
Waktu sudah mulai senja, gisel dan arsya masih berada di apartemen.
gisel terlelap dengan damainya, sedangkan arsya masih termenung memikirkan perasaan ya pada gissel dan Aletta.
"huff aku pusing... " ucap arsya.
arsya mengacak rambutnya frustasi, arsya berbalik dan duduk sipingir kasur dimana giael tidur. memandangi dan mengelus pucuk kepala gadis yang dulu sangat dia cintai.
"apa rasa itu datang sesaat atau akan bertanam dihati... maaf... " batin arsya.
gisel mengeliat lalu membuka mata nya,gisel terkejut karna arsya menatap nya dalam.
"aku merasaaa, mulai ada jarak diantara kitaa... " batin gisel menatap arsya.
"apa yang kau pikiran, hmmz aku tau aku tampan... " ucap arsya mengoda.
gisel lantas tersipu malu.
"harus nya aku yang bertanya, kenapa kau menatap ku begitu.. mata mu terlihat berbeda.. " bgt lirih.
"aku tak akan berubah, percaya lah hati ku tubuh ku semua untuk mu... " ucap arsya.
"jangan menjanjikan sesuatu yang nantinya dapat melukai ku... " ucap gisel.
"emmzz kau mau ke rumah ku.. " ajak arsya mencarikan suasana.
"untuk apaaa...? " ucap gisel.
"untuk membuat mu nyakinlah, bahwa hati dan tubuh ku hanya untukmu... " ucap arsya
arsya tersenyum mengoda, membuat gisel berpikiran buruk.
"hahhaahhh aku hanya bercanda... " ucap arsya.
arsya tertawa melihat ekpresi gisel.
hal itu lantas membuat gisel malu karna berpikir tentang negatif, gisel dengan malu memukul lengan arsya.
"ha ha ha sudah lah ayoo, aku akan mengenal kan mu pada sesorang.. " ucap arsya.
"emmmz tapi aku rasa aku harus pulang, hari sudah petang... " ucap gisel menolak.
"kau bisa tidur dirumah ku, lagi pula aku tak sendiri dirumah. kamu tenaga saja aku bukan laki laki yang akan merusak masa depan orang yang dicintai nya. " ucap arsya.
"kau membuat ku terharu.. " ucap gisel.
gisel memeluk arsya dengan erat, dia bersyukur bisa memilikinya. arsya adalah laku laki baik dan selalu menjaganya.
"kau tau, jika kala kau bukan jodoh ku. aku tetap menjaga mu kau adalah sahabatku.. " ucap arsya mengengam tangan gisel.
"Terima kasih, emmzz kamu mau mengenal kan ku pada siapa... " ucap gisel.
"nanti juga kamu tahu, yuk brangkat. " ucap arsya.
meraka ahirnya meninggal kan apartemen arsya, melaju pelan dijalan raya yang nampak ramai oleh muda mudi.
gisel mempererat pelukanya pada pinggang arsya, karna jalan ramai dia takut terjauh.
"kau berpengan seperti kamu akan kehilanganku saja.. " canda arsya.
"iyaaa makanyaa aku memeluk mu erat agar kau tak pergi dari ku... " ucap gisel.
__ADS_1
arsya terdiam entah kenapa perkataan gisel terasa sampai dihatinya.
setelah tiga puluh menit mereka sampai dikediaman Aletta.
"kok kayak rumah alee... " batin gisel.
"kok malah diem ayo masuk, mau jadi satpam? " ucap arsya.
gisel terdiam, dia berpikir apa keluarga Aletta menjual rumahnya pada keluarga arsya. arsya yang gemas lantas menarik tangan gisel mengajaknya masuk.
clekk
gisel terkejut saad seorang gadis membuka pintu.
mereka sama sama terdiam dan saling memandang seperti mimpi, membuat kedua nya lantas berhamburan berpelukan.
"Aletta... aku rinduuuu kenpa kamu pindah tak mengabariku haaa... " teriak gisel.
"maaf sahabatku, gisel aku rindu. banyak sekali yang ingin aku katakan pada mu dan kau harus mendengar aku... ayo masuk . " ucap Aletta.
meraka dengan penuh kerinduan saling berpengan tangan dan masuk. arsya yang hanya terdiam bingung sebenernya mereka berdua kenpa.
"lantas kenpa aku seprti orang bodoh dirumah ku sendiri... " ucap arsya.
arsya masuk kedalam kamarnya kebersihan diri.
dikamar aleta dan gisel saling berpandagan dan melas rindu, saling tertawa dan bercanda.
"kau tau Aletta saad kau pindah, dunia hilang seketika. " ucap gisel
"maaf aku juga tak ingin pergii, tapi sesuatu harus membuat pindah dan yaa dengan hidup ku sekarang. " ucap Aletta sedih.
"maksud mu apaa, apa hubungan mu dengan kak arsya? " ucap gisel penuh selidik.
"aleee, kok nangis... " ucap gisel.
