
Alettha terbangun dari tidurnya menatap sekeliling.
"Apa aku tadi ketiduran, kok udah di kamar aja. " Gumam Alettha.
Alettha masuk ke kamar mandi melakukan rutinitasnya membersihkan diri, setelah selesai tak lupa dia memoles pipinya dengan bedak tipis.
"Kok rumah sepi sekali, sebaiknya aku turun mungkin mereka sedang berada di lantai bawah. " Ucap Alettha.
Alettha berjalan keluat dari kamarnya, berjalan perlahan menuju anak tangga. Dari kejauhan Alettha mendengar suara orang berbicara Alettha melihat suami dan mertua nya sedang bebicara berdua dengan serius.
Alettha diam diam mendengar kan pembicaraan mereka di lantai bawah, tanpa disadari oleh mereka.
"Kamu kan tahu Andre mama lebih setuju kamu sama Sandra, lagi pula dia juga sekarang sendiri. " Ucap Bu Rosa.
"Itu dulu ma, sekarang aku sudah punya Alettha dia juga sedang mengandung anak ku. Bukan kah mama senang dengan kehamilan Alettha. " Balas Andre.
"Mama memang senang dengan kehamilan nya tapi mama tetap tidak merestui hubungan kalian, mama masih berharap Sandra yang bersama dengan mama. " Ucap Bu Rosa.
Andre terdiam tak menjawab ucapan ibunya, Alettha mengelus perutnya dengan berlinang air mata. Dia tak menyangka jika mertua nya hanya berpura-pura saja.
"Sabar ya nak kamu jangan khawatir, yang penting ayah tetap memilih kita. " Ucap Alettha menghapus air matanya.
Alettha kembali ke dalam kamarnya dengan hati yang sakit, dia berpikir bahwa dia akan bahagia sekarang namun kenyataan pahit kembali dia tuai.
Alettha duduk termenung di balkon kamarnya menatap langit yang mulai terlihat berubah warna, pikiran nya sedang menelusuri jauh entah kemana hingga kedatangan Andre tak dia ketahui.
Andre menatap sang istri yang tidak seperti biasa melamun terdiam, Andre mendekati Alettha dengan perlahan agar dia tak membuat nya terkejut.
__ADS_1
"Sayang, ada apa kenapa kau melamun di sore hari? Aku pikir kau belum terbangun. " Tanya Andre.
Alettha hanya diam dia sedang tidak ingin berbicara, hati dan pikiran nya sedang dilanda kegelisahan yang mendalam.
"Bagaimana jika kita membeli rumah sendiri, jika kita punya bayi lebih baik jika kita mempunyai hunian sendiri. " Celetuk Alettha.
Andre semakin terkejut mendengar penuturan Alettha, dia berpikir apa kah Alettha mendengar ucapan ibunya tadik.
"Kenapa kamu tiba-tiba berbicara soal rumah, lagi pula kita tak ada masalah jika tinggal di sini sayangku. " Balas Andre.
"Aku hanya ingin hidup bersama keluarga kecil ku, lagi pula disini kan ada Dandra dan Aurel tidak baik pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan tinggal satu atap. " Balas Alettha
Alettha menatap mata Andre dengan kehampaan, Andre nampak sekali sedang menghindari tatapan mata Alettha.
"Kenapa kau diam aku hanya meminta rumah untuk kita bukan meminta mu menikah lagi bukan. " Ucap Alettha.
"Kamu kenapa sih Alettha, sudah lah kita bicarakan nanti saja. Sekarang ayo makan kamu pasti laper kan? " Ucap Andre mengalihkan pembicaraan.
Andre menghela nafas panjang, dia sedang pusing oleh ucapan ibunya dditambah lagi dengan permintaan Alettha yang mendadak.
"Iyaa kita akan mencari rumah sendiri, tapi nanti saat kamu sudah melahirkan. Sekarang ayo makan lah dulu aku sudah menjawab pertanyaan mu. " Ucap Andre.
Andre mengajak Alettha untuk turun makan malam bersama, terlihat pandangan sinis yang pura-pura dari Sandra dan juga mertua nya.
"Duduk lah nak, kau mau makan apa? " Tawar bu Rosa.
Alettha diam tak bersuara, dia benar benar sedang dongkol pada kepura-puraan mertua nya itu.
__ADS_1
Alettha mengambil makanan sendiri sesuka hatinya, hal itu lantas membuat bu Rosa kesal dengan perlakuan Alettha padanya.
Mereka semua makan dengan diam hanya denting piring dan sendok saja yang terdengar, Tiba-tiba Alettha teringat akan Leo. Dia sudah dua hari tidak melihat anak laki-laki itu.
"Dimana Leo sudah dua hari aku tak melihat nya, apa dia sakit dikamar? " Ucpa Alettha.
"Astaga aku lupa memberi tahu mu, Leo ikut kak Ans ke rumah nya. " Celetuk Andre.
Alettha lantas hanya diam menghabiskan makanannya lantas pergi berlalu tanpa sepatah kata pun, Sandra dan mertua nya memandang sinis kepergian Alettha itu.
"Lihat lah Istri mu Andre, tidak tahu sopan santun. " Ucap Bu Rosa ketus.
"Iyaa Andre kamu harusnya bisa mengajar kan Istri mu itu, masa seperti itu memperlakukan mertua nya. " Timpal Sandra.
Andre hanya diam tak menjawab semua ucapan itu, dia hanya berpikir kenapa tiba-tiba Alettha ingin mempunyai rumah sendiri.
"Andre kamu pikirkan dulu ucapan mama tadik, setidaknya kamu bisa menikah dengan Sandra saad si Alettha sudah melahirkan. " Timpal bu Rosa.
Andre yang kesal dan jengah mendegar ucapan ibunya membanting sendok yang dia pegang, hal itu lantas membuat bu Rosa tersiam.
"Maaaa ini sebuah pernikahan bukan permainan, jika mama tidak suka jangan berpura-pura suka. Tujukan saja ketidak sukaan mama itu. " Bentak Andre.
Bu Rosa benar-benar kaget dan tidak menyangkal anak lelaki nya berani membentak dirinya, Andre pergi meninggalkan ruang makan menyusul Alettha yang terlebih dulu ke kamar mereka.
Sandra nampak tersenyum sinis melihat bu Rosa membela dirinya bukan Alettha.
"Tidak sekarang kehancuran mu itu Alettha, tapi nanti sebentar lagi kau akan hancur oleh suami mu sendiri. Tunggu saja waktu nya itu. "Batin Sandra.
__ADS_1
" Sudah lah tante yang sabar, biarkan dulu tapi pada akhirnya kita akan menang kok. Biarkan dulu Andre memikirkan semua ucapan tante dia akan menyesal nantinya. "Ucap Sandra.
" Iyaa Sandra semoga Andre bisa sadar, kalau cuma kamu yang pantas bersanding bersama dirinya. "Balas Bu Rosa.