirimu. "Ucap Ayah Alex sembari memeluk putra sulung nya.
" Tentu saja pa, Alex bisa seperti itu karena turun an dari mama. Iya akan nak.. "Ucap Ibu Alex begitu bahagia.
" Aku bisa seperti ini yaaaa, karna kalian. Terima kasih, dan ku mohon ikut lah bersama ku bertemu Alettha di Indonesia. "Ucap Alex.
Ucapan Alex lantas membuat kedua orang tuanya saling pandang, mereka masih belum tahu bahwa Alex sudah menikah.
" Untuk apa kami pulang ke Indonesia, sedangkan disini papa dan mama baik baik saja, siapa Alettha Alex? "Tanya sang ibu.
" Ikut lah bersama ku, akan ku kenalan siapa Alettha pada kalian. "Ucap Alex tersenyum.
__ADS_1