
Suara bising pekikan nyaring membuat Alettha dan Andre yang sedang berjalan kemudian mendekati ke kerumunan orang orang yang terlihat panik, genangan darah mengalir begitu deras.
"Alettha sebaik nya kita pergi, sebentar lagi ambulans akan membawa orang itu. "ucap Andre pada Alettha.
"Tunggu dulu aku penasaran siapa yang terluka itu.. "Seru Alettha menembus kerumunan orang orang yang hanya sibuk melihat dan menatap nanar gadis itu.
"Permisi permisi bisa beri jalan.. "Gunam Alettha.
Wanita berusia 52 tahun yang nampak masih muda dan cantik itu terperangah saat menatap seorang yang tergeletak tak berdaya di atas jalanan ramai itu, Mulut nya kelu tak bersuara langit malam terasa terjun bebas menimpa dirinya.
Anak yang baru saja dia buat kecewa dan marah yang beberapa jam lalu mereka cari dan khawatir kan kini tak bergerak dengan genangan darah pada perutnya, luluh lemas kaki Alettha tak bersuara terjatuh ditanah membuat semua orang panik.
"Ayumnaaaaa..... "Pekik nya histeris.
Andre yang masih berada di belakang kerumunan orang orang itu kemudian berusaha masuk untuk mencari Alettha saat mendengar suara pilu sang istri.
__ADS_1
"Alettha ada apa? "Pekik Andre berlutut didepan istrinya yang terduduk tak berdaya.
Andre mengikuti arah mata Alettha yang sendu dan menatap terkejut seorang gadis yang tergeletak dengan genenagan darah tak bergerak, hatinya begitu terpukul menatap pemandangan yang sangat tidak pernah dia harapkan.
Andre merangkak menuju tubuh penuh darah Ayumna yang tidak bergerak lagi, Andre memeluk erat Ayumna tanpa ada suara yang keluar dari bibinya. Ingatan akan kejadian beberapa jam lalu membuat penyesalan yang begitu mendalam dihati mereka .
"Maafkan Ayah Ayumna ku mohon bangun lah nak, ayah bersalah tak seharusnya ayah berkata begitu Ayumnaa.. "Ucap Andre histeris.
"Ini semua salah mu anak ku sampai seperti ini, salah mu...."Ucap Alettha mendorong Tubuh Andre.
"Bangun lah sayang ini bunda.. "Teriak Alettha.
"Kumohon selamat kan anak ku.. "Ucap Alettha pada seorang perawat.
"Sabar buk kita kan sampai serumah sakit sebentar lagi.."Ucap perawatan itu.
__ADS_1
Darah terus saja mengalir dari kepala dan perut Ayumna tubuhnya terkulai lemas dan pucat, Alettha terus saja berdoa untuk keselamatan putri kandung nya itu. Sedangkan Andre mengikuti Ambulans itu dengan minimnya sembari mengabari Gresia dan Aurora dirumah.
"Hallo dokter Aleska apa dokter sudah kembali kerumah? "Ucap Perawat itu menghubungi seorang dokter.
"Iya saya sudah dirumah ada apa suster?"Jawab Aleska.
"Segera kerumah sakit dok, pasien darurat. "Seru perawat itu.
Kemudian perawatan itu mematikan teleponnya dan kembali fokus pada Ayumna dan lukanya,darah yang terus mengalir membuat tekanan darah dan jantung nya mulai melemah membuat semua orang tampak khawatir.
"Lebih cepat lagi pasien kritis. "Pekik perawat itu.
Ayumna memuntah darah dari mulutnya membuat hidup Alettha bagaiakan runtuh begitu saja, air mata tak lagi dapat keluar dari kelopak matanya saat menatap anak kesayangan nya tak sadarkan diri dengan keadaan yang sendiri tidak tahu bagaimana bisa terjadi pada Ayumna.
Mereka belum tahu kejadian apa yang sudah dialami gadis itu hingga membuat luka robek yang cukup lebar pada perut nya dan kepala nya pun terdapat bekas benturan benda tumpul.
__ADS_1
"Bertahan lah sayang bunda mohon demi bunda Ayumna... "Ucap Alettha di dekat telinga Ayumna.
Bunyi nyaring terdengar begitu memekikan telinga dari Monitoring detak jantung itu membuat Alettha tak bisa berkata apa apa lagi dia begitu panik hingga tak sadarkan diri saat melihat detak jantung Ayumna sudah tidak berdetak lagi.