
Alettha terbangun dari pingsan nya, lantas melihat Boby yang tengah tertidur di samping ranjang nya.
"Boby? Kenapa dia berada disini, awww.. " Ucap Alettha merasakan nyeri di kepalanya.
Bob lantas membuka matanya, saad mendengar suara Alettha kesakitan.
"Alettha apa ada yang sakit, dimana bilang padaku akan ku panggil kan dokter dulu. " Ucap Boby berajang berdiri, namun di tahan oleh Alettha.
"Boby... Aku tak apa, hanya pusing saja. Apa kau yang membawa ku kesini, kenapa kau tak pulang saja. " Ucap Alettha.
"Jika aku pulang, siapa yang akan menjaga mu. Sudah lah jangan pikirkan yang tak penting istirahat lah. " Ucap Boby.
"Bob, apa Alex tak kemari? " Tanya Alettha pada Boby.
Boby lantas nampak bingung dengan pertanyaan Alettha, apa dia harus bilang Alex sedang bersama Sandra. Alettha melihat gelagat sungkan pada Boby dan dia paham bahwa Boby sedang mencari jawaban yang tidak membuat kecewa.
"Sudah lah, aku paham jika Alex masih menjaga Sandra kan? Tak perlu kau tutupi aku sudah tahu. " Ucap Alettha terdiam.
Satu tetesan air mata berhasil meluncur di pipi mulus Alettha, membuat Boby merasa iba melihat nya.
__ADS_1
"Sayang air mata mu, simpan saja untuk air mata kebahagiaan mu besok. " Ucap Boby menghapus air mata Alettha.
Mereka bertatap cukup lama membuat Boby mendekat kan wajahnya pada bibir Alettha, namun Alettha menundukkan wajahnya membuat Boby menjauh dari Alettha.
"Dimana Gisel, aku tak melihat nya. Dia pasti mencari ku Boby. " Ucap Alettha.
"Ah iya aku pun lupa mengabarinya, akan ku telfon dulu. " Ucap Boby.
Boby meninggal Alettha sendiri dikamar nya, kemudian Alettha mengambil ponsel nya dan tertentu pesan masuk dari Sandra.
{ Bodohnya dirimu Alettha, Alex akan tetap bersama ku dan kau hanya pelampiasan saja. }
Lagi lagi air matanya menetes, dia kian bingung apa yang harus dia lakukan bertahan atau mundur.
Ketika Boby memasuki kamarnya, Alettha lantas segera menghapus air matanya.
"Aku sudah menghubungi nya, sebentar lagi dia kemari. " Ucap Boby.
__ADS_1
"Terima kasih Boby, jika tak ada dirimu entah ap yang terjadi pada ku. " Ucap Alettha.
"Aku tulus membantu mu, lagi pula jika bukan aku lantas siap? " Ucap Boby.
Saad Boby memberi tahu Alettha masuk rumah sakit membuat Gisel tertawa bahagia, dia senang karna rencana nya berhasil.
"Kau pantas mendapat semua itu, Alettha. " Gumamnya.
Gisel masih nampak bersantai diruang tamu, dia terlalu bahagia jika mengingat betapa sakitnya jatuh dari lantai.
"Baik lah sudah cukup, aku akan menjenguknya. Jika aku semakin lama disini dia akan terus mengoda Boby. "Ucap Gisel
Gisel meninggal kan rumah Alettha, menuju rumah sakit dengan mengendarai taxi online.
Saad tiba dirumah sakit, Gisel terkejut dengan pemandangan didepan matanya.
Nampak Boby sedang menyuapi Aletta makan, dengan canda tawa yang membuat Gisel semakin benci pada Aletta.
Saad tertawa Aletta menyadari keberadaan Gisel dibalik pintu kaca,Aletta lantas melambai kan tangan nya pada Gisel. Membuat Boby menegok kebelakang dan melihat Gisel dengan raut wajahnya yang kesal.
__ADS_1
"Astaga gadis itu pasti kesal melihat aku menyuapi Aletta, pasti dia akan marah pada ku. " Batin Boby menaruk bubuk dimeja nakas kamar Aletta.