"setelah orang tua masuk penjara, meraka kecelakan dan mereka pergi meninggalkan ku sendiri... " ucap Aletta menangis.
gisel lantas memeluk sangat sahabat, dia tak tahu bahwa Aletta sedang di fase sesedih itu.
"sudah lah jangan menangis, sekarang ada aku disini.. maaf kemaren ponsel ku hilang jadi aku kehilangan kontak mu. " ucap gisel.
"tak apa sekarang kita bisa bersama lagi dan tunggu dulu... kau dengan arsyaaa..?? " ucap Aletta penuh tanda tanya.
"arsya kekasih, emmz kau dan arsya ada hubungan apa? " ucap gisel malu malu
"apaaaaa... pria keras kepala dan menyebalkan itu pacarmu...? "ucap Aletta kaget.
Aletta tak habis pikir dimana sahabat nya itu bertemu dengan orang yang menyebalkan itu.
" iyaa sudah lima tahun, maaf aku tak bercertia pada mu.. aku malu.. " ucap gisel.
"astaga gisel sudah lima tahun, bearti sejak SMP? bagaimna bisa kalian... ? " ucap Aletta.
bayak sekali petanyan yang ada di otaknya saad ini, Aletta begitu terkejut dengan kenyataan ini.
"emmzz ya gitu deh, udah ah jangan dibahas. kamu sendiri ada hubungan apa? " ucap gisel.
"eh aku sama orang menyebalkan itu bersaudara berbeda ibu. " ucap Aletta
"haaa maksud ya kalian bersaudara? kok bisa".
__ADS_1
ucap gisel.
lantas Aletta menceritakan semua kejadian selama ini yang dia pendam sendiri pada sahabat.
" alee.. maaf aku tak ada saad kau susah.. "ucap gisel bersalah.
" gak ini bukan salah mu, lagian aku juga pindah gak ngasih tau kamu.Dan aku juga malas membahasnya lagi. " ucap Aletta.
"tapi kamu tenaga saja, sekarang kita akan selalu bersama. " ucap gisel.
"hemz iyaaa, apa lagi kamu sekarang sama arsya jadi bisa tiap hari kesini... " ucap aletta.
mereka tertawa bahagia dan bayak bercerita. bayak hal hal baru yang mulai mereka ceritakan.
"malam ini kau disini saja, aku masih kangen sahabat ku ini. " ucap aletta.
"ok siap...oh iya aku sampai lupa arsyaa, astaga saking asik ya kita.. " ucap gisel.
"tenang saja toh dia sudah besar tak akan hilang.. " ucap aletta mengoda.
gisel tersipu malu akan ucapan aletta.
"aku keluar dulu yaa mau mencarinya, kau tak tahu sifat manjan ya itu menyebalkan jika sedang marah.. " ucap aletta.
aletta tersenyum, dia ikut bahagia melihat sahabat nya bahagia namun kenpa harus dengan arsya.
gisel pergi mencari keberadaan arsya turun ke lantai bawah. melihat sekelilingnya namun tak ada lantas dia melihat ke arah taman, dan arsya ada disana.
"astaga disana rupa nya... " ucap gisel.
dengan mengendap gendap gisel pelan pelan mendekati arsya. namun sebelum mengejutkan arsya, sepertinya arsya sudah tau keberadaan gisel.
"aku tak akan terkejut sayang. " ucap arsya.
"Hiss kok tahu kalau itu aku.. " ucap gisel
arsya hanya tersenyum, menarik tangan gisel untuk duduk di atas pangkuan nya.
"tau dan akan selalu tau. aroma mu yang begitu harum bisa ku cium dari jarak jauh.. " ucap arsya.
gisel yang mendengar perkataan arsya tersipu malu, menyembunyikan wajahnya di balik leher arsya.
"kau sudah mengenal aletta spertinya? " ucap arsya.
"emmz iyaa, kau tahu aletta itu sahabat ku. dia gadis yang baik selalu menolongku dari dulu, gadis pintar dan semua orang menyukainya. namun sejak kejadian itu dia sering dibully... " ucap gisel.
arsya hanya terdiam mendengarkan cerita gisel.
"aku tau dia gadis baik, hanya saja kesalahan ibunya yang membuat ku membenci nya. " batin arsya.
"dan kauuu... tak pernah bercerita tentang nya pada ku... " ucap gisel.
gisel nampak kesal dan mengerucut kan bibirnya. arsya yang melihat tingkah gisel tersenyum.
"aku harap kau selalu bisa bahagia dan tersenyum gisel. " batin arsya.
arsya lantas memegang tekuk gisel dan mencium nya.
dibalik jendela aletta nampak melihat mereka, aletta senang ternyata arsya bisa sehangat itu dengan gisel. Dan aletta lega melihatnya dia tak khawatir bila gisel akan terluka.
"aku tak khawatir lagi aku pikir arsya adalah orang yang kasar, tapi kenpa saad aku melihat nya ada goresan di hati ku... " ucap aletta.
__ADS_1
aletta masih memandang kedua insan yang sedang bermesraan itu.