
sorak gembira dari murid murid sma citra 12 mengema diseluruh lorong sekolah.
"kita lulusaaaa.... " mereka nampak sangat bahagia, salin berpelukan dan menangis.
"jangan lupa in kita yaaa... "
"jangan lupaaa perpisahan.... "
"kita lulusan dan aku akan pergi. " ucap andre.
aletta memeluk andre dengan sangat erat, walaupun dia tak punya perasaan pada andre tapi tetap saja dia merasakan kehilangan.
"maaff jangan menangis, aku janji tak akan melupakan mu dan aku janji aku akan datang setelah study ku selsai di Jerman. " ucap andre memegang tangan aletta.
semua anak anak memeluk mereka bersama, mereka pun merasa kehilangan satu sama lain.
"pokoknya jangan ada jarak dan pemisahan diantara kita semua. "
aletta dan yang lainnya menagis tersedu-sedu.
"jangan perna lupain aku dan yang lainnya. " ucap aletta.
berat terasa saad andre melepas kan aletta dan teman teman nya, namun ini semua demi masa depannya.
"den andre... ayooo... " ucap supir andre.
pada hari perpisahan sekali gus hari dimana andre harus berangkat ke Jerman. tak ada tanda perpisahan hanya pelukan an dan tangisan mengiringi kepergian andre.
"sabar yaa alleee... akan indah pada waktunya. " ucap kinan.
aletta memeluk kinan dengan erat dia menangis dipundak sangat sahabat.
"sabar aletta... "
setelah kepergian andre ke Jerman mereka memutuskan untuk pulang tak ada tanda perpisahan karna perpisahan terberatnya adalah kehilangan sahabat sebaik andre.
mereka semua pulang kerumah masing masing termasuk aletta. dengan lesu aletta membuka pintu rumah dan masuk ke dalam.
__ADS_1
tiba tiba arsya memeluk aletta.
"aku merindukanmu... aku tak bisa melupakan mu aletta.... " ucap arsya.
aletta menghangat saad arsya memeluk nya dan berkata dia merindukannya.
namun aletta sadar bahwa dia sudah berkomitmen bersama andre.
aletta mendorong kuat arsya.
"kau ini bicara apa, kita adalah saudara,apa kau melupakan itu haaaa... " teriak aletta.
"kita bukan saudara, ibu mu dan ibuku berbeda.. " balas arsya.
"terserah tapi aku mohon, jaga lah jarak dengan ku. " ucap aletta marah.
arsya terdiam mendengar ucapan aletta, dia tak menyangka bahwa aletta akan berkata begitu pada nya.
aletta pergi ke kamar nya meninggal kan arsya sendiri.
didalam kamar aletta menagisi semuanya, andre arsya dan orang tua nya. Begitu bayak coban yang dia hadapi sendiri.
arsya duduk didepan televisi, menatap televisi yang tak hidup.
"apa aku salah, mencintai mu aletta... " ucap arsya.
Drrrrr Drrrrr
"halo mi... ada apa...? " ucap arsya.
"arsya besok kamu jemput mami pulang.... " ucap kauren.
"apaaa mami akan pulang besok... " ucap arsya.
"iyaaa mami dan axcel akan pulang, apa kau tak senang. "
"aku senang baik lah, besok aku jemput. "
__ADS_1
arsya mematikan telepon sepihak.
"Sebaiknya aku pindah ke apartemen, tak baik jika aku terus berasa disini. " ucap arsya.
artinya berjalan ke kamar aletta dan mengetuk pintu.
tok tok tok
"aletta.. aku ingin bicara.. "
glek
aletta membuka pintu dengan wajah yang sebab.
"apa dia menangis... " batin arsya.
"apaaaaa.... "
arsya memeluk aletta dengan erat..
"biarkanlah aku hanya ingin memeluk mu, sebentar sajaaa. untuk terakhir kali. " ucap arsya.
aletta terdiam memikirkan ucapan arsya.
"kenapa dia bilang untuk terakhir. " batin aletta.
"besok mami dan axcel akan pulang dan aku akan tinggal di apartemen ku sendiri. angap saja ini perpisahan kita. " ucap arsya.
arsya melepaskan pelukan nya lalu menatap aletta dalam.
"jika kau ingin aku melupakan mu, akan ku lakukan. " ucap arsya.
arsya lantas pergi berlalu meninggal aletta sendiri, aletta terdiam mematung dengan situasi sperti ini.
aletta menangis, dia bingung harus seneng atau sedih.
"kenapa orang yang aku sayangi pergi, dan meninggal kan ku. " ucap aletta.
__ADS_1
aletta terduduk di lantai menagisi semuanya.