Alettha ( Si Anak Pelakor)

Alettha ( Si Anak Pelakor)
Kembali Terluka


__ADS_3

Alex sudah sampai di salah satu rumah sakit dimana Sandra dirawat. Dia bertanya pada suster lalu berlalu menuju kamar Sandra.


Disana dia terbaring sendiri dengan perban di kepala dan juga kakinya, Alex masuk secara perlahan mendekati Sandra yang tertidur.


"Apa yang terjadi padamu, maafkan aku Sandra lagi lagi aku membuat mu terluka. " Ucap Alex lirih.


Sandra nampak membuka matanya perlahan, dia mendengar suara berat Alex lalu terbangun.


"Ku kembali, aku merindukan mu. " Ucapnya berderai air mata.


Alex memeluk Sandra erat, dengan Sandra yang menangis di pelukan Alex.


"Kenapa kau jadi seperti ini, kau kenapa Sandra? " Tanya Alex melepaskan pelukan nya.


"Aku tertabrak sebuah mobil di dekat apartemen ku, kaki ku patah jadi ku tidak bisa berjalan sementara waktu. " Ucap Sandra.


Alettha sudah menata semua makanan di meja, dia pun sudah berkas berharap Alex akan senang. Kedua orang tua Alex sudah bersantai di depan television, sedangkan Alettha duduk di taman mini depan rumahnya.

__ADS_1


Saad itu mobil Boby berhenti didepan rumah, membuat Alettha berpikir itu Alex. Namun dia kecewa ternyata itu adalah Boby, dia tersenyum menatap Boby.


"Selamat malam, kok disini sendiri? " Tanya Boby pada Alettha.


Alettha kembali duduk di bangku taman itu, membuat Boby mendekati dirinya dan duduk di samping Alettha.


"Ada apa? Seharusnya kau bahagia bukan, Alex kembali bersama Orang tuanya kenapa kau malah disini. " Tanya Boby.


"Alex tak ada disini, dia pergi sore tadik terburu buru. Entah apa yang membuat nya pergi meninggalkan ku. " Ucap Alettha lesu.


"Rasanya aku ingin memeluk mu, Alettha, membawa mu kedalam kehangatan dan kebahagiaan bersama ku. " Batin Boby.


"Kenapa kau sering menagisi sesuatu yang membuat bersedih, tak bisa kah kau membuat kebahagiaan mu sendiri Alettha. " Ucap Boby.


Alettha menatap Boby dalam, ada siratan berbeda dalam manik mata itu. Alettha bisa merasakan bahwa Boby memiliki rasa padanya, alettha bisa merasakan debaran dadanya Saad memeluk Alettha.


"Ucapan itu pantas untuk mu Boby, kau baik mapan sempurna. Kau bisa mendapatkan gadis mana pun yang kau mau, jangan terlalu lama sendiri itu tidak baik. " Ucap Alettha.

__ADS_1


"Aku sudah memilih seorang gadis, tapi aku tak bisa memiliki nya. " Ucap Boby menatap bintang di langit.


"Siapa gadis itu, apa aku mengenalnya. " Ucap Alettha.


"Gadis itu kau Alettha, tapi aku tak akan bisa memiliki dirimu tidak akan pernah. " Batin Boy berteriak.


"Apa gadis itu Aku... " Ucpa Alettha.


Boby lantas menatap Alettha, dia terkejut dengan ucapan Alettha tentang dirinya. Dia tersenyum lalu kembali menatap bintang di langit.


"Seandainya iyaaa, apa kau akan memperbolehkan aku tetap berada disisi mu Alettha. " Ucap Boby menatap Alettha.


"Kenapa aku, kau sudah tahu kan. Aku tidak mungkin bisa bersama dengan mu, dalam mimpi pun tidak akan pernah bisa Boby. Aku menganggap mu sebagai kakak ku, tak lebih dari itu. " Ucap Alettha memegang tangan Boby.


"Kau sudah tahu semuanya, boleh ku minta padamu untuk izin kan aku tetap di sisimu Alettha. Walaupun hanya sebatas kakaka bagimu. " Ucap Boby lirih.


Alettha memeluk Boby erat, dia tak ingin kehilangan saudara lelakinya untuk kedua kalinya dalam hidup ini.

__ADS_1


"Kau akan tetap jadi kakak ku, dan tidak akn pernah bisa menjauh dari adik mu ini. " Ucpa Alettha disela pelukan nya pada Boby.


"Setidaknya aku masih bisa bersama dengan mu, walaupun hanya sebatas kakak bagimu. " Batin Boby.


__ADS_2