Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Alone


__ADS_3

Leo memilih untuk pergi dari rumah Alettha menuju rumah lama Alex yang kini sudah di tempati oleh Rayen adik Alex, hati nya saar ini sedang tidak baik baik saja melihat kedekatan Gresia dengan Bagas yang cukup intens.


"Sebaiknya aku menghindari bertemu dengan Gresia."Gumam Leo berlalu pergi.


Sedangkan Alex nampak mencari keberadaannya yang tiba tiba tiba entah berada dimana, Alex bertanya pada beberapa orang dirumah itu tapi tidak ada yang melihat Leo.


"Dimana dia? "Gumam Alex menelepon Leo.


"Om Alex..? "Seru Gresia.


"Iyaa sayang ada apa? "Ucap Alex tersenyum menatap Gresia.


"Maaf apa om lihat Leo aku tidak melihat nya sejak... Sejak 2 jam yang lalu. "Gumam Gresia.


"Sama om juga tidak melihatnya om pikir dia sedang bersama denganmu ?"Ucap Alex bingung.


"Iya tadi dia bersama ku tapi.. "Ucap Gresia terhenti saat dering ponsel Alex berbunyi.


"Apa kau berada dirumah om Rayen kenapa? Papa pikir kamu akan menginap disini? "Ucap Alex heran dengan ucapan Leo yang berubah.


"Tidak aku ada urusan jadi aku harus pergi pa salam saja untuk mereka. "Ucap Leo menutup telepon nya.


"Ada apa om? "Tanya Gresia mendengar percakapan mereka.


"Leo ada dirumah om Rayen kamu jangan khawatir katanya Leo lagi ada urusan jadi dia pergi, oh iya Gresia tadi om disuruh nyari kamu sama Bagas untuk makan malam. "Cerca Alex pada Gresia.

__ADS_1


"Ah iyaa om duluan saja aku akan menyusul sebentar lagi.


"Ya sudah om pergi dulu."Ucap Alez meninggalkan Gresia.


Entah apa yang sedang dipikirkan olehgadis itu terlihat terdiam tak bersemangat kemudian Gresia teringat akan Andre yang belum terlihat sejak siang, dia memutuskan untuk kekamar nya mengajak makan.


TOK TOK TOK


"Ayah semua orang sudah berkumpul dimeja makan, ayah juga ikut makan nyaa.. "Gumam Gresia menungu jawaban dari dalam.


Beberapa menit Gresia menunggu jawaban dari Andre tapi tak ada tanda tanda bahwa sang empu kamar kan menjawabnya atau pun membukakan pintu untuk nya.


"Ayah belum makan aku takut ayah akan jatuh sakit, Gresia akan membawa makanan nya kekamar ayah."Ucap Gresia.


"Tidak usah Gresia ayah masih kenyang makanlah bersama mereka tak enak jika kau tidak menemani saudara jauh kita, tinggalkan ayah sendiri untuk beberapa waktu. "Seru Andre dari dalam kamar.


Dengan langkah gontai dia meninggalkan kamar Andre menuju meja makan yang sudah ramai oleh sanak saudara nya bersama,mereka asik berbicara bayak hal hingga melupakan sang pemilik rumah yang masih berduka.


"Gres ada apa? Apa ayah tidak ikut makan bersama kita? "Seru Zahra lembut menatap saudara nya yang namapak bersedih.


"Sudah lah jika ayah lapar dia akan turun makan sendiri."Seru Aurora dibalas tarapan tajam dari Gresia.


"Sudah ayo makan dulu tak enak dengan yang lain jika kita bertengkar. "Ucap Zahra menegahi mereka.


mereka makan dengan ditemani berbagai obrolan dan pertanyaan perihal bisnis dan juga perusahaan mereka, Grsia merasa sangat lelah saat semua saudara berkumpul tapi tak ada yang mempedulikan ayah nya.

__ADS_1


Gadis itu meninggalkan meja makan menuju balkon kamarnya dia ingin sendiri suasana hati dan pikiran nya sedang tidak baik, semua orang tampak menatap kepergian Gresia dengan tanda tanya tapi mereka tak begitu menghiraukan nya.


Grsia berdiri dibalkon kamarnya tempat dimana dia selalu berbicara dengan Ayumna yang bersebelahan dengan balkonnya itu, tak terasa air matanya melelah dengan deras kenangan kenangan mereka bahagia dulu terulang dalam memeori nya.


"Bundaa lihat lah betapa aku merindukan mu dan Ayumna, siapa yang akan menjaga ayah saat bunda sendiri memilih pergi dari nya.. "Seru Gresia.


Bagas berpamitan untuk melihat Gresia karena dia akan pulang karena esok hari ada meeting penting dikantornya bersama dengan Willi.


TOK TOK


Gresia menyeka air matanya kemudian membuka pintu dan terkejut saat melihat Bagas berada didepan pintu kamarnya.


"Emm ada apa pak Bagas? "Ucap Gresia.


"Apa dia menangis lagi matanya terlihat berair, andai aku bisa selalu bersama mu mungkin aku yang akan menghapus air mata itu. "Batin Bagas menatap Gresia sendu.


"Pak Bagas apa ada yang bisa saya bantu? "Ucap Gresia pada Bagas yang nampak terdiam.


"Ah iya saya harus ingin berpamitan saja dan jika esok hari kamu tidak bisa hadir kirin semua file meting kita pada Laras biar dia yang menghandel semua. "Ucap Bagas gugup.


"Astaga maaf pak saya lupa jika esok kita ada meeting penting, semua berkas sudah saya siapkan sebisa mungkin saya akan ke kantor besok."Ucap Gresia.


"Jika suasana hati mu belum baik tak usah memaksakan. "Ucap Bagas.


"Saya pergi selamat malam,tidur lah dengan nyenyak Gresia. "Gumam Bagas berlalu pergi.

__ADS_1


"Terkadang dia bersikap mesum dingin menyebal kan tapi dia juga cukup peduli pada orang sekitarnya. "Gumam Gresia masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2