Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Terpaksa Berbohong


__ADS_3

Andre keluar meninggal Alettha yang masih belum sadarkan diri, dia berjalan menuju ruang bayi melihat setiap bayi yang sedang tertidur lelap.


"Andai kamu masih ada nak, mungkin kamu akan berada di antara mereka. " Ucap Andre menghapus air matanya.


Tiba tiba seorang wanita muda berusia 20 tahun datang mendekati Andre yang sedang menangis, berdiri di samping Andre sembari menatap seorang bayi dengan senyuman.


"Anda tahu tuan, terkadang ada seorang anak yang beruntung hidup dalam orang tua yang baik, namun ada juga anak yang hidupnya bahkan lebih menderita. " Ucap wanita itu.


Andre menatap wanita muda itu dengan bingung.


"Maaf nona maksud anda apa ya? " Ucap Andre.


"Apa anda baru kehilangan anak anda tuan, jika anda mau ambil anak ku. Aku tidak bisa merawat nya sendiri, aku tidak punya biaya untuk menghidupi nya. " Ucap wanita itu menangis.


Andre terkejut mendengar ucapan wanita muda itu, dia tidak menyangkal jika ada seorang wanita yang mau memberi anaknya dengan percuma.


"Maaf saya tidak paham dengan ucapan anda, saya permisi nona. " Ucap Andre beranjak pergi.


Namun wanita itu memegang tangan Andre, dia memohon agar Andre mau merawat anaknya.


"Aku tidak meminta uang padamu, aku hanya minta kau rawat anak ku. Aku mohon tuan, aku tidak punya siapapun lagi dan ayah anak ku pun sudah entah dimana. " Balas nya melas.

__ADS_1


"Apa kau yakin dengan keputusan mu itu, dengar jika aku mau merawat bayi itu maka sampai kapan pun dia akan menjadi anak ku. " Ucap Andre.


Wanita itu menganguk mendengar penuturan Andre, dirinya sudah pasrah yang penting anaknya bisa hidup serba berkecukupan dan hidup penuh kasih sayang.


Akhirnya Andre setuju untuk mengadopsi bayi perempuan itu, Andre pun tidak sanggup bila harus memberi tahu Alettha soal bayinya.


"Mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kita, maaf kan aku Alettha. " Gumam Andre.


Andre sudah mengurus semua surat yang akan dia bawak bisa mengadopsi bayi itu dan sang ibu pun dengan suka rela memberikan bayi nya.


Andre memberi sebuah cek kepada wanita muda itu, agar dia menghilang dan jangan pernah menemui dirinya atau pun anak lagi.


"Pengacara ku sudah mengurus semua nya, ini ambil dan tulis lah berapa pun yang kamu mau. Pergi dan jangan pernah kembali datang kemari. " Ucap Andre.


Andre menggendong bayi perempuan itu dengan penuh kasih sayang, anak itu sungguh cantik dengan lesung pipi di kiri dan kanan pipinya.


"Kau begitu cantik sayang, akan ku beri nama Aurora Kinanti Andreas. " Ucap Andre.


Bayi itu tersenyum pada Andre, mungkin ini adalah jalan dari yang maha kuasa untuk kebahagiaan mereka.


Andre kembali ke dalam kamar VIP Alettha, terlihat dia masih belum sadarkan diri sudah lebih dari 24 jam tapi Alettha belum menujukan akan kesadaran nya.

__ADS_1


"Bangun lah sayang, aku rindu pada mu. " Gumam Andre.


Andre mengelus puncak kepala Alettha dan mencium kening nya dengan penuh kerinduan dan kasih sayang.


Hari hari sudah dilewati oleh Alettha, kini sudah genap 30hari Alettha tertidur di dalam ruangan nya.


Andre sudah membeli sebuah rumah jauh dari rumah orang tuanya, karena ibunya menolak saad Andre mengadopsi Aurora karena anak itu bukan darah daging Andre.


Andre tak mau ambil pusing dan lansung membeli sebuah rumah yang cukup besar, dia juga sudah mencari seorang asisten rumah tangga untuk merawat rumah nya.


Sedangkan Aurora kini sudah berada dirumah bersama baby sisternya, Andre sendiri harus kembali bekerja karena sejak Alettha sakit hanya dirinya dan juga Boby yang berganti menjaganya.


"Sabar lah Andre, Alettha wanita yang kuat dia pasti akan segera sadar belum lagi ada Aurora yang menunggu. " Ucap Boby.


Andre tak memberi tahu siap pun kecuali ibunya tentang Aurora, dia tak ingin Alettha merasa ditipu oleh nya.


"Terima kasih Boby Nafisah, maaf aku merepotkan kalian. " Balas Boby.


Tak masalah lagi pula kami senang membantu mu, jaga dirimu juga Andre jangan sampai kau sakit jika kau sakit semua akan sangat kacau. "Gurau Nafisah.


Andre tersenyum kemudian membiarkan mereka meninggal Alettha dan dirinya sendiri diruangan itu, Andre menatap Alettha dengan kerinduan akan canda tawa mereka.

__ADS_1


Alettha di nyataakan koma dengan waktu sadar yang tidak bisa ditentukan, bu Rosa pun sejak tahun cucunya meninggal engan untuk bertemu dengan Alettha. Dia sama sekali tidak peduli dengan menantu nya.


__ADS_2