
Kandungan Alettha kian hari mulai membesar, keseharian pun kian membuatkan orang lain untuk membantu dirinya.
"Ya ampun ngapain aja susah sekali, sayang ya bunda udah mulai besar sekarang ya. " Gumam Alettha.
Alettha mengelus perutnya yang membuncit besar, Alettha berjalan keluar dari kamarnya saad keluar Alettha bertemu dengan Sandra yang hendak pergi dari kamar nya.
"Wanita merepot kan, sungguh tidak beruntung Andre mempunyai istri sepertimu. " Celetuk Sandra.
"Maksud kamu apa ya wanita ular, dengar yang merepot kan dirumah ini ya kamu. Kok gak sadar sadar lalu pergi dari ini. " Balas Alettha sengit.
"Heeee dengar kamu atau siapa pun tidak bisa mengusir ku dari rumah ini, tante Rosa masih berharap aku yang menjadi menantu dirumah ini. " Ucap Sandra.
Alettha yang malas menagapi ucapan Sandra lantas pergi berlalu meninggal wanita itu yang terlihat kesal karena Alettha tak menggubris dirinya.
"Awas kau Alettha tunggu lah sebentar lagi, akan ku buat kau menyesal seumur hidup mu. " Gumam Sandra.
Alettha berjalan menuju dapur membuat susu hamil milik nya, Andre datang dari arah dapur dan menyapa Istrinya yang kian hari mengemuk.
"Istri cantik ku yang kian mengemuk, sedang apa kau haaa? " Tanya Andre.
Alettha menghentikan kegiatan nya mengaduk susu lalu menghadap ke arah Andre.
"Kau tahu wanita hamil itu sensitif kalau dibilang gemuk, kau tahu ini menyebabkan. " Ucap Alettha.
Alettha pergi duduk didepan televisi sembari meminum susunya, kini kehamilan Alettha sudah menginjak bulan ke 8 namun mereka belum menyiapkan apa pun untuk sang calon bayi.
Andre menghampiri sang istri kemudian duduk di samping nya, mengelus perut buncit Alettha lalu mendekati telinganya.
"Apa dek kamu mau shoping, iyaa ini ayah mau ngajak bunda shoping kasihan pasti bosen dirumah terus. " Gumam Andre.
Alettha yang mendegar ucapan Andre tersenyum dan mengelus rambut kepala sang suami tercinta, dilantai atas Sandra melihat pemandangan itu dengan tatapan kebencian dan Keirian pada kebahagiaan Alettha.
__ADS_1
"Ngaco deh kamu ini, yaa udah ayok kata nya mau shoping? Lagian kita kan belum ada persiapan apa pun untuk si adek lo sayang. " Balas Alettha.
"Iyaa sayang ku, ya sudah aku ganti pakaian dulu setelah ini kita berangkat ke Mall. " Ucap Andre.
Andre pergi meninggalkan Alettha yang terlihat bahagia, dia menghabiskan segera susunya dan menunggu Andre datang.
"Terkadang Tuhan tak berpihak padaku, namun saad dia berpihak padaku dia akan membuat aku bahagia selalu Terima kasih untuk setiap kebahagiaan ini. " Gumam Alettha.
Alettha menunggu Andre sembari bermain ponsel nya, dia melihat bayak posting dari Nafisah yang sedang berlibur di bali.
"Astaga tidak terasa sudah 8 bulan aku tak berjumpa Nafisah dan keluarga, aku akan mengabari kehamilan ku saad aku melahirkan saja. " Ucap Alettha.
"Ayo berangkat sayang, malah senyum senyum sendiri kamu ini. " Celetuk Andre.
"Kamu sadar gak sih, kita belum kasih tahu Boby dan Nafisah soal bayi ini. " Jawab Alettha.
"Yaa Allah iya aku juga lupa loh, apa mau ke sana ngabarin? " Ucap Andre.
"Gak usah mereka lagi liburan, biarkan saja nanti saad lahiran kita baru kasih tahu mereka. " Balas Alettha.
Sepanjang jalan Alettha tak henti bercerita tentang setiap pergerakan dan juga detakan pada perutnya pada Andre, Alettha pun bercerita tentang beberapa nama yang bagus.
"Iyaa iyaa terserah padamu saja, yang penting nanti semua lancar tak ada halangan apa pun ya. " Balas Andre.
Alettha tersenyum dan Bergelayut manja di lengan kokoh Andre yang mengunakan baju kaos lengan pendek itu.
Mereka pun sampai di sebuah Mall di Jakarta yang terlihat halu lalang para pengunjung, Andre dan Alettha turun dari mobil berjalan memasuki Mall.
Mereka berjalan ditengah banyaknya manusia yang sedang menikmati bersantai dan berbelanja di Mall itu.
Alettha melihat toko perlengkapan bayi yang terlihat lucu.
__ADS_1
"Mampir yuk aku mau lihat lihat barang yang disana. " Ucap Alettha menujuk toko perlengkapan bayi.
Andre mengikuti Alettha yang berjalan dengan semangat menuju Toko Baby Emz itu, terlihat dia disambut oleh pelayanan toko dengan sangat ramah.
Alettha berkeliling mengedarkan pandang ke seluruh penjuru toko, mata nya tertuju pada pakaian dan juga sepatu bayi. Alettha mengambil baju dengan semangat berbagai warna dia ambil.
Andre tersenyum melihat Alettha yang sedang berbelanja seperti akan mempunyai bayi lebih dari satu, Andre mendekati Alettha untuk menegurnya.
"Sayang anak kita hanya satu, kau mengambil baju dan sepatu itu seperti akan merampok toko ini saja. " Ucap Andre dengan halus.
"loh gak papa lah, ini kan anak pertama kita jadi semua harus terlihat sempurna. " Celetuk Alettha.
"Iyaaa tapi ingat jangan berlebihan seperti itu, tidak baik ok. " Balas Andre.
Akhirnya Alettha dan Andre hanya membeli pakaian yang sangat dibutuhkan oleh bayi mereka nanti saad lahir, sangat pelayanan hanya tersenyum melihat tingkat mereka berdua.
"Maaf mbk yaa istri saya ini sedang berbahagia. " Celetuk Andre.
"Gak papa pak, semoga ibu dan bayi selamat sampai nanti waktu melahirkan. " Balas nya.
Alettha tersenyum menagapi ucapan pelayanan itu, mereka berjalan keluar meninggal toko. Alettha masih berkeliling tanpa lelah melihat perlengkapan bayi dan juga tempat tidur bayi.
"Box ini bagus deh ndre, boleh yang ini saja. " Tanya Alettha.
"Ok tuan putri laksanakan, saya mau ini sepakat kirim ke alaamat saya. " Balas Andre.
Mereka akhirnya selesai dengan belanja yang sangat banyak, Andre melihat Alettha yang mulai lelah mengajak nya untuk pulang istirahat.
"Udah bayak waktunya pulang, istirahat jangan sampai kamu kelelahan Alettha. " Ucap Andre.
"Iyaa aku udah capek banget, perut ku teras berat dan lelah. Ayo kita pulang. " Balas Alettha.
__ADS_1
Mereka meninggal Mall itu dengan perasaan bahagia semua perlengkapan persalinan dan juga pakaian bayi sudah siap tinggal menunggu waktu nya .
Alettha tertidur di dalam mobil karena kelelahan berbelanja, Andre mengelus perut sangat istri dengan sayang. Andre melajukan mobilnya perlahan menuju rumah.